Zoom Meeting Obati Kerinduan Belajar Siswa di Sekolah saat Pandemi

Oleh: Asnawi, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MEREBAKNYA pandemik Covid-19 sejak akhir tahun 2019 telah berhasil melumpuhkan dunia hingga saat ini. Hadirnya pandemik tersebut secara nyata memunculkan efek domino (semua sisi kehidupan terdampak).

Seluruh umat manusia secara langsung atau tidak langsung ikut merasakannya. Covid-19 mempengaruhi kesehatan masyarakat, masalah kesehatan fisik dan mental anak-anak (Aurélie, dkk., 2020: 177) dan memberi efek pada penyelenggaraan pendidikan, seperti: penutupan sekolah yang dirasakan oleh lebih dari satu miliar siswa di dunia (World Bank, 2020).

Penutupan sekolah di seluruh dunia bukan kejadian yang sering dialami. Tetapi, dengan pandemi ini, 188 negara telah menerapkan penutupan di seluruh negeri, mempengaruhi lebih dari 1,5 miliar anak-anak dan remaja (United Nations, 2020: 4). Sementara itu, kebutuhan anak-anak akan pendidikan harus tetap dipenuhi.

Merujuk Surat Edaran Kemendikbud Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Covid-19 (Kemendikbud, 2020a), dan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada satuan pendidikan (Kemendikbud, 2020b), menginstruksikan kepada pengelola institusi pendidikan anak usia dini untuk melakukan berbagai penyesuaian pembelajaran yang tidak membebani guru dan siswa, akan tetepi tetap memperhatikan nilai-nilai penguatan karakter seiring perkembangan status kedaruratan Covid-19.

Baca juga:   PTM Terbatas dan PJJ Aman dengan Model Belajar Flipped Classroom

Edaran tersebut mendorong para guru untuk tidak hanya fokus menyelesaikan semua materi dalam kurikulum. Tetapi yang paling penting adalah siswa masih terlibat dalam pembelajaran yang relevan seperti keterampilan hidup, kesehatan, dan empati.

Agar pelaksanaan pembelajaran pada siswa tetap berlangsung, maka sistempembelajar-an dikelas diubah menggunakan pembelajaran jarak jauh (moda daring) dan moda luring (luar jaringan) untuk mempermudah sistem pembelajaran pemerintah menyediakan berbagai aplikasi diantaranya e-learning, Google Classroom, Zoom Meeting,dan lain-lain.

Sebagai guru kelas IV SDN Butuh 1 Kec. Kaliangkrik Kab. Magelang, penulis mencoba menerapkan Zoom Meeting dalam pembelajaran jarak jauh untuk meningkatkan minat serta hasil belajar siswa. Zoom merupakan aplikasi buatan miliader Eric Yuan yang dirilis pada Januari 2013.

Selain sebagai aplikasi, zoom juga dapat diakses melalui website, baik untuk OS Mac, Windows, Linux, iOS, dan Android. Adapun keuntungan menggunakan zoom dalam pembelajaran adalah guru dapat mengontrol keikutsertaan siswa dalam pembelajaan dan dapat berinteraksi secara langsung dengan siswa. Dengan zoom pembelajaran jarak jauh dirasa dapat lebih efektif. Siswa dapat berinterksi dengan guru dan teman- temannya secara virtual tanpa harus berkerumun di dalam kelas.

Baca juga:   Meningkatkan Semangat Belajar dengan Metode C3T

Cara menggunakan aplikasi Zoom Meeting adalah: kamera, baik yang tertanam di perangkat pintar atau webcam terpisah. Biasanya, komputer, laptop atau hp modern sudah mempunyai kamera yang cukup mumpuni untuk mengakse zoom, mikrofon atau mic. Sama seperti kamera, biasanya mic juga sudah tertanam di perangkat pintar. Cara mengetes suara melalui pengaturan audio di aplikasi. Jika output dan input suara bermasalah, sebaiknya menggunakan mic atau headset terpisah, koneksi internet.

Tentu saja, untuk menghubungkan dengan para siswa melalui video call, diperlukan koneksi internet yang cepat dan stabil. Aplikasi zoom kita install dulu di Hp, laptop, atau komputer kit aini akan lebih baik dari pada mengaksesnya melalui browser.

Zoom dirasa sangat membantu para guru, murid dan orang tua dalam melaksanakan pembelajaran online pada waktu PJJ ini. Disamping keuntungan digunakannya zoom ada juga kelemahan yang dirasakan penulis yaitu kekurangefektifan pembelajaran karena tidak dapat bertatap muka secara langsung siswa mungkin kurang menyerap konsep pembelajaran yang diberikan guru. (ms2/zal)

Guru SDN Butuh 1, Kab. Magelang

Author

Populer

Lainnya