Blended Learning Meningkatkan Efektivitas PTM Terbatas

Oleh: Emi Suprihatin,S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID,ABAD 21 ini pembelajaran sudah masuk pada era di gital,yang mana para praktisi Pendidikan sudah banyak mengembangkan dan merancang pembelajaran dengan berbasis digital misalnya pembelajaran online, apalagi di masa pandemi separti sekarang.

Menurut Degeng ( dalam Anik 2010) manusia yang hidup di era abab 21 adalah manusia yang kompetitif, cerdas, dan siap menghadapi perubahan. Disaat masa pandemi sekarang ini yang sudah berjalan 1,5 tahun, dan sekarang sudah mulai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM) kita harus bisa mencari metode pembelajaran yang tepat, untuk siswa yang berada di sekolah maupun di rumah dalam waktu yang bersamaan.

Sebagai pendidik menurut saya metode blended learning adalah metode yang efektif di gunakan dalam PTM terbatas sekarang. Karena blended learning merupakan perpaduan pembelajaran tradisional dengan pembelajaran berbasis Tehnologi modern.

Annisa (2014: 108) menyatakan bahwa blended learning merupakan suatu sistem belajar yang memadukan antara belajar face to face dengan belajar on line menggunakan media internet.

Belajar dalam kelas dan e-learning masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, hal itulah yang mendasari terbentuknya Metode Blended learning ini. Seperti contoh, kekurangan belajar dalam kelas cenderung terbatas dengan tempat dan waktu yakni hanya bersumber hanya sekolah saja. Tetapi kelebihannya tatap muka di kelas dengan bertemu guru, peserta didik dapat langsung mendapat feedbeck dari guru tersebut atas pencapaian yang sudah mereka lakukan.

Baca juga:   TTS sebagai Teman Belajar Materi Perdagangan Internasional

Begitu pun sebaliknya, belajar menggunakan internet memang tidak terbatas tempat dan waktu, jadi siswa yang berada di rumah juga bisa ikut belajar Bersama siswa yang berada di sekolah dalam waktu bersamaan,tetapi tidak adanya guru yang mendampingi, siswa cenderung mengalami salah pengertian, maka dengan di padukan kedua metode tersebut.

Blended learning merupakan metode belajar yang paling Efektifitas dan menjadi tren di masa pandemi dalam Pembelajaran tatap muka Terbatas. Di SMPN 30 Semarang semua pendidik hampir semua menggunakan Blended learning dalam pembelajaran.

Kelebihan dari metode pembelajaran ini cukup banyak, di antaranya Menghemat waktu dan biaya, siswa mengikuti metode pembelajaran ini tidak terbatas waktu dan ruang sehingga bisa di lakukan sesuai dengan keinginan, Siswa juga mudah mengakses pembelajaran karena dapat bisa dilakukan secara online dan Pembelajran tatap muka.

Adapun metode blended learning juga ada kekuranganya bagi siswa yang tidak menpunyai sarana dan prasarana yang memadai, karena harus menggunakan internet dan HP, laptop. Jadi Konsep blended learning merupakan salah satu inovasi dalam pembelajaran.

Baca juga:   Belajar Hukum-Hukum Syar’i dengan Word Square

Inovasi ini menyangkut pencampuran model pembelajaran konvensional dan model pembelajaran online dengan jaringan internet. Pembelajaran blended learning ini adalah model pembelajaran berbagai teori belajar yang di gunakan beberapa ahli dan menyesuaikan situasi dan kondisi peserta didik. Jadi menurut saya model pembelajaran blended learning ini merupakan model pembelajaran yang sangat efektif dalam PTM terbatas di masa pandemi ini. (ra1/zal)

Guru SMPN 30 Semarang

Author

Populer

Lainnya