Pembelajaran STEAM untuk Anak Usia Dini

Oleh: Wagirah S.Pd.AUD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, UNTUK menghadapi era revolusi industri sekarang ini diperlukan suatu perubahan. Perubahan diawali pada pendidikan anak usia dini melalui proses pendidikan misalnya inovasi pembelajaran. Pendidik dituntut untuk membuat suatu perencanaan pembelajaran yang menyenangkan untuk anak, efektif dan efisien menggunakan strategi, metode serta media yang tepat guna.

Pembelajaran STEAM (Scince, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) adalah bagian dari inovasi pembelajaran dalam rangka menghadapi era revolusi industri sekarang ini. Melalui pembelajaran STEAM, mengharuskan anak dapat memahami dan menguasai semua aspek perkembangan yang dimiliki oleh anak misalnya kognitif, afektif dan psikomotorik.

Pembelajaran STEAM menggabungkan komposisi yang mampu membangun ketrampilan berfikir ilmiah pada diri anak melalui kegiatan membandingkan, mengurutkan, mengelompokkan serta membuat pola. Melalui metode ini, anak akan merasa senang ketika diajak bermain.

STEAM juga memotivasi anak-anak dalam membangun pengetahuan tentang dunia di sekitar mereka melalui kegiatan mengamati, bertanya, dan menyelidiki. Dengan begitu, akan mudah bagi anak untuk meningkatkan kreativitasnya saat bermain karena dalam proses pelaksanaan pembelajaran seharusnya dapat mendorong anak sebagai pribadi yang kreatif, inovatif, produktif serta mampu memberikan kontribusi pada kehidupan masyarakat (Triyatma, 2017).

Baca juga:   Deskripsikan Unsur Intrinsik Cerpen melalui Cooperative Learning Model Jigsaw

Proses pembelajaran menggunakan pendekatan STEAM merupakan pembelajaran yang kontekstual. Anak berusaha memahami fenomena yang ada dan mendorong anak untuk mengeksplorasi semua potensi yang dimilikinya secara berbeda-beda sesuai karakteristik anak masing-masing.

STEAM akan menciptakan suatu hasil karya yang beragam dari masing-masing anak atau kelompoknya oleh karena itu diperlukan kerjasama, komunikasi dan kolaborasi di dalam kelompok sehingga dalam pembelajaran STEAM menuntut tanggung jawab anak baik secara personal maupun interpersonal.

Pembelajaran menggunakan metode STEAM harus menggunakan dasar-dasar pelaksanaan ketrampilan metode STEAM diantaranya menstimulasi anak untuk bertanya, kegiatan anak dalam pembelajaran yang dilakukan di dalam atau diluar kelas harus dapat menjadi fasilitaor yang baik, memotivasi anak untuk berfikir kraetif, menstimulasi anak dalam menyelesaikan masalah, memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi seluruh kemampuannya, menguji solusi dari suatu masalah, menemukan cara baru dalam melakukan sesuatu.

Pembelajaran dengan metode STEAM mampu mengembangkan kreatifitas anak dan membantu berfikir kritis serta mampu memecahkan masalah (problem solving). Bukti bahwa metode STEAM mampu mengembangkan kreatifitas dan berfikir kritis pada anak diantaranya. Anak akan terbiasa bertanya, karena melalui bertanya menandakan bahwa anak memiliki rasa ingin tau yang tinggi.

Baca juga:   Pengenalan Teknologi Sederhana melalui Metode Bermain pada Anak Usia Dini

Mengembangkan kreatifitas anak, karena adanya bahan atau benda yang beragam, dapat diubah dan digabungkan kembali oleh anak sehingga mampu mengembangkan kreatifitas anak. Membiarkan anak berimajinasi dengan media yang sudah dipersiapkan, dengan begitu guru menghindari “kata salah” atau kata “jangan” agar imajinasi anak tetap muncul tanpa adanya pembatasan. Melatih anak untuk membangun sudut pandang dan membuat opini sendiri, untuk mengembangkan sudut pandang ini diperlukan penguatan serta alasan yang tepat sehinga anak dilatih untuk menghargai suau perbedaan.

Pembelajaran berbasis STEAM (Scince, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) yang diterapkan di TK Aisyiyah Kajen, lebih mudah diterima anak dan dapat mengintegrasikan semua aspek perkembangan anak mulai dari berifikir kritis, kreatif dan pemecahan masalah.

STEAM akan membentuk fondasi yang kuat melalui eksplorasi pengetahuan dan ketrampilan melalui bermain atau kegiatan lainnya. Pembelajaran STEAM terjadi secara alamiah saat anak melakukan kegiatan bermain baik di sekolah atau di rumah. Anak akan mencoba hal baru dab terus bereksplorasi dari sudut pandangnya sendiri-sendiri. (bk2/zal)

Guru TK Aisyiyah Kajen

Author

Populer

Lainnya