Belajar IPS Sejarah dengan Metode Pembelajaran Kooperatif Learning

Oleh : Yuli Yati, S. Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATA pelajaran IPS di tingkat SMP merupakan mata pelajaran IPS terpadu yang terdiri dari IPS Geografi, Sejarah dan Ekonomi. Oleh karena itu dalam pembelajaran ini diperlukan berbagai metode agar dapat di mengerti oleh peserta didik dengan baik. Model pembelajaran yang digunakan dalam IPS terpadu khususnya materi sejarah antara lain adalah Kooperatif Learning. Hal ini dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik.

Pembelajaran kooperatif berasal dari Cooperative yang artinya mengerjakan sesuatu secara bersama sama dengan saling membantu satu sama lainnya. Model pembelajaran ini di harapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik , yang diikuti dengan kegiatan bekerjasama dengan teman. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik lebih maksimal terhadap materi yang sedang dipelajari.

Model Pembelajaran Kooperatif Learning sudah di gunakan guru sejak lama, yaitu dengan mendorong peserta didik untuk bekerja sama dalam kelompok kelompok kecil dalam kegiatan diskusi kelompok maupun dalam melakukan penelitian. Cooperativ Learning dapat diartikan sebagai sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerjasama dengan sesama peserta didik dalam kelompok untuk mengerjakan tugas tugas yang tersetruktur (Anatie Lie, 2005 : 4).

Baca juga:   Dengan Means Ends Analysis, Hasil Belajar Matematika Jadi Fantastis

Peserta didik akan belajar pula untuk mamahami materi dari apa yang disampaikan oleh teman lainnya dengan lebih mudah. Materi IPS sejarah kadang kurang diminati oleh peserta didik bila mana informasi yang diperoleh peserta didik hanya berasal dari guru dan buku pelajaran saja. Oleh karena itu dengan model pembelajaran kooperatif Leraning peserta didk diharapkan akan mencari informasi dari berbagai sumber agar dapat memahami materi.

Supriatna ( 2002 ) menyebut bahwa melalui pembelajaran kooperatif siswa bukan hanya di latih mentaati sikap keunggulan individual yang tergantung pada keunggulan kelompok, melainkan juga semangat serta ketrampilan kooperatif. Cooperatif Learning merupakan kegiatan siswa yang dilakukan dengan cara berkelompok. Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok kelompok tertentu untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan (Sanjaya, 2006 : 239).

Pada hakekatnya pembelajaran kooperatif sama dengan kerja kelompok, oleh karena itu sudah banyak Guru yang melakukannnya di berbagai mata pelajaran. Model pembelajaran kooperatif memberikan efektifitas dan motivasi serta sikap belajar dalam pencapaian mata pelajaran IPS Sejarah.

Baca juga:   Meningkatkan Kemampuan Mendengarkan Bahasa Inggris Melalui Audio-Visual

Dengan melaksanakan model pembelajaran kooperatif peserta didik memungkinkan dapat meraih kecermelangan dalam belajar, di samping itu juga dapat melatih peserta didik untuk memiliki ketrampilan baik ketrampilan berpikir (thinking skill) maupun ketrampilan sosial (social skill). Oleh karena itu diharapkan dengan pembelajaran kooperatif tidak hanya mampu meningkatkan pemahaman siswa, tetapi dapat meningkatkan pula arti kerjasama dalam suatu kelompok belajar di sekolah.

Pembelajaran kooperatif Learning ini juga sangat penting dalam meningkatkan rasa tanggung jawab masing masing siswa terhadap tugas tugas yang harus dikerjakan secara bersama sama. Selain itu peserta didik juga akan termotivasi untuk belajar dan mengerjakan tugas dengan saling bekerja sama dalam kelompok pembelajaran tersebut. Seperti di SMPN 2 Kandangan, Temanggung. (fkp1/zal)

Guru SMPN 2 Kandangan, Temanggung

Author

Populer

Lainnya