Menulis Puisi lebih Mudah dengan Media Gambar

Oleh: Tin Khotimah, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DALAM pengajaran Bahasa dan sastra di sekolah, siswa diberikan empat jenis keterampilan berbahasa. Keempat jenis keterampilan berbahasa tersebut adalah mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.

Berdasarkan aktivitas penggunaannya, keterampilan membaca dan menyimak bersifat reseptif sedangkan keterampilan berbicara dan menulis termasuk keterampilan berbahasa yang bersifat produktif. Menulis puisi termasuk keterampilan yang bersifat produktif.

Karena bersifat produktif menulis puisi tergolong sebuah keterampilan yang membutuhkan pengungkapan pikiran, perasaan, dan pengalaman seseorang dengan mengungkapkan keindahan kata-kata. Akhir dari itu siswa dapat menghasilkan karya.

Hal tersebut menjadi momok bagi siswa. Mereka berusaha menghindar dari keterampilan tersebut. Hal itu karena mereka kesulitan untuk menentukan objek yang akan ditulisnya. Selain itu, mereka kesulitan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalamannya dalam bentuk kata-kata yang indah. Ditambah lagi guru yang mengajar pun monoton, hanya menggunakan ceramah sehingga membuat pembelajaran kurang menarik.

Salah satu upaya yang dilakukan guru untuk membuat pembelajaran menulis puisi lebih mudah dan menarik bagi siswa yaitu dengan menggunakan media gambar. Media gambar dapat membantu guru dalam menyampaikan materi dan dapat menarik siswa untuk belajar menulis puisi.

Pemakaian media pembelajara dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan, motivasi, dan rangsangan bagi siswa dalam mengungkapkan gagasan dalam bentuk puisi.

Baca juga:   Memahami Persamaaan Dasar Akuntansi dengan Media Gambar

Senada dengan pendapat Yusuf hadi (melalui Sanaky 2013:4) mengatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Untuk itu,media sebagai alat bantu untuk mendorong dan merangsang pikiran siswa dalam proses pembelajaran.

Dengan gambar, kita dapat menyampaikan cerita atau pesan. Disamping itu, gambar dapat dibuat langsung pada papan tulis tetapi dapat juga dipersiapkan terlebih dahulu pada lembaran karton atau kertas yang sesuai. Dalam membuat gambar ciri utamanya adalah objek, situasi, atau aksi yang ingin dilukiskan harus tetap ada.

Pemanfaatan media pembelajaran dengan media gambar sangat bermanfaat meningkatkan kualitas proses belajar dan minat siswa dalam belajar menulis puisi. Karena media gambar dapat membantu siswa, dimana media gambar mampu menjadi inspirator siswa dalam menulis puisi. Melalui media gambar ini, siswa memiliki gambaran mengenai objek yang akan mereka tuangkan dalam bentuk puisi.

Berdasarkan hal tersebut, penulis mencoba menerapkan pembelajaran menulis puisi dengan media gambar pada sekolah tempat penulis mengajar yaitu siswa kelas VIII SMP negeri 1 Tulis, Kabupaten Batang. Dikarenakan dalam proses belajar menulis puisi, siswa merasa kesulitan untuk menemukan objek yang akan mereka tuangkan untuk menulis puisi. Mereka juga kesulitan dalam menuangkan ide-ide dalam kata-kata puisi.

Baca juga:   TTS Segarkan Suasana Pembelajaran Jarak Jauh

Selama proses pembelajaran berlangsung menggunakan media gambar dalam menulis puisi, siswa terlihat sangat aktif, antusias, berani, dan tanggung jawab dalam menulis puisi.

Media gambar ini dapat membantu siswa untuk mengembangkan daya kreativitas dalam menulis puisi. Mereka lebih mudah menemukan objek yang akan digunakan untuk menulis puisi. Mereka lebih mudah mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalamannya melalui kata-katanya.

Keaktifan, kenatusiasan, keberanian, dan tanggung jawab siswa dalam proses belajar tersebut ternyata membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Hal ini ditandai dengan pencapaian nilai rata-rata menulis puisi yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya.

Penggunaan media gambar dapat digunakan sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia karena memiliki keunggulan dapat membuat siswa berantusias, lebih mudah menemukan objek yang akan mereka tuangkan dalam menulis puisi, serta membuat berani menuangkan ide-ide untuk menulis puisi. Seperti yang diterapkan di SMPN 1 Tulis, Batang. (bk2/zal)

Guru SMPN 1 Tulis, Batang

Author

Populer

Lainnya