Metode Peer Tutorial Tingkatkan Belajar Senam Lantai

Oleh: Supriyanto,S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MELIHAT banyak siswa Sekolah Dasar yang berlari–lari dihalaman sekolah dan sering bercanda dikelas baik setelah pembelajaran atau terkadang masih berlanjut di dalam kelas pembelajaran menjadi kesadaran bahwa dunia mereka adalah bermain dan bercanda dalam suasana menyenangkan. kenyataan ini menjadi dasar pemikiran sebagai guru di sekolah dasar.

Sebagaimana dialami oleh penulis di kelas IV di SD Negeri 01 Klunjukan Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan terdapat siswa yang asyik bercanda yang kadang diingatkan juga masih saja asyik. Maka penulis menerapkan metode yang dalam suasana menyenangkan dan agar tidak memisahkan interaksi mereka dalam konteks pembelajaran.

Penulis menerapkan metode peer tutorial pada mata pelajaran PJOK materi pembelajaran aktivitas senam lantai. Metode ini penulis meyakini sangat efektif bagi siswa untuk mendapatkan pemahaman yang baik dan total.

Metode peer tutorial merupakan bagian dari cooperative learning atau belajar bersama. Dalam model ini siswa yang kurang mampu dibantu belajar oleh teman-teman sendiri yang lebih mampu dalam suatu kelompok.

Bentuknya adalah satu tutor membimbing satu teman. Dari banyak pengalaman metode peer tutorial lebih baik daripada metode ceramah oleh gurunya karena situasi siswa dengan tutornya lebih dekat, sedangkan dengan guru agak jauh. Cara berfikir teman dan cara penjelasan teman biasanya lebih mudah ditangkap dan tidak menakutkan.

Menurut Sani (2013, hal. 198-199), metode peer tutorial adalah sebuah metode yang menuntut peserta didik untuk aktif berdiskusi dengan sesama temannya, atau mengerjakan tugas kelompok dengan bimbingan atau arahan teman yang kompeten.

Baca juga:   Mind Mapping, Belajar Stoikiometri Kimia lebih Berwarna

Fungsi lainnya adalah dengan adanya tutor sebaya siswa yang kurang aktif menjadi aktif karena tidak malu lagi untuk bertanya dan mengeluarkan pendapat secara bebas, sebagaimana diungkapkan oleh M. Saleh Muntasir bahwa dengan pergaulan antara para tutor dengan murid-muridya mereka dapat mewujudkan apa yang terpendam dalam hatinya, dan khayalannya.

Sebelum melakukan kegiatan pembelajaran, guru menyiapkan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembelajaran tutor sebaya, yaitu sebagai berikut, pertama, guru membagi materi aktivitas senam lantai untuk dipelajari secara mandiri. Materi pengajaran dibagi dalam sub-sub pembahasa gerak senam lantai.

Lalu, bagilah para siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen, sebanyak sub-sub pembahasan materi terkait sena lantai akan disampaikan guru. Siswa-siswa pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya.

Setelah itu, masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari satu pembasan gerak senam lantai. Setiap kelompok dibantu oleh siswa yang pandai sebagai tutor sebaya. Kemudian, beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Selanjutnya, setiap kelompok mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru.

Setelah semua kelompok menyelesaikan tugasnya, beri kesimpulan dan klarifikasi seandainya ada pemahaman siswa yang perlu diluruskan.Setelah persiapan sudah dilakukan dan guru sudah memberi evaluasi maka metode peer tutorial bisa diterapkan, langkah pertama, guru memberikan apersepsi dan motivasi pembelajaran terkait materi yang akan dilaksanakan.

Baca juga:   Metode Terdak Tingkatkan Antusiasme Belajar Agama

Selanjutnya, setiap siswa yang pandai dalam kelompok untuk memberikan penjelasan disertai gerak senam lantai yang benar. Guru memberikan tanggapan dan menjelasakan jika ada pertanyaan siswa ketika siswa memberikan penjelasan teori dan praktiknya. Kegiatan ini bergantian secara kelompok yang diwakili oleh siswa yang pandai. Kegiatan ini diakhiri dengan memberikan evaluasi dan feedback pada setiap siswa.

Kelebihan metode peer tutorial yang didapat penulis bahwa Peer tutorial menghilangkan ketakutan yang sering disebabkan oleh perbedaan umur, status, dan latar belakang antara siswa dengan guru, mempererat hubungan antar siswa sehingga mempertebal perasaan sosial, bagi tutor merupakan kesempatan untuk melatih diri memegang tanggung jawab dalam mengemban suatu tugas dan melatih kesabaran, tutor teman akan lebih sabar daripada guru terhadap siswa yang lamban dalam belajar, siswa memperoleh pelayanan pembelajaran secara individual sehingga permasalahan spesifik yang dihadapinya dapat dilayani secara spesifik pula,seorang siswa dapat belajar dengan kecepatan yang sesuai dengan kemampuannya tanpa harus dipengaruhi oleh kecepatan belajar siswa yang lain atau lebih dikenal dengan istilah “Self Paced Learning”. (bk2/zal)

Guru SDN 01 Klunjukan Sragi

Author

Populer

Lainnya