Belajar Bahasa Indonesia Menarik dengan Pudes

Oleh: Tri Warsiti, S.Pd.,SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATA pelajaran bahasa Indonesia yang tercantum dalam Permendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006, pada dasarnya bertujuan untuk membentuk kompetensi komunikatif pada diri siswa.

Pembelajaran bahasa Indonesia adalah suatu proses kegiatan penyajian informasi dengan sarana komunikasi yang membantu peserta didik agar dapat meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi secara lisan dan tertulis, serta menghargai karya cipta bangsa Indonesia (Dwi Hasqi,P., 2018: 8).

Melihat hakikat dan tujuan pelajaran Bahasa Indonesia maka diperlukan strategi yang tepat sehingga apa yang menjadi makna dan tujuan tersampaikan sebagaimana seharusnya.

Mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk KD 3.4 Menggali Informasi dari buku sejarah menggunakan aspek apa, di mana, kapan, siapa mengapa dan bagaimana adalah materi yang memerlukan stategi yang tepat lebih lagi terkait dengan informasi dari buku sejarah secara khusus kepahlawanan.

Pada umumnya untuk mempelajari KD 3.4 guru terjebak dalam pembelajaran hafalan atau sekedar tanya jawab yang sifatnya membosankan.

Pada akhirnya siswa hanya hafal konsep-konsep yang ada pada materi tersebut. Hal seperti ini tidak boleh terjadi secara berkelanjutan mengingat cara seperti ini hanya akan memberikan kesan yang dangkal pada siswa terhadap pembelajaran.

Baca juga:   Penanaman Pendidikan Karakter Siswa di Sekolah Dasar dan di Masyarakat

Padahal semua aspek harus dikuasai dan dipahami. Selain semua aspek harus terkuasai seharusnya pembelajaran bermakna yang membekas juga perlu diperhatikan. Salah satu strategi untuk melaksanakan pembelajaran pada KD 3.4 tersebut penulis memilih Pudes sebagai media pembelajarannya.

Pudes akronim dari puisi deskriptif. Puisi menurut James adalah ungkapan bahasa yang memiliki daya pikat. Artinya dengan membaca puisi tersebut pembaca akan terpikat untuk membacanya.

Sedangkan puisi deskriptif yaitu puisi yang menggambarkan objek tertentu apakah itu orang, tempat, suasana yang mendalam. Ciri-ciri puisi deskriptif menggambarkan uraian dalam paragraf, mirip dengan ciri-ciri yang terkandung dalam dalam uraian dan uraian paragraf https://www.isplbwiki.net/2018/12/pengertian-puisi-deskriptif-dan-contoh.html

Wujud puisi deskriptif dalam materi menggali informasi dari buku sejarah tentang apa, siapa di mana, mengapa dan bagaimana yaitu puisi yang isinya juga tentang apa, siapa, di mana, mengapa dan bagaimana yang diambil dari buku sejarah, hanya saja dikemas dalam bentuk puisi deskriptif. Puisi deskriptif ini akan lebih menarik dipelajari dari pada sekedar bacaan atau informasi.

Langkah-langkah strategi pudes dilaksanakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu materi bahasa Indonesia yang diambil dari buku sejarah ditunjukkan oleh guru: guru meminta materi sejarah tersebut di tulis ulang dalam bentuk puisi deskriptif yang bebas dengan bahasa siswa masing-masing; Puisi yang sudah ditulis di kemas yang rapi dan boleh diberi gambar sesuai dengan isi deskripsi paragraf buku. Setelah selesai puisi di foto dan dikirim ke guru menggunakan whatsapp. Guru menilai puisi dan menulis ulang puisi dari semua siswa menjadi kumpulan puisi.

Baca juga:   Bermain Sepak Bola Berperan Tingkatkan Prestasi Belajar

Kumpulan puisi di share ke semua siswa melalui whatshaap kelas sehingga semua siswa mengetahui hasil karyanya dan karya teman-temannya. Langkah-langkah ini akan menumbuhkan rasa bangga pada diri siswa dan materi bisa lebih lengkap di kuasai melalui puisi-puisi buatan teman-temannya. Hal ini juga merupakan pembelajaran menarik bagi siswa.

Selain itu kreativitas siwa akan tersalurkan dengan kebebasan menyusun materi dalam bentuk puisi. Berdasarkan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar Bahasa Indonesia menarik dengan Pudes. Seperti yang diterapkan di SDN Ngrancah, Kabupaten Magelang. (ms2/zal)

Guru SDN Ngrancah, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya