Blended Learning Metode Tepat Pembelajaran Bahasa Inggris di Masa Pandemi

Oleh : Ayu Sulistiyani, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 memaksa seluruh sektor berhenti beroperasi. Tidak terkecuali dunia pendidikan. Sistem pembelajaran selama pandemi berubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pembelajaran di dalam kelas yang semula tatap muka menjadi tatap maya menggunakan teknologi seperti Google meet.

Begitu juga pembelajaran di luar kelas juga memanfaatkan berbagai kemajuan teknologi. Siswa secara mandiri mencari informasi dengan melihat di televisi atau video, membaca di media cetak maupun online, bisa juga dengan mendengarkan radio.

Namun, dalam pembelajaran dari rumah ini, kegiatan belajar mandiri siswa kurang bisa berjalan maksimal. Karena keterbatasan media pembelajaran secara daring yang bisa diakses oleh semua siswa. Terutama siswa di SMKN 1 Pekalongan.

Salah satu metode pembelajaran yang dinilai efektif untuk PJJ adalah metode blended learning. Metode ini dinilai bisa menjadi salah satu metode pembelajaran yang cocok untuk siswa di SMKN 1 Pekalongan.

Blended learning berasal dari kata blended (perpaduan) dan learning (pembelajaran). Dengan kata lain, blended learning dapat dimaknai sebagai pembelajaran kombinasi. Yaitu kombinasi pembelajaran secara tatap muka di kelas dan pembelajaran secara daring menggunakan handphone,di SMKN 1 Pekalongan menggunakan aplikasi Google Classroom.

Dengan penerapan blended learning ini, proses belajar mengajar bisa berjalan lancar. Siswa juga lebih bisa memahami materi yang disampaikan oleh guru. Penerapan PTM terbatas dengan sistem blended learning dilakukan dengan cara:

Baca juga:   Upaya Meningkatkan Kelincahan melalui Sepakbola Mini

pertama,setiap kelas dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan no absen. Misal satu kelas terdiri dari 36 siswa maka no absen 1 sampai 18 menjadi kelompok A dan no absen 19 sampai 36 menjadi kelompok B.

Yang kedua, dalam satu hari dibagi menjadi dua sif. Yaitu sif pagi untuk kelompok A dengan jam pembelajaran dari jam 08.00 sampai jam 10.00. Sif siang untuk kelompok B dengan jam pembelajaran dari jam 13.00 sampai jam 15.00. Yang ketiga, pergantian sif pagi dan siang berlangsung dalam satu minggu.

Dengan sistem seperti ini dirasa lebih efektif karena bisa bertemu langsung dengan siswa di dalam kelas meskipun hanya setengahnya dan yang setengahnya lagi dilakukan pembelajaran secara PJJ dengan Google Classroom.

Khusus dalam pembelajaran bahasa Inggris, di era modern saat ini, menguasai bahasa Inggris sudah menjadi suatu kebutuhan. Tak cuma itu, hampir semua jenis lapangan pekerjaan juga mencantumkan keahlian berbahasa Inggris sebagai kriteria.

Namun sayang masih ada sebagian besar siswa yang meskipun sudah diberi penjelasan dan banyak latihan masih mengalami kesulitan belajar bahasa Inggris. Lalu, apa sih yang jadi penyebab siswa susah untuk bisa bahasa Inggris?

Baca juga:   Memahami Hukum Pascal dengan Papan dan Alat Suntik

Banyak faktor penyebabnya. Pertama, sebagian siswa masih menganggap bahasa Inggris itu tidak penting karena sekolahnya kejuruan. Mereka beranggapan mapel produktiflah yang paling utama.

Yang kedua, penguasaan vocabulary siswa yang masih sangat sedikit. Sehingga mereka mengalami kesulitan dalam memahami materi. Yang ketiga, banyak siswa yang pasif dalam belajar. Untuk mengatasi kondisi ini PTM terbatas dengan sistem blended learning untuk pembelajaran bahasa Inggris sangat tepat.

Penyampaian materi dilakukan melalui Google Classroom, sehingga siswa dapat mengakses dan mempelajarinya kapan saja. Jika siswa mengalami kesulitan mereka bisa menanyakan saat pelaksanaan PTM di kelas bersama dengan guru.

Dengan demikian guru bisa memantau perkembangan penguasaan materi siswa, penguasaan vocabulary siswa, dan kemampuan siswa untuk membuat kalimat serta berbicara dalam bahasa Inggris.

Hasil yang didapat juga jauh lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran PJJ murni. Pembelajaran bahasa Inggris terintegrasi dalam empat keterampilan. Yaitu keterampilan mendengarkan (listening), keterampilan berbicara (speaking), keterampilan membaca (reading), dan keterampilan menulis (writing). Dengan penerapan blended learning ini keempat keterampilan ini akan bisa terlaksana dengan baik. (bk1/lis)

Guru SMK Negeri 1 Pekalongan

Author

Populer

Lainnya