Permainan Longu Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh

Oleh: Agus Rofi’i, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sekolah sebagai salah satu institusi pendidikan secara langsung bertanggung jawab penuh terhadap kinerja pendidikan yang berkualitas. Serta mampu membenahi segala aspek yang menjadi wewenang dalam pelaksanaan manajemen sekolah. Di antaranya melalui peningkatan proses pembelajaran agar menjadi lebih bermutu sesuai kompetensi yang akan dicapai.

Proses pembelajaran yang diterapkan harus memperhatikan spesifikasi dari karateristik mata pelajaran serta perkembangan peserta didik sehingga tercipta suasana di lapangan yang kondusif, menyenangkan, efektif dan tampak semangat dalam mengikuti pelajaran.

Proses pembelajaran yang diharapkan mengandung 4 ranah atau aspek yaitu kognitif, afektif, psikomotorik dan manipulatif.

Seiring kemajuan di dunia pendidikan, muncul banyak metode pembelajaran yang menjadi alternatif pemecahan permasalahan pembelajaran saat ini. Sekaligus dapat digunakan untuk menciptakan suksesnya tujuan pembelajaran.

Memberikan pembelajaran atletik yang menarik, praktis dan diminati siswa adalah tugas seorang guru, khususnya guru penjasorkes. Oleh karena itu guru harus mampu menyesuaikan kebutuhan yang berhubungan dengan siswa dan materi pembelajaran tersebut.

Dalam sebuah observasi, diketahui peserta didik di kelas V SD Negeri 2 Wonoboyo, Kabupaten Temanggung memiliki minat dan motivasi yang kurang terhadap pelajaran pendidikan jasmani khususnya materi lompat jauh.

Masih tampak beberapa peserta didik yang mengobrol dengan temannya, mengantuk, malas-malasan dalam mengerjakan yang diberikan oleh guru. Sebagian besar peserta didik mengeluh dan merasa tidak mampu mengerjakan tugas yang diberikan, karena guru dalam memberikan materi kurang bervariasi yang membuat anak merasa bosan dan jenuh.

Baca juga:   Melatih Kebugaran Tubuh dengan Home Learning

Pelaksanaan pembelajaran lompat jauh pada siswa kelas V SDN 2 Wonoboyo, kurang memuaskan bagi guru penjasorkes, hasil yang didapatkan siswa pada tes evaluasi akhir pembelajaran masih banyak siswa yang nilainya belum memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Cara pendekatan bermain longu atau lompat kanguru bertujuan untuk mengefektifkan pembelajaran dan memberi variasi dengan berbagai macam permainan kedalam pembelajaran.

Menurut Aip Syarifuddin (1992: 134) bermain bagi anak-anak (termasuk murid-murid SD) merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting di dalam kehidupannya. Bahkan hampir sebagian dari waktunya dihabiskan untuk bermain.

Hal ini sangat berarti bagi anak-anak untuk melatih dirinya, dan merupakan syarat mutlak untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sedangkan bagi orang dewasa bermain itu, selain untuk menyalurkan potensi-potensi yang ada pada dirinya, juga untuk melatih diri dalam hidup bermasyarakat.

Lompat jauh melalui permainan lompat kanguru “longu” merupakan salah satu alternatif pembelajaran lompat jauh di Sekolah Dasar. Dalam permainan lompat kanguru “longu” menggunakan alat peraga berupa botol air mineral (aqua) dan pralon.

Baca juga:   Metode Demonstrasi Efektif Tingkatkan Hasil Belajar Alquran

Menurut Yusup Hadi (2000:145), alat peraga adalah segala sesuatu yang dapat merangsang terjadinya proses belajar mengajar. Alat peraga adalah suatu alat bantu dalam belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan sesuai yang diharapkan serta dapat mendorong dan menantang perkembangan anak.

Adapun langkah-langkah permainan lompat kanguru “longu” adalah secara individual siswa disuruh melompat-lompat sebelum menggunakan botol air aqua dan pralon (boqualon) dalam bermain. Selanjutnya siswa disuruh melakukan lompat jauh melewati rintangan boqualon (botol aqua dan pralon) bergiliran dan berlomba.

Hasil penelitian yang menunjukan peningkatan hasil dari siklus I ke siklus II dengan nilai persentase 95,2 persen. Nilai yang dihasilkan sesuai yang diinginkan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data pengamatan di lapangan dan kuesioner yang diperoleh dari evaluasi.

Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan melalui pendekatan bermain lompat kanguru pada materi lompat jauh dengan menggunakan media botol aqua dan pralon sebagai sarana dan prasarana pembelajaran mengalami peningkatan dalam hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Wonoboyo, Kabupaten Temanggung. (ms1/lis)

Guru Penjasorkes SDN 2 Wonoboyo, Kabupaten Temanggung

Author

Populer

Lainnya