Belajar Menggambar di Masa Pandemi Melatih Kemandirian

Oleh : Murni Indriyati, S.Pd., M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SITUASI pandemi Covid- 19 yang berkepanjangan berdampak terhadap perubahan yang luar biasa dalam dunia pendidikan. Seolah olah jenjang pendidikan bertransformasi untuk beradaptasi secara tiba tiba dan drastis untuk melakukan pembelajaran dari rumah melalui media daring (online).

Hal ini diatur sesuai dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Sistim Pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat Personal Computer (PC) atau laptop yang terhubung dengan koneksi jejaring internet. Guru dapat melakukan kegiatan pembelajaran bersama diwaktu yang sama menggunakan grup di media social seperti, WhatsApp (WA), telegram, instagram, aplikasi Zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran.

Dengan demikian Guru dapat memastikan siswa mengikuti pembelajaran dalam waktu bersamaan, meskipun ditempat yang berbeda. Gurupun dapat memberi tugas terukur sesuai dengan tujuan materi yang disampaikan kepada siswa. Seperti halnya dalam pembelajaran menggambar.

Di SMP Negeri 36 Semarang, pembelajaran menggambar dilaksanakan secara daring, dengan menggunakan media social WhatsApp (WA), google classroom, microsof team maupun google meet.

Baca juga:   Literasi Alkitab Setiap Pagi Tingkatkan Karakter Religius Siswa Kristiani

Dalam proses pembelajaran guru menyampaikan materi dan tujuan pelajaran secara daring atau tatap maya dengan menggunakan media google meet/ microsof team, yang sebelumnya memberikan link kepada siswa lewat grup WA, sesuai dengan Perencanaan Pembelajaran yang telah diprogramkan. Sangat disayangkan, tidak semua siswa dapat mengikuti tatap maya dengan baik, karena adanya kendala keterbatasan media yang ada, mungkin jaringan internet dan tidak semua siswa memiliki HP pribadi atau laptop.

Semua tugas maupun materi menggambar diberikan lewat google classroom dan dikerjakan oleh siswa secara mandiri di Rumah. Tugas ditulis secara lengkap, baik langkah- langkah, teknik, contoh- contoh gambar maupun batas waktu mengumpulkan, siswa disarankan atau diperbolehkan mencari referensi contoh- contoh gambar lewat google, sehingga dapat digunakan sebagai contoh maupun acuan dalam menggambar.

Setelah proses menggambar selesai segera diuplaude di google classroom yang sebelumnya di foto terlebih dahulu. Guru memberikan penilaian dan komentar langsung di google classroom dan siswapun bisa langsung melihatnya.

Sebagaimana proses pembelajaran yang sudah berlangsung secara tatap maya dapat melatih kemandirian siswa, diperoleh hasil karya sesuai interpretasi dan kreasi yang mencerminkan kualitas kreatif siswa secara perseorangan, ketidak sinkronan antara intruksi guru yang diberikan dengan hasil karya yang diciptakan, masing masing menunjukkan gejala yang masih perlu kelanjutan pembimbingan secara langsung yang meliputi sesesuaian tema, penataan komposisi, maupun finishing secara keseluruhan.

Baca juga:   Show And Tell Memudahkan Bercerita Teks Fantasi

Dalam mengumpulkan tugaspun tidak semua siswa bisa mengumpulkan tepat waktu, sehingga guru mengalami kendala dalam menilai hasil karya secara keseluruhan. Dari catatan kelemahan karya yang ada dan ketepatan waktu pengumpulan hasil karya, maka pembimbingan tatap muka secara individu maupun clasikal tetap diperlukan. Ini sangat penting , karena antara guru dan siswa bisa saling mengungkapkan persepsi terhadap tugas dan sangat diperlukan penjelasan teknik menggambar dan motivasi secara langsung. (ips1/zal)

Guru SMPN 36 Semarang

Author

Populer

Lainnya