Real Activities Assesment, Alternatif Model Penilaian dalam Pembelajaran Daring

Oleh : Zuida Asrifah, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Covid-19 membawa perubahan besar di dunia pendidikan. Pada kegiatan pembelajaran, baik peserta didik maupun guru dituntut beradaptasi cepat dengan perubahan-perubahan yang setiap saat terjadi. Meskipun di tengah pandemi, pendidikan harus tetap berjalan. Anak harus mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan yang terbaik.

Maka, pemerintah memprogramkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan tanpa tatap muka atau yang lebih dikenal dengan istilah pembelajaran daring.

Pembelajaran daring atau yang dikenal dengan istilah e-learning merupakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi. Dimyati (2017) menjelaskan pembelajaran daring (e-learning) merupakan bentuk pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses belajar mengajar jarak jauh. Hal ini meningkat perubahan gaya belajar yang semakin pesat.

Menurut (Mutia, 2013) dalam jurnalnya mengatakan e-learning berasal dari dua kata yakni “e” dan “learning”. “E” merupakan singkatan dari electronic dan learning adalah pembelajaran. Jadi e-learning merupakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dengan menggunakan media elektronik berupa komputer, laptop maupun handphone selama pembelajaran berlangsung.

Guru dituntut terus berinovasi, mendesain media pembelajaran dan model pembelajaran yang menarik agar siswa tetap bisa belajar dengan senang.

Dalam proses pembelajaran, penilaian terhadap anak didik adalah salah satu tahapan yang harus dilalui guru. Menurut Suharsimi Arikunto (2009) penilaian adalah mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik dan buruk, penilaian bersifat kualitatif.

Baca juga:   Kembangkan Bakat Bermain Musik Menggunakan Gelas Berisi Air

Sedangkan dalam PP.19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bab I pasal 1 ayat 17, penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.

Penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru bertujuan mengetahui tingkat ketercapaian dari tujuan pembelajaran. Di samping itu juga untuk mengumpulkan informasi/data capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, pengetahuan, keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis untuk memantau proses belajar peserta didik, kemajuan belajarnya. Dan perbaikan hasil belajarnya, jika ternyata dari hasil penilaian belum menguasai kompetensi.
Berbagai macam model penilaian pembelajaran dapat dilakukan guru, untuk mendapatkan data-data yang diinginkan.

Dalam masa pandemi Covid -19 seperti saat ini penilaian pembelajaran dapat dilakukan secara daring dengan bantuan teknologi melalui berbagai aplikasi yang sudah tersedia. Seperti google form, quizizz, proprof dan lain sebagainya. Guru terlebih dahulu tetap harus menyiapkan instrumen evaluasi/penilaian yang kemudian diinput dalam aplikasi hingga siswa dapat mengaksesnya secara daring.

Di samping penilaian pengetahuan, penilaian lain yang dilakukan oleh guru adalah penilaian sikap dan keterampilan. Dalam pembelajaran daring guru kesulitan mendapatkan data tersebut karena tidak dapat bertatap muka dengan anak-anak secara langsung.

Baca juga:   Pembelajaran Daring Kombinasi Blog dan G-Form untuk Pembelajaran PJOK

Salah satu alternatif metode penilaian sikap dan keterampilan adalah melalui real activities assessment. Real activities assessment berasal sari kata “real” yang artinya nyata, activities (aktivitas ) dan assessment yang artinya penilaian. Jadi real activities assessment adalah penilaian terhadap aktivitas keseharian peserta didik.

Penilaian ini dapat melibatkan orang tua sebagai salah satu sumber informasi untuk mendapatkan data. Juga dibuktikan dengan foto aktivitas siswa di rumah. Real activities assessment juga dapat dilakukan untuk mendapatkan data keterampilan peserta didik dalam kompetensi tertentu.

Teknik penilaian ini dapat dilakukan dengan acuan lembar kerja yang sudah kita berikan. Kemudian peserta didik diminta melakukan kegiatan sesuai petunjuk dalam lembar kerja tersebut. Seluruh kegiatan didokumentasikan dalam bentuk video/foto. Dengan real activities assessment ini guru bisa mendapatkan data akurat untuk penilaian keterampilan maupun penilaian sikap siswa, apakah sudah kompeten dalam keterampilan tertentu atau masih perlu bimbingan untuk perbaikannya. (pm2/lis)

Guru Kimia dan Produktif Pertanian SMKN 1 Ngablak, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya