Tingkatkan Antusiasme Belajar dengan Role Playing

Oleh : Winarsih, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID,Kejenuhan dalam belajar sangat mungkin melanda peserta didik saat mereka kehilangan motivasi, kelelahan, kurangnya penghargaan, kurangnya pengawasan, dan beban tugas akademis yang berlebihan. Hal ini berakibat proses pembelajaran tidak bisa berjalan dengan efektif, efisien, dan menyenangkan karena tidak adanya keaktifan peserta didik.

Dalam hal ini, guru berperan untuk menumbuhkan semangat peserta didik dalam pembelajaran dan menjadikan sekolah sebagai salah satu tempat yang menyenangkan untuk belajar. Thorndike (Arifin, 2009) menyatakan bahwa belajar akan lebih berhasil apabila respons peserta didik terhadap suatu stimulus segera diikuti dengan perasaan senang dan kepuasan.

Pemilihan metode pembelajaran yang tepat harus dilakukan oleh guru agar kejenuhan yang dialami oleh peserta didik dapat teratasi. Salah satu metode pembelajaran yang banyak dipakai dan disukai oleh peserta didik adalah metode role playing. Metode ini mampu membentuk karakter sekaligus bisa menjadi sarana yang sangat efektif untuk mengasah kreativitas serta membangun rasa percaya diri pada peserta didik.

Metode ini menjadikan peserta didik memahami sebuah kegiatan belajar yang dijalani lebih dari sekedar materi sehingga memungkinkan peserta didik terlepas dari rasa jenuh saat belajar. Selain itu, peserta didik akan merasa terbebas dari aturan yang terasa membelenggu dan tentunya bebas berekspresi untuk mendapatkan pengalaman.

Baca juga:   Belajar Koordinat Kartesius Yang Menarik Menggunakan Powtoon

Role playing adalah metode yang digunakan pada kelas XI MA Subhanah Subah pada materi Peradilan Islam mata pelajaran Fiqih. Role playing atau bermain peran adalah suatu model pembelajaran dengan menugaskan peserta didik untuk memerankan suatu tokoh yang ada pada materi atau peristiwa yang diungkapkan dalam bentuk cerita sederhana yang telah dirancang oleh guru.

Tahapan-tahapan pembelajaran role playing adalah pertama, guru harus membuat skenario yang akan dipertunjukkan di dalam kelas. Kedua, guru meminta peserta didik membuat kelompok yang terdiri atas lima peserta didik. Ketiga, guru mengutarakan kompetensi yang harus dicapai pada aktivitas pembelajaran. Keempat, guru menunjuk salah satu kelompok yang telah terbentuk untuk memperagakan skenario yang sudah dibuat.

Kelima, peserta didik pada kelompok lain mengamati kinerja kelompok yang sedang mempertunjukkan peran. Keenam, kelompok pengamat membuat dan mempresentasikan kesimpulan berdasarkan skenario yang telah dimainkan kelompok lain. Ketujuh, guru membuat kesimpulan dari aktivitas pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik.

Baca juga:   Role Playing Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Tata Surya

Ketika bermain peran, peserta didik diberi peran khusus untuk dimainkan dalam percakapan atau interaksi tertentu, seperti menjadi hakim, jaksa, saksi, tergugat, maupun penggugat. Selanjutnya peserta didik memainkan sesuai skenario dan sesudahnya melakukan refleksi dan diskusi mengenai interaksiyang telah dilakukan. Skenario kemudian diperagakan ulang dengan perubahan mendasar dari hasil refleksi dan diskusi.

Dengan metode role playing ini, penulis menyimpulkan bahwa peserta didik merasa lebih bersemangat dan tidak merasa jenuh dalam proses pembelajaran karena mereka dapat mengekspresikan diri melalui metode pembelajaran yang menyenangkan. (ra1/lis)

Guru Fiqih MA Subhanah Subah, Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya