Potret Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 (Suatu Tinjauan Sosiologis)

Oleh : Maria Sri Rahayu, M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Perubahan sosial merupakan hal yang lazim dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut Selo Soemarjan perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat tersebut.

Corona virus disease 2019 (Covid-19) dinyatakan sebagai pandemi global sejak Maret 2020. Pandemi Covid-19 telah mengubah sistem pendidikan. Di antaranya, sistem pembelajaran tatap muka berganti dengan pembelajaran jarak jauh online (daring). Perubahan ini berpengaruh pada penggunaan teknologi karena sistem pembelajaran dilakukan jarak jauh memanfaatkan teknologi.

Para pelaku pendidikan dipacu lebih melek pada teknologi dan memanfaatkan teknologi yang ada. Zoom meeting, schoology, sway, geogle form, beberapa teknologi lain yang berbasis internet semakin berkembang dengan adanya pembelajaran jarak jauh.

Kondisi tersebut senada yang disampaikan guru besar University of Applied Science and Arts, Hannover, Germany and Senior Experten Services (SES) Germany, Prof. Dr. Gerhad Fortwengel, yang menyebutkan wabah korona ini justru menjadi katalis hebat yang memacu dunia pendidikan.

Dampak pandemi Covid-19 pada dunia pendidikan, terlihat juga pada sistem belajar mengajar di sekolah SMA Negeri 1 Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Peraturan Pemerintah yang tertuang dalam PP No. 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 membuat dunia pendidikan juga harus menyesuaikan diri. Sejak pertengahan Maret 2020 pemerintah resmi memutuskan sistem pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh.

Baca juga:   Media Ponsel, Tingkatkan Keterampilan Berbicara

Menanggapi keputusan itu, SMA Negeri 1 Ngluwar juga melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem online (daring). Yakni dengan media pembelajaran schoology. Dengan media schoology para pendidik bisa melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar, berkomunikasi dengan peserta didik melalui diskusi, melaksanakan tes serta membagikan materi baik melalui file, link, serta video.

Pada pertengahan Maret 2020, sedang dilaksanakan ujian sekolah untuk kelas XII dan sistem pelaksanaan ada dua macam. Yaitu sistem tes online dan ada yang menggunakan paper tes.

Menjadi keuntungan tersendiri bagi kami para pendidik,di SMA Negeri 1 Ngluwar karena sebelumnya sudah melaksanakan IHT pembelajaran yang berbasis teknologi yaitu schoology yang sebenarnya bagi penulis awalnya terasa dipaksa dan terpaksa untuk mengikuti sistem yang sedang berjalan.

Tetapi pada akhirnya ungkapan yang mengatakan “jangan berprasangka buruk pada perubahan dan bersahabatlah dengan perubahan” itu memang benar karena kelak itulah yang akan mengantarkan kita pada segala kemudahan dan jalan keluar dari suatu masalah.

Perubahan yang terjadi pada akhirnya membawa dampak positif dan negatif. Dari sisi positif pembelajaran jarak jauh secara daring mendorong penulis tidak berhenti belajar terutama dalam hal teknologi. Pendidik dituntut lebih sabar ketika dihadapkan pada situasi bahwa tidak semua peserta didik mempunyai kemampuan yang sama baik secara kognitif maupun kemampuan literasinya.

Kondisi ini senada dengan pendapat K.H. Ma’ruf Amin bahwa pendidikan berbasis teknologi dan secara daring memiliki tantangan tersendiri sehingga para pendidik dituntut lebih kreatif dan inovatif untuk meraih partisipasi peserta didik.

Baca juga:   Belajar Materi Perubahan Sosial Berbasis Masalah

Pada sisi yang lain, awalnya penulis kewalahan dengan sistem daring karena ada beberapa kendala. Pertama, kendala signal. Tempat tinggal beberapa peserta didik mengalami kesulitan signal sehingga akses internet tidak lancar. Berpengaruh pada peserta didik yang sering terlambat dalam mengikuti pembelajaran.

Kedua, masalah keterbatasan ekonomi keluarga. Ada beberapa peserta didik yang mengeluh dan tidak bisa mengikuti pembelajaran karena faktor kuota yang terbatas dan keterbatasan HP.

Ketiga, ada kecenderungan peserta didik meremehkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ada yang merasa kondisi pandemi ini sebagai liburan sekolah sehingga abai terhadap kewajibannya. Hal tersebut tidak lepas dari faktor lemahnya pengawasan orang tua terhadap anaknya. Dan yang juga menjadi keprihatinan para pendidik adalah ada orang tua mengajak anaknya bepergian atau membiarkan anaknya bepergian untuk suatu kebutuhan yang kurang jelas.

Sehingga selain membuat anaknya tidak melaksanakan kewajiban sebagai pelajar juga menyebabkan anak tidak taat protokol kesehatan. Tetapi seiring berjalannya waktu, segala kendala bisa teratasi. Pendidik dan peserta didik sudah mulai adaptif dengan sistem pembelajaran daring.

Sehingga pembelajaran semakin lancar, tertata. Metode ini mampu menjembatani komunikasi antara pendidik dengan para peserta didik sehingga walaupun terjadi pandemi Covid-19 fungsi pendidikan yang merupakan media pencetak sumber daya manusia yang berkualitas, bisa tetap berjalan dengan baik dan lancar. (rn1/lis)

Guru Sosiologi SMAN 1 Ngluwar, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya