Suka, Simpelnya Belajar Membuat Media Tata Surya

Oleh : Ary Yuliastuti, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Media merupakan bentuk jamak dari medium, yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Secara khusus, kata tersebut dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi dari satu sumber kepada penerima.

Dikaitkan dengan pembelajaran, media dimaknai sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi berupa materi ajar dari pengajar kepada peserta didik sehingga peserta didik menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

Permasalahan yang penulis alami adalah hasil belajar peserta didik kelas VI SDN 01 Legokclile Bojong pada materi “Tata Surya” telah gagal dalam pembelajaran. Terbukti hasil ulangan peserta didik di bawah kriteria ketuntasan minimal.

Rasa malas bisa juga muncul karena siswa belajar dengan metode yang kurang sesuai dengan kemampuannya menyerap ilmu. Penting sekali untuk mengedukasi siswa perihal mengenal diri masing-masing. Kalau siswa tahu metode belajar seperti apa yang membuat mereka mudah mencerna pelajaran, tentu segalanya jadi lebih mudah.

Melihat hal ini penulis berpikir bagaimana cara supaya siswa bersemangat lagi untuk belajar. Yaitu dengan media pembelajaran, walaupun media itu sangat sederhana dan dalam pembuatan dibantu anak-anak. Sehingga secara langsung siswa belajar materi dan terjun membuat alat peraga. Yaitu dari bahan bekas guna untuk memanfaatkan bahan-bahan bekas yang ada di sekeliling kita.

Baca juga:   Model ATM3 Mengantar Siswa Menjadi Juara

Meskipun banyak guru di kota-kota besar yang telah terlena dengan kemajuan teknologi yang digunakan dalam dunia pendidikan. Media modern telah memudahkan mereka memecahkan berbagai masalah di dalam proses belajar mengajar. Ketika dalam keadaan tertentu mereka harus jauh dari media tersebut mereka menjadi bingung karena ketergantungan pada media tersebut.

Mereka telah melupakan media yang bisa dikembangkan dari bahan-bahan sederhana di sekitar mereka. Akibatnya mereka menjadi kurang peka terhadap potensi di sekitar lingkungan mereka.

Langkah-langkah membuat alat peraganya antara lain membuat bola-bola planet dari kertas. Caranya bisa dengan membuat kertas bekas jadi bubur kemudian dibentuk bulat. Atau dengan menyiapkan air di dalam wadah, lalu remas kertas bekas membentuk bulatan. Dan dengan berulang-ulang mencelupkan kertas bekas itu ke dalam wadah berisi air agar kertas bekas bisa dengan mudah kita bentuk bulat menyerupai planet.

Setelah semua planet siap maka kita harus menngeringkan terlebih dahulu bola-bola planet itu di bawah panas matahari sampai benar-benar kering. Sembari menunggu bola-bola planet kering kita harus menyiapkan cat warna untuk mengecat bola-bola planet itu, agar menyerupai bentuk planet yang sebenarnya. Setelah bola-bola planet kering dengan sempurna kita lanjut mengecatnya. Bisa dengan cat air atau dengan pewarna makanan.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Bhineka Tunggal Ika dengan Metode Example Non Example

Penggunakan cat air karena lebih mudah dalam pengaplikasiannya dan lebih banyak pilihan warnanya sehingga bola-bola planetnya hampir mirip dengan asli.

Setelah semua sudah tercat kita kembali mengeringkan semua bola-bola planet. Kemudian membuat alas untuk menyusun bola-bola planet itu dengan kardus yang dilapisi dengan kertas karton berwarna hitam. Lalu membuat garis pembatas menggunakan tip x atau spidol putih, setelah itu di setiap bagian planet kita beri lidi atau kayu kecil ukuran 3cm untuk penyangga planet kertas kita. Apabila semua sudah siap kita menempelkan planet kertas sesuai urutan tata surya menggunakan lem tembak agar kuat.

Kemudian setelah semua terpasang memberi nama pada setiap planet agar siswa lebih mudah memahami pembelajaran tata surya ini. Papan tata surya pun selesai, siap digunakan untuk pembelajaran di dalam kelas.

Dengan penerapan metode yang sesuai dengan materi dalam pembelajaran peserta didik semakin bersemangat untuk belajar. Karena dengan media visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa. Terbukti hasil belajar siswa meningkat rata-rata 70 persen tuntas. (ct4/lis)

Guru Kelas VI SDN 01 Legokclile, Kec. Bojong, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya