Belajar Pecahan di Kelas Rendah dengan Benda Konkret

Oleh : Sunarno, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Proses belajar mengajar sangat menentukan dalam keberhasilan siswa dalam menguasai materi yang disampaikan guru. Guru harus mengupayakan agar materi yang disampaikan ke siswa mampu dipahami.

Maka, perlu pemilihan metode dan media yang tepat dan efektif. Menggunakan benda-benda di sekitar, agar siswa mampu membangun konsep pembelajaran dari pengalaman yang sudah dimilikinya.

Kebanyakan siswa masih beranggapan belajar matematika membosankan kurang menarik, dirasakan sukar apalagi disampaikan oleh guru yang keras dalam penyampaikan sehingga sering dianggap pelajaran matematika sebagai momok atau pelajaran yang menakutkan.

Sehingga guru dituntut menyajikan materi terutama dalam pelajaran matematika semenarik mungkin, menyenangkan agar persepsi tentang pelajaran yang menakutkan hilang dari pemahaman siswa.

Bagaimana agar siswa itu belajar aktif? Hendaknya pengajaran matematika itu menarik minat siswa, derajat kesukarannya dapat diikuti siswa, siswa mendapat kesempatan, sarana dan prasarananya menunjang kelancaran dalam pembelajaran.

Penggunaan teknik/metode yang tepat, guru harus mampu mengadakan penilaian diri, pengetahuan guru luas, memakai cara evaluasi yang bervariasi, dan guru memiliki kompetensi yang utuh serta dalam pembelajaran matematika.

Pada pembelajaran matematika khususnya materi pecahan, siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenal pecahan, membandingkan pecahan, dan dalam pengoperasiannya, sehingga hasil belajarnya pun tidak maksimal.

Padahal materi pecahan pada kelas III SDN Girirejo 3 Kecamatan Ngablak merupakan konsep dasar yang harus dipahami oleh siswa agar dalam menerima konsep-konsep yang baru pada kelas yang lebih tinggi nantinya tidak mengalami kesulitan.

Baca juga:   Belajar Pecahan dengan Tutor Sebaya

Pembelajaran matematika pada penggunaan alat peraga benda konkret untuk membantu mengungkap dan menjelaskan materi pecahan pada siswa kelas tiga, sehingga diharapkan siswa akan memahami materi pecahan dengan baik dan dapat lebih berkembang.

Hal ini dapat diperkuat dengan pendapat John and Rising (dalam Sugiarto dan Isti Hidayah, 2004:5). Bahwa pentingnya media atau alat peraga dalam pembelajaran (matematika) menunjukkan, persentase yang diingat dari informasi yang diperoleh dengan kegiatan melihat, mendengar, sekaligus melakukan, lebih besar daripada hanya melihat atau mendengar saja. Sehingga hasil belajar akan lebih meningkat.

Untuk itu penulis mencoba menanamkan pada siswa tentang konsep pecahan melalui bantuan alat peraga benda konkret. Fungsi blok pecahan adalah membantu guru mengajarkan konsep pecahan, mengurutkan pecahan tertentu dengan pecahan senilai.

Alat peraga blok pecahan ini dapat dibuat dari bahan triplek, karton, kertas asturo/kertas berwarna, dan lain sebagainya. Bentuk alat dapat berupa persegi panjang atau lingkaran.

Penggunaan alat peraga blok pecahan ini dapat dipakai secara klasikal untuk menanamkan konsep pecahan. Guru dapat mengawalinya dengan menggunakan selembar kertas yang dilipat sesuai pecahan yang dikehendaki. Selanjutnya guru menggunakan peraga blok pecahan model lingkaran dan persegi panjang tersebut, untuk mmenerangkan tentang pecahan. Misalnya guru akan memperkenalkan pecahan 1/2, 1/4, 1/8 maka guru dapat menunjukkan terlebih dahulu kepada siswa 1 bagian yang utuh.

Baca juga:   Lingkungan Sekitar sebagai Media Pembelajaran di Kelas Rendah

Selanjutnya tunjukkan pada siswa bahwa 2 bagian yang sama besar dapat menutupi 1 bagian yang utuh. Kemudian kenalkan pada siswa bahwa masing-masing bagian adalah separo atau setengah atau seperdua. Selanjutnya tuliskan lambang bilangan setengah yaitu ½.

Selain menggunakan benda seperti persegi, lingkaran, segitiga kita juga bisa menggunakan buah-buahan atau makanan yang utuh kemudian dibagikan kepada siswa dengan membelah menjadikan beberapa bagian yang sama.

Misalnya menggunakan 1semangka/kue yang utuh kita belah menjadi 2 bagian, 4 bagian, 8 bagian kemudian kita bagikan ke sejumlah anak. Sehingga anak mengalami pembelajaran secara nyata dan konkret.

Belajar bilangan pecahan dasar menggunakan benda konkret diharapkan mampu menanamkan konsep tentang logika atau kerangka berpikir siswa. Sehinggga mampu meningkatkan pemahaman, pengetahuan tentang bilangan pecahan. Mampu meningkatkan hasil belajar siswa di kelas rendah sebagai dasar pemahaman bilangan pecahan untuk belajar ke tingkat selanjutnya. (pm2/lis)

Guru SDN Girirejo 3 Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya