Pendidikan Karakter Modal Dasar Pendidikan di Indonesia

Oleh: Yuli Noor Hidayati

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENURUT Peraturan Presiden tentang penguatan pendidikan karakter (PPK) mengharuskan masyarakat untuk memperdalam nilai-nilai utama yakni, nasionalis, mandiri, religius, integritas, dan saling membantu atau gotong royong. Nilai-nilai yang dibawa tersebut diharapkan dapat diterapkan di setiap lini khususnya pada sistem pendidikan kita sekarang ini.

Untuk itu dunia pendidikan juga harus ikut menerapkan pendidikan karakter di sekolah sehingga kecerdasan anak yang dilandasi dengan pendidikan karakter dapat membawa mereka menjadi orang-orang yang diharapkan sebagai penerus bangsa yang bebas dari korupsi, ketidakadilan dan lainnya.

Tujuan dari pendidikan karakter (menurut Said hamid H., dkk 2010) adalah Mengembangkan potensi dari anak yang meliputi nurani atau afektif sebagai seorang manusia dan bagian dari warga Negara yang memiliki nilai budaya dan karakter bangsa. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku anak yang meliputi hal yang terpuji dan sejalan dengan nilai universalitas dan tradisi budaya bangsa yang sarat akan moralitas dan religiusitas.

Menenemkan jiwa kepemimpinan dan rasa tanggungjawab anak sebagai tonggak penerus bangsa. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai sebuah area belajar yang nyaman, aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan kepemilikan atas budaya ibu dan penuh kekuatan. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi seorang manusia yang mandiri, berwawasan,berilmu,kreatif dan berbudaya.

Pendidikan karakter dapat dilakukan dari hal-hal yang terkecil seperti mengucapkan salam ketika masuk dan keluar ruangan, menghormati orang yang lebih tua, membiasakan saling membantu satu sama lain ketika kesusahan dan hal-hal yang kecil lainnya yang dapat menumbuhkan karakter anak.

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Operasi Hitung dengan Metode Demonstrasi dan Media Potongan Lidi

Banyak pilar karakter yang harus ditanamkan kepada anak-anak penerus bangsa, diantaranya adalah kejujuran,karena kejujuran merupakan dasar karakter Religius yang harus kita tanamkan pada diri kita maupun anak-anak penerus bangsa sebab kejujuran adalah benteng dari smua karakter anak.

Di sini sekolah hanya pendukung buat pendidikan karakter anak. Seketat apapun sekolah apabila keluarga tidak mendukung maka jangan berharap karakter anak akan menjadi baik. Karena sekolah bukan seperti laundry yang masuk kotor keluar menjadi bersih. Contoh sederhana di SMPN 2 Demak ada larangan anak tidak boleh membawa HP ke sekolah.

Tata tertib ini tidak akan berhasil apabila orang tua masih mendukung anak untuk membawa HP dengan alas an untuk komunikasi. Begitupun dengan larangan anak SMP untuk membawa kendaraan bermontor hal ini tidak akan bisa terwujud apabila dari pihak keluarga tidak mendukung dengan alasan missal orang tua sibuk sehingga tidak bisa antar jemput.

Dengan melihat pentinya pendidikan karakter maka cara yang tepat untuk menumbuhkan pendidikan karakter diawali dengan kita paham bahwa masa depan anak ada di tangan kita sebagai orang tua dan Pengajar. Maka dari itu apa yang kita lakukan akan ditiru dan dipelajari oleh mereka.

Baca juga:   Membumikan Karakter Melalui Pembiasaan Praktik di Bengkel Permesinan

Pembelajaran saling tolong menolong, akan diterapkan oleh anak dan menjadi kebiasaan mereka peduli kepada lingkungan sekitar. Hal ini bisa dilakukan dari hal paling terkecil seperti ketika ada pulpen teman jatuh, tolonglah ambilkan pulpen tersebut. Banyak hal kecil lagi yang dapat dimulai untuk membangun pendidikan karakter.

Salah satu mantan presiden Amerika Serikat Theodore Roosevelt memiliki pemikiran yang menarik terhadap adanya pendidikan karakter ini. Ia mengatakan bahwa “mendidik seseorang tanpa mendidik karakternya adalah cara mendidik yang menyebabkan ancaman terhadap lingkungan masyarakat”.

Artinya orang yang cerdas dan memiliki intelegensi yang tinggi, ketika memiliki moral dan karakter yang rendah, justru akan menyebabkan ancaman bagi lingkungan sekitarnya.

Hal di atas disebabkan karena kurangnya moral dan rendahnya karakter individu. Ketika tingkat moral dan karakter individu rendah akan menyebabkan individu tersebut dapat berbuat kerusakan. Mereka akan melakukan apapun yang mereka mau tanpa memperdulikan lingkungan sekitar.

Maka dari itu sangatlah penting bagi lingkungan sekolah untuk dapat menekankan pendidikan karakter dengan baik dan efisien. Sehingga menghasilkan lulusan yang cerdas, berkeilmuan tinggi, rendah hati, dan peduli dengan lingkungan. (agu1/zal)

Guru SMPN 2 Demak

Author

Populer

Lainnya