Melatih Pemahaman Pecahan Menggunakan Lembar Kerja Realistik

Oleh : Winoto, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Meskipun pandemi Covid-19 masih terus berlangsung akan tetapi tidak menyusutkan semangat untuk terus belajar. Salah satunya belajar matematika dengan materi pecahan.

Menurut Depdiknas (2006) mempelajari matematika dapat melatih kemampuan berpikir siswa agar logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta bekerja sama.

Selain itu bertujuan untuk dapat diaplikasikan dalam pemecahan suatu masalah. Mengingat pentingnya peranan pembelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari maka melatih pemahaman konsep pecahan pada siswa sangat diperlukan.

Oleh karena itu di SDN Gumelem, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan juga telah mempelajari materi pecahan terutama di kelas empat, dengan KD 3.1 yaitu menjelaskan pecahan-pecahan senilai dengan gambar dan model konkret.

Untuk menunjang tujuan pembelajaran agar tercapai dengan baik maka diperlukan pembelajaran interaktif meskipun tengah terjadi pandemi dan pembelajaran dilakukan secara daring.

Kondisi di lapangan justru menggambarkan bahwasanya masih banyak siswa yang belum bisa menjangkau pembelajaran interaktif selama daring lantaran keterbatasan gawai, kuota maupun sinyal. Kondisi ini menjadikan guru termotivasi untuk bergerak lebih agar semua anak dapat merasakan pembelajaran khususnya pembelajaran matematika dengan materi pecahan.

Baca juga:   Praktikum Sel Elektrolisis Asyik dengan Laboratorium Maya

Solusi yang diambil oleh guru yaitu dengan membuat lembar kerja realistik berisi materi pengantar serta soal-soal pecahan senilai dengan gambar benda-benda yang biasa ada dirumah siswa.

Menurut Marpaung (2001) pembelajaran matematika yang tidak dimulai dari realitas dan lingkungan siswa akan menyebabkan siswa tidak dapat melihat manfaat matematika bagi dirinya sendiri. Sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar, bahkan muncul anggapan bahwa matematika adalah pembelajaran yang sulit.

Guru menyiapkan konten lembar kerja realistik berupa sedikit materi pengantar dan dibarengi dengan soal-soal KD 3.1. Yaitu soal pecahan senilai dengan gambar dan model konkret yang biasa ada di rumah siswa seperti aneka makanan serta barang-barang keperluan rumah lainnya.

Setelah lembar kerja disiapkan guru membuat penjadwalan door to door sesuai daerah tempat tinggal siswa yang mana jika rumah anak saling berdekatan akan dijadikan menjadi satu kelompok belajar kecil. Kemudian, gandakan lembar kerja sesuai kebutuhan untuk selanjutnya didistribusikan kepada masing-masing kelompok belajar.

Melalui lembar kerjarealistik ini diharapkan dapat melatih pemahaman siswa dalam mempelajari materi pecahan berdasarkan pada keadaan nyata di lingkungan siswa.

Baca juga:   Pembentukan Karakter melalui Pendidikan Agama Islam

Nyatanya penggunaan lembar kerja realistik ini mampu menarik simpati anak dalam mempelajari materi pecahan.

Hal ini tergambarkan pada kelompok belajar siswa SDN Gumelem, Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan yang tetap semangat menyambut guru untuk mengirimkan lembar kerja berisi materi pengantar dan soal-soal latihan.

Selain bersemangat berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh guru ketika door to door dari satu kelompok belajar ke kelompok belajar lainnya menggambarkan suasana belajar tetap interaktif/ Meskipun diskusi yang dilakukan tetap terbatas jarak aman.

Selain itu, dari hasil evaluasi dan penilain lembar kerja realistik menggambarkan mayoritas siswa telah mampu melampai batas kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran matematika. Dengan kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan lembar kerja realistik mampu membantu siswa dalam memahami materi pecahan. (ms2/lis)

Guru SDN Gumelem, Kec. Petungkroyono, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya