Torso Permudah Belajar Alat Gerak pada Manusia

Oleh : Siti Iftidaiyah,S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada lingkungan belajar. Interaksi peserta didik dengan lingkungan belajar, dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran. Yakni, berupa sejumlah kemampuan bermakna dalam aspek pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan yang di miliki oleh peserta didik.

Setiap siswa mempunyai karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Baik dalam hal intelegensi, gaya belajar, daya tahan belajar, minat, motivasi dan sebagainya. Dengan keragaman latar belakang tersebut, maka diperlukan strategi pembelajaran yang tepat, salah satunya dengan menggunakan media.

Menurut H. Malik (1994), Pengertian Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan.

sedangkan Menurut Latuheru, Definisi media pembelajaran adalah bahan, alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi, komunikasi, edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya.

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang masuk dalam kurikulum 2013 berhubungan dengan cara mencari tahu tentang lingkungan sekitar maupun diri sendiri secara sistematis.

Baca juga:   Tingkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dengan Quiziz

Bukan hanya sebatas penguasaan ilmu pengetahuan berupa fakta, konsep atau prinsip saja tetapi merupakan suatu proses seharusnya menjadi sebuah pembelajaran yang menarik sekaligus menyenangkan karena pelajaran IPA seringkali selalu berhubungan dengan diri sendiri maupun alam sekitar.

Namun tidak selalu demikian pada kenyataanya, banyak siswa yang kurang tertarik pelajaran IPA sehingga mengakibatkan prestasi belajar siswa masih rendah dikelas V SD Negeri Harjowinangun 02 Kecamatan Tersono Kabupaten Batang. Rendahnya prestasi belajar yang terjadi dapat dipengaruhi oleh beberapa hal salah satunya adalah pemilihan media yang tepat.

Organ tubuh manusia merupakan salah satu materi kurtilas kelas V sekolah dasar. Media Torso merupakan media asli tiruan atau model yang dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa, membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran, pembelajaran lebih komunikatif.

Penulis sebagai guru kelas V SD Negeri Harjowinangun 02 Kecamatan Tersono Kabupaten Batang dalam mengatasi rendahnya prestasi belajar serta minat siswa terhadap mata pelajaran IPA dengan menggunakan media Torso pada pelajaran IPA dengan Kompetensi Dasar Menjelaskan alat gerak dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan alat gerak manusia, dengan materi pembelajaran alat gerak pada manusia. Solusi ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa dalam belajar sehingga pembelajaran dapat berhasil.

Baca juga:   Tantangan Mendidik Generasi Alpha di saat Pandemi Covid-19

Langkah pembelajaran penggunaan Media Torso dalam pembelajaran adalah guru membagi siswa dalam beberapa kelompok. Bersama kelompoknya siswa mengamati torso rangka manusia dan mengidentifikasi nama-nama tulang penyusun sistem gerak pada manusia. Selanjutnya setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil identifikasi nama-nama tulang .sementara kelompok lain memberi tanggapan.

Jika dikaitkan dengan pengalaman yang diperoleh siswa dalam belajar dengan menggunakan model torso siswa memperoleh pengalaman yang riil. Proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan , sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.. Belajar dengan alat peraga tiga dimensi merupakan alat bantu yang efektif dalam mengikutsertakan berbagai indera dalam belajar mengajar (Nurbatni, 2005).

Penulis memilih media torso dalam pembelajaran materi Sistem Gerak karena menganggap penggunaan Media torso memiliki kelebihan yaitu memberi kesempatan siswa dalam tugas yang nyata memperlihatkan rangsangan yang relevan, meningkatkan pemahaman dan ingatan siswa serta memperbesar motivasi dan minat belajar siswa terbukti setelah dilakukan penilaian 75 persen siswa mencapai KKM. (ms1/zal)

Guru SDN Harjowinangun 02 Tersono, Batang

Author

Populer

Lainnya