Pembelajaran Baptisan dengan Model “CEPOKO”

Oleh: Dasino, S.Th

spot_img

RADARSEMARANG.ID, UU No 20 Tahun 2003 tentang sisitem Pendidikan pasal 1 mengatakan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Undang-Undang 2003).

Berkaitan dengan pembelajaran siswa kelas VII F SMP Negeri 41 Semarang, masa pandemi seperti sekarang ini bukanlah hal yang mudah untuk menyampaikan proses pembelajaran. Terlebih dengan keadaan peserta didik yang beraneka ragam latar belakang keluarga dan ekonomi yang berbeda.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring sering mengalami kendala di antaranya letak geografis yang berbeda menyebabkan sinyal internet yang tidak kuat, dan kuota yang tidak cukup menjadi masalah tersendiri dalam menghadapi proses pembelajaran.

Materi tentang baptisan sebagai tanda milik Kristus (Bab 2 Buku PAK dan BP kelas VII) memberikan sebuah gambaran bagaimana seorang percaya memberikan respon tanggapan terhadap imannya dan mewujudkan dalam sebuah tindakan yang dinyatakan dalam sebuah tindakan. Dengan model pembelajaran CEPOKO, yakni CEpat dalam hal menerima, POkok materi apa yang disampaikan melalui informasi, dan KOoperatif ternyata sangat membantu keberhasilan proses belajar dan mengajar.

Baca juga:   Role Playing Meningkatkan Materi Congratulating Others

Sejak 30 Agustus 2021 lalu, proses belajar mengajar dimulai dengan pembelajaran tatap muka (PTM) yang terbatas. Sehingga menjadi sebuah tantangan tersendiri bagaimana menyampaikan pokok materi kepada peserta didik karena terbagi dua bagian. Bagian pertama yang ikut pembelajaran tatap muka secara langsung dan kedua peserta didik yang mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan setelah mereka dipersiapkan mengikuti kelas pembelajaran, setelah diawali dengan doa bersama, anak-anak yang bersama mengikuti PTM diajak memeragakan baptisan air seperti dalam materi yang disampaikan ke lokasi kolam yang ada tersedia di sekolah.

Sedang mereka yang di rumah akan melihat video yang akan dibagikan ketika peragaan baptisan air dilakukan. Dan ternyata setelah dievaluasi pembelajaran dengan model CEPOKO ternyata lebih efektif dan mudah diterima para peserta didik dalam menerima penyampaian materi pembelajaran. Dengan demikian disimpulkan bahwa melalui pembelajaran CEPOKO memiliki manfaat, di antaranya adalah:

Pertama, para peserta didik menemukan suasana yang sangat menyenangkan dalam mengikuti pembelajaran dikarenakan dilakukan di luar kelas, sehingga menghilangkan kebosanan dan suasana baru tercipta karena rutinitas selama ini pembelajaran dilakukan dalam ruang kelas.

Baca juga:   Belajar Alat Gerak dan Fungsinya Menarik dengan Media Gambar

Kedua, memudahkan baik bagi guru maupun peserta didik dalam proses belajar dan mengajar, dikarenakan pembelajaran melibatkan secara langsung bagi yang PTM, di mana peserta didik memperagakan materi baptisan air.

Ketiga, adanya kooperatif dan kerja sama yang baik antara semua peserta didik. Semua peserta didik terlibat aktip mengikuti pembelalajaran dari awal sampai selesai pembelajaran walaupun dilakukan di lapangan sekolah.

Kempat, para peserta didik lebih mudah menyerap materi yang disampaikan guru terlebih mereka telah ikut memperagakan kegiatan baptisan air, sehingga hal ini memberikan kesan mendalam. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa model pembelajaran CEPOKO dirasa sangat baik dilakukan di lingkungan sekolah di masa pandemi Covid-19 yang masih mengancam di tengah masyarakat.

Akhirnya menjadi harapan bersama bahwa masih ada cara mengatasi kejenuhan yang membuat stres para peserta didik dengan suasana yang baru dan menyenangkan, sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai. (ra1/aro)

Guru SMP Negeri 41 Semarang

Author

Populer

Lainnya