Pembelajaran Kimia Asyik dengan Eksperimen Mandiri

Oleh : Hartini, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Selama pandemi pembelajaran di berlangsung dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau online. Sejumlah sekolah memang mulai melaksanakan kegiatan PTM secara terbatas. Tetapi tetap saja, pembelajaran online masih tetap harus dilaksanakan demi mencegah penyebaran covid.

Tidak semua mata pelajaran tentu mudah dimengerti peserta didik selama pembelajaran online. Salah satunya pelajaran kimia yang masuk dalam rumpun Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Konsep pelajaran ini membutuhkan penalaran dan proses mental yang kuat pada peserta didik.

Proses mental peserta didik dalam mempelajari IPA berupa kemampuan mengintegrasikan pengetahuan/skema kognitif peserta didik yang tersusun dari atribut dalam bentuk keterampilan dan nilai untuk mempelajari fenomena-fenomena alam.

Pembelajaran kimia tidak lepas dari metode ilmiah. Pelaksanaan metode ilmiah dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan metode eksperimen. Tetapi, karena pembelajaran jarak jauh, kegiatan eksperimen tidak bisa dilaksanakan di kelas.

Nana Sudjana (2014: 93) mengatakan metode eksperimen mengharuskan siswanya mempraktekkan suatu proses tersebut. Setelah melihat/mengamati apa yang telah didemonstrasikan seorang demonstrator. Eksperimen juga dapat dilakukan untuk membuktikan kebenaran sesuatu.

Baca juga:   Kolaborasi Crossover Learning dengan Modul pada Materi Daya Hantar Listrik Larutan

Sedangkan menurut Asih Widi Wisudawati dan Eka Sulistyowati (2014: 157) metode eksperimen bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik dalam menemukan dan memahami suatu konsep atau teori IPA.

Nana Sudjana (2014: 15) berpendapat jika guru sebagai pengajar lebih menekankan kepada tugas dalam merencanakan dan melaksanakan pengajaran.

Dalam tugas ini guru dituntut memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan teknis mengajar, di samping menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkannya. Dalam pelaksanaan kegiatan PJJ, guru harus kreatif dan inovatif dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Guru harus berpikir kreatif untuk memanfaatkan berbagai barang di sekitar rumah peserta didik. Atau dapat dibeli dengan jarak dan harga yang terjangkau untuk digunakan sebagai alat dan bahan pada kegiatan eksperimen mandiri.

Misalnya, waktu membelajarkan materi uji asam basa, dapat memanfaatkan asam cuka, jeruk nipis, air sabun, asam jawa dan kunyit.

Pembelajaran materi reaksi reduksi dan oksidasi bisa memanfaatkan serbuk PK dan bawang merah. Pembelajaran sifat koligatif bisa dengan membuat es krim. Pembelajaran kalorimeter untuk membuat kalorimeter guna mengukur perubahan entalpi bisa memanfaatkan wadah bekas mie gelasan. Masih banyak lagi hal lain yang harus dikembangkan sekreatif mungkin.

Baca juga:   LMS Schoology Aplikasi untuk Pembelajaran Daring Kimia

Setelah melaksanakan eksperimen, penulis meminta anak-anak SMA Negeri 1 Bantarsari, Kabupaten Cilacap, membuat video tentang apa yang telah dipraktikkan. Hal ini dijadikan bukti bahwa peserta didik benar-benar sudah melaksanakan eksperimen secara mandiri.

Meskipun di rumah mereka bekerja secara berkelompok. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan mengkomunikasikan atau presentasi. (*/fth)

Guru Kimia SMA Negeri 1 Bantarsari, Kabupaten Cilacap

Author

Populer

Lainnya