Bakal Ada Pohon Durian Bicara di Agro Edu Wisata Plalangan

spot_img

RADARSEMARANG.COM – Agro Edu Wisata Plalangan, Kecamatan Gunungpati, bakal menjadi ikon wisata baru di Kota Semarang.  Saat ini pembangunan masih dikebut. Tahap pertama ditarget rampung Desember 2021.

Pantauan di lapangan, sejumlah pekerja masih beraktivitas membuat konstruksi papan nama dan item lain. Saat ini, pembangunan tahap pertama sudah mencapai 80 persen. Bagian depan (dari pintu masuk ke ikon wisata) ditargetkan rampung pertengahan Desember 2021.

“Kira-kira tanggal 16 Desember areal depan ini bisa rampung. Itu menurut kontrak dan tahun anggaran,” kata Konsultan Pengawas Proyek Joharsono kepada Jawa Pos Radar Semarang Jumat (12/11/2021).

Suasana asri dan hijaunya pepohonan di areal wisata baru ini, akan menambah syahdu bagi pelancong. Dengan mengusung konsep smart edutourism, objek wista ini akan memiliki beberapa ikon menarik dan canggih. Seperti robot sapi perah dan robot tanaman. “Nanti juga ada pohon durian bisa bicara,” imbuhnya.

Selain itu, agro wisata Plalangan akan dilengkapi kolam renang serta playground. Keberadaan agro wisata Plalangan diharapkan dapat mendongkrak perekonomian warga sekitar.

Ketua TP PKK Kelurahan Plalangan Harum Andriyani mengatakan, selain untuk mendongkrak ekonomi, wisata baru itu bisa membuat Kelurahan Plalangan lebih dikenal oleh masyarakat luas.“Meski wilayahnya sedikit di pelosok, setidaknya di sini banyak potensi wisata yang menjanjikan,” tandasnya.

Baca juga:   Banjir Kanal Timur Sudah Siap Sambut Musim Hujan, Sungai Beringin masih Dinormalisasi

Akses menuju objek kebun buah Plalangan ini cukup mudah. Bisa diakses motor, bahkan bus pariwisata. Kondisi jalannya juga sudah aspal mulus. “Tapi kami berharap dibangun dua jalur. Masuk dan keluar, supaya tidak menimbulkan kemacetan,” harapnya.

Petik Buah Langka Khas Semarang Jadi Andalan

Sebagai kota metropolitan, Kota Semarang memiliki potensi wisata di bidang pertanian. Apalagi ada varian buah unggulan yang sudah terkenal seantero negeri. Sebut saja durian kholil dan jambu kristal. Tak ingin menyianyiakan potensi yang ada, Pemkot Semarang pun melakukan pengembangan agro wisata, salah satunya di Plalangan.

Kebun buah seluas 10 hektare di Kecamatan Gunungpati ini, akan dipoles lebih menarik. Memadukan kegiatan edukasi sekaligus tempat wisata. Agro edu wisata Plalangan ini melengkapi kebun buah Cepoko dan Purwosari. “Nanti juga akan dilengkapi wahana permainan,” kata Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur.

Wahana permainan juga akan dikemas lebih modern. Seperti digital wall, robot hewan dan tanaman, serta film tentang pertanian. “Saat ini masih dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Baca juga:   Banjir Kanal Timur Sudah Siap Sambut Musim Hujan, Sungai Beringin masih Dinormalisasi

Daya tarik tidak hanya pada teknologi yang dihadirkan. Pengunjung akan dimanjakan dengan aktivitas petik buah. Bahkan Dispertan tengah menyiapkan berbagai varian buah langka khas Kota Semaran. Seperti durian Malika, Kholil, Mutiara Hebat, dan durian Doyong. “Selain itu ada jeruk dan jambu kristal. Itu semua buah lokal unggulan Kota Semarang,” jelas Hernowo.

Agro wisata Plalangan dibangun untuk menggaet semua kalangan pelancong. Mulai anak sekolah hingga orang tua. “Harapannya wisatawan termotivasi untuk mengembangkan diri di bidang pertanian,” tandasnya.

Agro edu wisata Plalangan ini masih proses pembangunan. Tahap pertama ditarget rampung Desember. Kemudian akan dilanjut pada 2022 mendatang. Namun pelancong tak perlu khawatir. Sambil menunggu kebun buah Plalangan rampung, pelancong bisa berwisata kebun buah lain yang dimiliki Pemkot Semarang. Yakni agro Cepoko dan Purwosari.

“Sudah kita buka namun dengan segala pembatasan protokol kesehatan. Di sini (Plalangan,red) juga sudah namun resminya belum. Ya kalau pengunjung mau jalan-jalan dipersilahkan,” pungkasnya. (dev/den/zal)

Author

Populer

Lainnya