Banjir Kanal Timur Sudah Siap Sambut Musim Hujan, Sungai Beringin masih Dinormalisasi

spot_img

RADARSEMARANG.COM – Musim hujan tiba, banjir pun mengancam. Karena itu berbagai antisipasi dilakukan. Semarang sebagai kota yang dilalui banyak sungai sudah melakukan antisipasi. Salah satunya adalah pembangunan pengendalian banjir melalui Banjir Kanal Timur (BKT).

Pelaksana Teknik Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai 2 BBWS Pemali Juana Herryandi Pratama mengaku, pembangunan BKT tahap satu sudah selesai 100 persen.

Yaitu, normalisasi dan perkuatan tanggul BKT dari Jalan Majapahit sampai dengan muara. Saat ini, sedang proses pengerjaan tahap dua sebagai penyempurnaan dari tahap satu.

“Progres pengendalian Banjir Kanal Timur tahap dua sudah mencapai 95 persen on going,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Herryandi juga mengatakan sudah menyiapkan cara untuk mengantisipasi banjir. Salah satunya dengan mengoptimalkan pompa baru di rumah pompa Pasar Waru. Pompa yang memiliki kapasitas 2 x 2000 M3/detik tersebut siap digunakan pada awal Desember nanti.

Selain itu, pihak BBWS Pemali Juana juga menyiapkan pompa-pompa portabel yang siap digunakan bila diperlukan. Saat ini juga sedang dilakukan normalisasi Sungai Babon yang merupakan satu sistem sungai dengan BKT. Sungai Babon sendiri pengaturannya ada di Pintu Air Pucang Gading.

“Dengan normalisasi Sungai Babon diharapkan dapat mengurangi beban debit air yang mengalir masuk ke BKT,” jelas pria 37 tahun ini.

Baca juga:   Bakal Ada Pohon Durian Bicara di Agro Edu Wisata Plalangan

Kepada Jawa Pos Radar Semarang ini, Herryandi juga menerangkan beberapa titik yang menjadi fokus potensi adanya banjir.  Di antaranya, wilayah Semarang Timur, Kecamatan Gayamsari, Kecamatan Pedurungan, dan Kecamatan Genuk. “Intinya untuk musim hujan tahun ini Insya’Allah BKT siap,” tegasnya.

Pembangunan BKT sendiri bukan tanpa kendala. Salah satu kendala dalam pelaksanaan yaitu penertiban PKL di bantaran Kali Es. Penertiban itu, kata Herryandi, sempat memperlambat capaian progres pekerjaan.

Herryandi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Serta bersiap menghadapi musim hujan dengan membersihkan selokan agar saluran sekitar tidak tersumbat.  “Yang tidak kalah penting berdoa kepada Tuhan agar hujan tahun ini tidak ekstrem seperti yang diperkirakan BMKG,” tandasnya.

Sementara itu, normalisasi Sungai Beringin sampai saat ini masih terus berjalan. Adapun normalisasi berupa pelebaran, pembuatan tanggul dan yang lainnya dilakukan BBWS Pemali – Juwana, dan diprediksi baru rampung pada 2022 mendatang.

Menurut informasi yang dihimpun koran ini, normalisasi sungai ini sempat mengalami review ulang, sehingga diperlukan pembebasan lahan tambahan yang menjadi kewajiban Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Hal inilah yang membuat Komisi C DPRD Kota Semarang mendesak agar pembebasan lahan bisa diselesaikan tahun ini.

Baca juga:   Bakal Ada Pohon Durian Bicara di Agro Edu Wisata Plalangan

“Anggaran sudah dialokasikan sekitar Rp 90 miliar, saya mendorong agar pembebasan lahan segera dilakukan karena proyek ini penting untuk mengurangi banjir di Semarang, terutama di wilayah Mangkang dan sekitarnya,” kata Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto, Minggu (14/11/2021).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, normalisasi Sungai Beringin menggunakan anggaran dari pemerintah pusat. Jelang akhir tahun ini, semua proyek harus dikebut dan selesai termasuk Sungai Beringin yang menggunakan sistem multi years.

“Paling tidak kalau pembebasan lahan selesai dulu, nggak akan tertunda proyeknya. Takutnya malah nggak sesuai target, sehingga dana dari pusat ini hangus,” tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Sih Rianung menjelaskan, jika pembebasan lahan di Sungai Beringin saat ini masih dalam tahap appraisal.

“Dari appraisal ini nanti kita tahu berapa kebutuhannya? Totalnya berapa? Dan harapannya nggak begitu jauh dari anggaran yang disiapkan,” bebernya.

Total, kata dia, ada sekitar 440 bidang lahan lebih yang sedang menunggu hasil dari tim appraisal. Pemkot, lanjut Rianung, telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp 82 miliar. “Kalau progres-nya yang tahu BBWS ya, yang jelas pembangunannya di daerah pesisir katanya sudah jadi,” katanya. (haw/den/aro)

Author

Populer

Lainnya