Efektivitas Layanan Klasikal, Mengatasi Konflik di Dunia Maya

Oleh : RORO ATIKA, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Media sosial saat ini telah menjadi trend dalam komunikasi pemasaran. Media sosial merupakan sebuah media online, dengan penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi. Meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual.

Saat pandemi, proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online membuat peserta didik lebih lama dalam menggunakan gadget. Sehingga bukan hal baru jika peserta didik mempunyai media sosial untuk pergaulan. Tapi seringkali bergaul dengan media sosial sering kali disalah artikan peserta didik. Sehingga harus ada pemahaman tentang etika menggunakan media sosial.

Need assessment peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Kandangserang menemukan sejumlah hasil. Yakni belum tahu etika menjalin persahabatan yang baik melalui medsos dengan prosentase 9,39 persen; belum tahu lebih banyak akibat tawuran di kalangan pelajar, dengan prosentase 8,79 persen dan masih sering terbawa arus pergaulan yang kurang baik dengan prosentase 7,88 persen.

Berdasarkan urutan tersebut maka topik layanan yang akan dipilih dalam pelaksanaan bimbingan klasikal di SMA Negeri 1 Kandangserang adalah etika menjalin persahabatan yang baik melalui media sosial atau “Etika Bergaul di Media Sosial”.

Topik tersebut merupakan persentase paling tinggi yang dipilih peserta didik yaitu sebesar 9,39 persen. Hal ini menunjukkan sebagian besar peserta didik membutuhkan layanan terkait bagaimana memahami etika bergaul di media sosial.

Tujuan dari pemberian layanan yaitu agar peserta didik mampu menerapkan etika bergaul di media sosial agar terhindar dari konflik dunia maya. Untuk materi layanan bisa diakses di youtube dengan link https://youtu.be/g8Fw6N6ACrw.

Baca juga:   Gaya Belajar yang Menyenangkan, Atasi Kejenuhan Belajar di Masa Pandemi

Etika pergaulan yaitu sopan santun / tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma yang berlaku. Baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lainnya.

Sedangkan media sosial merupakan platform internet yang digunakan individu untuk berinteraksi dengan orang lain. Berikut cara menggunakan media sosial secara bijak agar terhindar dari drama atau konflik yang melelahkan. Yakni pertama tidak memberikan informasi pribadi.

Sebisa mungkin menghindari memberikan informasi mengenai kehidupan pribadi, seperti alamat rumah, kantor, atau detail dan jadwal kehidupan sehari-hari. Meminimalkan kemungkinan kejahatan yang terjadi dengan membatasi informasi pribadi yang dishare.

Kedua pilih-pilih teman. Bagi milenial punya banyak pengikut mungkin sesuatu yang membanggakan. Tapi memiliki banyak teman di media sosial tidak selalu bermanfaat. Akan lebih baik jika mulai menyaring teman di media sosial dan pastikan berteman dengan orang yang memang dikenal.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi informasi pribadi yang tersebar secara luas demi menghindari kejahatan atau tindakan yang merugikan.

Ketiga hindari akun-akun negatif. Berbagai informasi negatif mudah bertebaran di dunia maya. Seperti kalimat yang sarat kebencian dan provokatif. Jika menemukan akun atau konten negatif, lebih baik hindari. Jika perlu, laporkan dan blokir. Agar tidak terjebak dengan berkomentar, karena hanya akan membuat waktu dan tenaga.

Baca juga:   Menganalisis Strategi Permainan Sepakbola dengan Menjadi Komentator Pertandingan

Keempat periksa kembali sebelum membagikan konten. Medsos tidak akan lengkap tanpa adanya gambar atau video yang dibagikan. Banyaknya berita palsu, membuat harus memastikan kebenaran berita sebelum di share.

Jangan bagikan konten atau berkomentar yang membuatmu akan terjebak dalam masalah. Seperti mengomentari bentuk tubuh orang lain secara negatif (body shaming) meski hanya candaan. Dikutip dari detik.com, body shaming bisa berupa hinaan atau ejekan terhadap bentuk, wajah, warna kulit, atau postur seseorang, diatur dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45 ayat 1 dan Pasal 27 ayat 3.

Jadi, jika tidak yakin dan hanya ingin ikut mengomentari, lebih baik tahan diri. Untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak, kamu tidak boleh mudah tergoda mengomentari sesuatu yang tidak diketahui kebenarannya.

Pemberian layanan klasikal dengan topik “Etika Bergaul di Media Sosial” sangat efektif untuk mengatasi konflik di dunia maya. Hal ini bisa dilihat dari proses pelaksanaan layanan di SMA N 1 Kandangserang yang bisa diakses di kanal youtube https://youtu.be/dArh6O2pZRE.

Inti dari hal Etika dalam pengguna sosial media adalah tidak melakukan hal yang buruk dalam penggunaan internet. Maka kita yang dapat mengubah dan memperbaiki hal hal yang berhubungan dengan etika buruk. Agar kedepan bisa memberi manfaat dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia maya. (bk1/fth)

SMA Negeri 1 Kandangserang

Author

Populer

Lainnya