Mudah Pahami Materi Genetik dengan Pembelajaran Berdiferensiasi

Oleh: Dionysius Heru Yulianto, S.Pd.Si.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PADA masa pandemi Covid-19 seperti saat ini pembelajaran di SMP Negeri 2 Kandangan belum dapat berlangsung secara normal. Pada awalnya pembelajaran dilakukan secara daring melalui whatapp grup.

Setelah mempertimbangkan kurva kasus penularan dan penyebaran Covid-19 yang semakin melandai, dan sekaligus guna memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para murid mengikuti pembelajaran maka diputuskan untuk memulai pembelajaran secara tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat. Murid setiap kelas yang masuk dibatasi hanya 50% dari kapasitas normal.

Agar para murid kembali bersemangat dalam mengikuti pembelajaran setelah sekian lama belajar di rumah maka perlu dicari model pembelajaran yang tepat. Salah satu yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan pembelajaran berdiferensiasi.

Dalam kegiatan pembelajaran ini, guru diharapkan melakukan bimbingan individual dengan berusaha memahami peserta didik sebagai makhluk individu dengan segala persamaan, perbedaannya dan juga melakukan bimbingan kelompok dengan berusaha memahami peserta didik sebagai makhluk sosial dengan tingkat pemahaman pengetahuan yang berbeda-beda (Suranto, 2018: 45).

Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Namun demikian pembelajaran berdiferensiasi bukanlah berarti bahwa guru harus mengajar dengan 16 cara yang berbeda untuk mengajar 16 orang murid.

Baca juga:   Membentuk Karakter Siswa di Masa Pandemi

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. (Oscarina Dewi Kusama dan dan Siti Luthfah, 2020 : 10-11). Pada kesempatan ini pembelajaran berdiferensiasi diterapkan pada materi genetik.

Materi genetik memegang peranan penting dalam proses pewarisan sifat. Warna kulit, bentuk rambut, bentuk hitung, atau bahkan beberapa jenis penyakit tertentu tidak serta-merta dimiliki oleh seseorang. Setiap ciri atau sifat yang ada pada setiap orang adalah warisan dari orang tua yang diwariskan melalui materi genetik.

Materi genetik dari ayah dan ibu akan bergabung melalui proses fertilisasi (Siti Zubaidah dkk, 2018: 121). Oleh karena adanya penggabungan materi genetik inilah, pada diri seorang anak akan muncul beberapa ciri yang mirip dengan ayah dan beberapa ciri yang mirip dengan ibu.

Sebelum mulai pembelajaran para murid dipetakan kebutuhan belajarnya berdasarkan profil belajar mereka yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Caranya dengan menyebar angket melalui google form dan meminta para murid untuk mengisinya sehingga dari jawaban yang diberikan akan diketahui profil belajar mereka.

Baca juga:   Meningkatkan Kompetensi Membaca Alquran melalui Tutor Teman Sebaya

Pada saat pembelajaran di kelas para murid kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan profil belajar mereka. Pada kelompok visual guru saat menjelaskan menggunakan banyak gambar atau alat bantu visual yang terkait dengan materi genetik.

Pada kelompok auditori guru menyediakan kesempatan bagi murid untuk mengakses sumber belajar terkait materi genetik yang dapat didengarkan murid secara lisan. Pada kelompok kinestetik guru membuat beberapa sudut belajar atau display yang ditempel di tempat-tempat berbeda untuk memberikan kesempatan murid bergerak saat mengakses informasi materi genetik.

Kegiatan selanjutnya adalah memberikan tugas yang berbeda sesuai dengan profil belajar murid. Untuk kelompok visual guru meminta murid untuk membuat infografis, kelompok auditori membuat rekaman audio, dan kelompok kinestetik membuat rekaman video yang terkait dengan materi genetik.

Hasilnya ternyata para murid sangat antusias dalam mengerjakan tugas tersebut. Dari hasil pengumpulan tugas terlihat bahwa para murid SMP Negeri 2 Kandangan lebih mudah dalam memahami materi genetik. (fkp1/zal)

Guru SMPN 2 Kandangan, Temanggung

Author

Populer

Lainnya