Learning Loss, Apa, Mengapa, dan Bagaimana Mengatasinya

Oleh: Nanik Setyawati,S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, COVID-19 telah mengubah seluruh tatanan kehidupan termasuk juga disektor pendidikan. Para pelajar harus mengikuti kebijakan dari pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Walaupun sudah didukung dengan berbagai tehnologi selama menjalani PJJ, Namun masih saja ada celah yang menyebabkan pembelajaran kurang efektif.

Hal ini menjadikan salah satu hal yang menjadi kekhawatiran bersama jika PJJ berlangsung dalam waktu yang cukup lama maka bisa menyebabkan adanya learning loss.

Penutupan sekolah selama pandemi, pola pembelajaran yang berubah menjadi pembelajaran secara online menyebabkan hilangnya ikatan emosional antara guru dan siswa, Sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna.

Termasuk juga kami yang ada di MI Negeri 4 magelang melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan berbagai pendekatan. Berbagai model pembelajaran dilakukan agar pesan pembelajaran tersampaikan. Namun Beberapa karakter mata pelajaran nyatanya terlalu sulit disampaikan secara daring.

Learning loss diartikan sebagai kehilangan atau keterbatasan pengetahuan dan kemampuan (skill) secara umum ataupun spesifik atau merujuk pada progress akademis yang terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan atau dekontinuitas dalam pendidikan bagi sisswa (https://edglosssary.org/).
Pada dasarnya learning loss sudah dialami sejak dulu, namun mungkin belum disadari oleh sekolah, guru, maupun orangtua.

Ada banyak hal yang menyebabkan learning loss, di antaranya yaitu: pertama, siswa sudah lama tidak masuk sekolah, bisa dikarenakan libur semester atau libur kenaikan kelas dan proses belajar dari rumah. Kedua, kompetensi guru yang masih rendah sehingga membuat kegiatan pembelajaran tidak berjalan efektif dan optimal.

Baca juga:   Straegi Penilaian Sikap pada Masa PJJ

Hal tersebut menimbulkan kebosanan dan kejenuhan pada siswa, sehingga motivasi belajar mereka menurun. Ketiga, Metode pengajaran yang tidak tepat dan tidak sesuai kompetensi siswa, sehingga mereka sulit menerima materi pelajaran.

Keempat, kurikulum yang diterapkan dinilai terlalu berat dan banyak mengandung materi yang tidak perlu untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kurang mempersiapkan anak untuk memasuki kehidupan yang sebenarnya di masa depan, khususnya di era globalisasi dan era informasi. Kelima, siswa merasa terbebani dengan banyaknya tugas sekolah yang sulit.

Menurut Indra Charismiadji, seorang pemerhati dan praktisi pendidikan menyampaikan beberapa faktor penyebab terjadinya learning loss yaitu karena pendidikan jarak jauh dan yang paling dominan diakibatkan karena cara mengajar yang hanya dipindahkan dari dalam kelas dan diadopsi sepenuhnya ke pembelajaran online.

Solusi yang ditawarkan oleh beliau adalah: pertama, pendidik harus mempunyai growth mindset yakni pemikiran yang bertumbuh dan berkembang sesuai keberlangsungan zaman. Kedua, melakukan pembelajaran dengan model blended learning yakni perpaduan antara manusia dengan teknologi.

Lalu bagaimana cara meminimalisir terjadinya learning loss? Peran orang tua menjadi bagian yang sangat penting dari keberhasilan pendidikan anak dimasa pandemi seperti ini, tentunya juga harus didukung oleh para guru dan lingkungan sekolah. Hal ini dikarenakan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama.

Baca juga:   Aplikasi Wordwall Solusi Pembelajaran Jarak Jauh TIK

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatai learning loss (Popmama.com). Pertama, membuat suasana sekolah di rumah, Jika anak melaksanakan sekolah secara daring, dan menciptakan suasana sekolah yang menyenangkan di sekolah agar minat belajar anak meningkat. Kedua, orang tua juga harus memahami materi pelajaran anak.

Hal ini berguna untuk membantu anak memcahkan masalah disaat anak kesulitan memahaminya. Ketiga, menggunakan media pembelajaran yang inovatif. Menggunakan berbagai media dapat menarik minat anak untuk belajar. Keempat, menjalin komunikasi antara orang tua dan guru. Komunikasi dua arah yang terjadi antara guru dan orang tua dapat menghasilkan pembelajaran yang baik bagi anak. Kelima, mengembangkan bakat yang digemari oleh anak.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tatap muka perlu dilakanakan untuk menekan terjadinya learning loss. Selain itu, kerjasama orang tua dan guru penting dilakukan, growth mindset bagi guru, serta penggunaan media yang menarik agar minat belajar anak kembali meningkat. (ms2/zal)

Guru MI Negeri 4 Magelang
Guru Fasda Numerik Madrasah Ibtidaiyah Kab. Magelang

Author

Populer

Lainnya