Blended Learning, Model Pembelajaran Solutif PJOK Tingkatkan Keaktifan Siswa

Oleh: Wahyono

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) pada masa pandemi penyampaian materi pelajaran hanya boleh dilaksanakan secara teori di dalam kelas dengan waktu yang terbatas. Keaktifan siswa yang rendah pada saat PTM membutuhkan solusi cerdas para guru dengan pendekatan dan model pembelajaran tertentu. Keaktifan dapat ditingkatkan dan diperbaiki siswa pada saat belajar (Moh. Uzer Usman, 2009 : 26).

Di SMK Negeri 1 Punggelan, alternatif solusi untuk meningkatkan keaktifan siswa di masa pandemi pada mata pelajaraan PJOK adalah dengan model pembelajaran blended learning. Menurut Dwiyogo (2013) blended learning adalah pembelajaran yang mengombinasi strategi penyampaian pembelajaran menggunakan kegiatan tatap muka, pembelajaran berbasis komputer (offline) dan komputer secara online (internet dan mobile learning).

Beberapa materi PJOK seperti formasi permainan sepak bola, bola voli, bola basket, permainan bulu tangkis, lompat jangkit dan lain-lain dalam praktiknya diperlukan kemampuan mengkombinasikan strategi, metode dan model penyampaian pembelajaran tatap muka, pembelajaran berbasis komputer baik secara offline maupun online.

Dengan model pembelajaran blended learning pada mata pelajaran PJOK, siswa dapat lebih memahami dan mempraktikkan materi yang sedang dipelajari. Karena siswa dapat mempelajari materi melalui kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas, belajar mandiri, aplikasi, tutorial.

Baca juga:   Kuasai Permainan Bola Besar dengan Metode Part Practice

Pada pelajaran PJOK di SMK Negeri 1 Punggelan, materi diberikan dengan model blended learning, dimana guru memancing keaktifan siswa dengan memberikan apersepsi, motivasi, menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan dan materi secara garis besar.

Kemudian siswa melihat video pembelajaran melaui link dari YouTube dan video pembelajaran yang dibagikan oleh guru di Google Classroom atau di grup WhatsApp. Dalam materi tersebut guru memberikan garis besar materi dengan media online di kelas. Siswa juga dapat browsing materi tersebut di internet dan mengamati media pembelajaran. Setelah siswa memahami, siswa melakukan diskusi kelompok. Pada saat diskusi siswa tetap menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan.

Tiap kelompok melakukan diskusi dan membuat rangkuman hasil diskusi tentang materi pelajaran. Guru menghidupkan dinamika kelompok pada saat diskusi serta membuka sesi tanya jawab tentang materi pelajaran yang telah diamati dan didiskusikan dengan kelompoknya agar tercipta pemahaman terhadap materi pelajaran.

Langkah selanjutnya siswa diberi tugas membuat video praktik materi pelajaran yang telah disampaikan sebagai tugas mandiri. Guru tetap memberikan bimbingan secara online pada siswa yang mengalami kesulitan. Video mencakup pemanasan sebelum praktik, mempraktikkan materi pelajaran disertai penjelasan sesuai tingkat pemahaman siswa masing-masing.

Baca juga:   Kegiatan Seni Rupa Penangkal Sindrum Nomofobia

Keaktifan dan antusias siswa akan lebih terlihat ketika diberi kebebasan untuk mengkreasikan video dengan musik tanpa mengurangi unsur dalam komponen materi pelajaran. Video dapat dibuat dengan menggunakan aplikasi Easy cut, Snack Video dan lainnya. Video lalu dikirimkan melalui Google Classroom atau grup WhatsApp.

Siswa yang berani mengunggah videonya di salah satu media sosial (seperti Instagram atau YouTube) dan membagikan linknya di Google Classroom akan mendapatkan reward dari guru. Pada pertemuan selanjutnya, secara bersama-sama akan dilakukan evaluasi.

Dalam pembuatan tugas mandiri, guru selalu memberikan support pada siswa yang memiliki kesulitan. Dari rekapitulasi data siswa yang hadir aktif berdiskusi, tanya jawab, mengumpulkan tugas meningkat hingga 80-100 persen setelah menggunakan model pembelajaran blended learning daripada sebelumnya yang masih di bawah angka 50 persen.

Keaktifan siswa yang muncul pada pelajaran PJOK di SMK Negeri 1 Punggelan merupakan pengalaman inspiratif mengaplikasikan model pembelajaran blended learning. Dengan meningkatnya keaktifan siswa maka antusias dan pengalaman belajar semakin menarik yang diharapkan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. (bk1/lis)

Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMKN 1 Punggelan, Banjarnegara

Author

Populer

Lainnya