Membangun Karakter Bangsa melalui Profil Pelajar Pancasila

Oleh : Yuda Kusdiawati, M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembentukan karakter manusia memiliki karakteristik yang beragam dan banyak dibahas oleh berbagai kalangan. Karena karakter menjadi salah satu penentu kemajuan bangsa. Sejalan dengan perkembangan zaman dan arus modernisasi ikut mempengaruhi berkurangnya karakter bangsa yang sudah dibangun oleh para founding father.

Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas diartikan sebagai bawaan hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen dan watak. Kompleksitas karakter manusia harus dibentuk melalui pendidikan yang biasa kita kenal dengan pendidikan karakter.

Zubaidi (2012) dalam Desain Pendidikan Karakter menjelaskan pendidikan karakter merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik untuk membentuk kepribadian peserta didik yang mengajarkan dan membentuk moral, etika dan rasa berbudaya yang baik.

Berakhlak mulia serta mampu menumbuhkan kemampuan peserta didik untuk mengambil keputusan dan mewujudkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara melakukan pendidikan, pengajaran, bimbingan dan pelatihan.

Sejalan dengan itu terdapat satu pemikiran Ki Hajar Dewantoro dalam pembentukan karakter peserta didik yang semestinya kita kaji ulang. Peserta didik memiliki perbedaan yang ragamnya sangat tinggi karena berasal dari lingkungan yang sangat berbeda.

Berangkat dari asumsi dasar bahwa proses belajar harus dilakukan dengan tujuan untuk membebaskan peserta didik, pendidik ataupun sekolah dari berbagai hal yang membelenggu. Terdapat 4 pokok kebijakan yang dilakukan oleh Kemendikbud.

Baca juga:   Terapkan Mind Mapping dalam Pembelajaran Puisi

Yaitu mengganti UN dengan Assesmen Kompetensi minimum (AKM) dan survei karakter, pengalihan kewenangan USBN kepada pihak sekolah, penyederhanaan RPP oleh guru dan merevisi proses PPDB dengan penambahan kuota melalui jalur prestasi.

Perubahan ini diharapkan memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan sementara dari survei karakter diharapkan peserta didik dapat menerapkan asas-asas Pancasila secara utuh sehingga dihasilkan profil pelajar Pancasila.

Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbentang dari Sabang sampai Merauke membutuhkan fondasi karakter yang kuat terhadap perkembangan peserta didik. Diperlukan kerja sama yang kuat antara Kemendikbud sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah, masyarakat luas, peserta didik dan pendidik.

Terdapat 6 profil pelajar Pancasila yang hendaknya tertanam dalam diri setiap peserta didik. Diawali dari pertama beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bahwa pelajar pancasila hendaknya memiliki spiritualitas yang tinggi sesuai keyakinan mereka dalam kehidupan sehari-hari dan didukung oleh akhlak yang mulia baik secara individu, kepada sesame manusia, alam sekitar dan negara.

Kedua, berkebhinekaan global perbedaan yang ada menjadikan kekuatan yang harus dipegang teguh oleh para pelajar untuk meningkatkan nasionalisme berbangsa dan bernegara.

Baca juga:   Penerapan Metoder SOLE pada Materi Aritmatika Sosial

Ketiga, gotong royong merupakan salah satu nilai penting yang harus dijunjung tinggi karena akan menciptakan rasa kebersamaan suka rela dan menimbulkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Profil ke-4 adalah kemandirian, terdapat tuntutan agar semua pelajar Pancasila dapat menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik dan penuh tanggung jawab secara mandiri.

Profil pemuda Pancasila yang ke-5 yakni bernalar kritis. Tantangan perkembangan global pada semua semua sektor kehidupan mengajak pelajar lebih bisa bernalar kritis yang berarti memiliki kemampuan secara objektif untuk memproses, mengelaborasi, menganalisis, mengevaluasi dan menyimpulkan informasi baik secara kualitatif maupun kuantitatif dalam perspektif pengampilan keputusan.

Profil ke-6 adalah kreatif. Diperlukan kreativitas yang tinggi untuk menghadapi persaingan global.

Untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dilandasi semangat dan pembiasaan baik dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Penanaman yang kuat dalam pribadi setiap peserta didik dan memberi contoh yang baik akan mempercepat pembentukan karakter yang baik dan terwujudnya profil pelajar Pancasila. (ms2/lis)

Guru Biologi di SMAN 1 Jatibarang, Brebes

Author

Populer

Lainnya