Terampil Melakukan Lompat Tinggi dengan Permainan Karet Gelang

Oleh : M. Winarsih, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan jasmani merupakan bidang kajian yang luas yang sangat menarik dengan titik berat pada peningkatan pergerakan manusia (human movement).

Pendidikan jasmani menggunakan aktivitas jasmani sebagai wahana untuk mengembangkan setiap individu secara menyeluruh, mengembangkan pikiran, tubuh, dan jiwa menjadi satu kesatuan, hingga secara konotatif dapat disampaikan bahwa “suara pikiran adalah suara tubuh”.

Sementara itu, Marilyn M. Buck dan kawan-kawan (2007:15) menerjemahkan pendidikan jasmani sebagai kajian, praktik, dan apresiasi atas seni dan ilmu gerak manusia (human movement).

Pendidikan jasmani merupakan bagian dari proses pendidikan secara keseluruhan. Gerak merupakan sifat alamiah dan merupakan ciri dasar eksistensi manusia sebagai mahluk hidup.

Pendidikan jasmani bukan merupakan bidang kajian yang tertutup. Perubahan yang terjadi di masyarakat, perubahan teknologi, pemeliharaan kesehatan, dan pendidikan secara umum membawa dampak bagi kualitas program pendidikan jasmani.

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) pada satuan pendidikan SD diarahkan untuk mencapai kompetensi dalam penyempurnaan dan pemantapan pola gerak dasar, pengembangan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat. Melalui berbagai permainan sederhana dan tradisional, aktivitas senam, aktivitas gerak berirama, aktivitas air, dan materi kesehatan,dapat meningkatkan kualitas pembelajaran menjadi lebih baik.

Baca juga:   Kartu Hukum Bacaan “Lam” dalam Ilmu Tajwid Pembelajaran PAI dan BP

Yang terjadi pada siswa kelas V SDN 2 Margosari Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, saat pembelajaran pendidikan jasmani dengan materi gerak dasar lompat tinggi, mereka beranggapan bahwa lompat tinggi sangat menjemukan dan melelahkan. Lain halnya kalau materinya permainan, mereka sangat antusias. Siswa lebih menginginkan pembelajaran yang penuh tantangan, kreativitas, dan permainan yang lebih memacu semangat dan tentunya sangat menyenangkan bagi mereka, karena karakteristik siswa kelas V menyukai bentuk permainan. Hal ini dapat terlihat bila materi pembelajaran adalah permainan. Mereka melakukannya dengan antusias.

Berdasarkan hasil pengamatan pada pembelajaran sebelum penerapan dengan Permainan Karet Gelang pada materi lompat tinggi, diperoleh beberapa temuan. Ketika siswa disuruh lompat tinggi, mereka berkata takut untuk melakukannya, khususnya siswa putri. Kalaupun mereka mau melakukan karena terpaksa, takut dengan guru, dan tanpa didasari motivasi.

Dengan keadaan yang demikian, peserta didik enggan pula untuk mencoba melakukan lompat tinggi yang diajarkan oleh guru. Selain kurangnya motivasi, kerjasama antar teman juga masih kurang. Karena masih anak-anak, sehingga sifat egonya masih terlihat jelas.

Maunya menang sendiri dan merasa dirinya yang terbaik. Penggunaan model dan media pembelajaran merupakan salah satu solusi yang dipilih oleh pendidik untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar lompat tinggi. Pendidik menerapkan model permainan menggunakan alat bantu karet gelang sebagai media pembelajaran.

Baca juga:   Role Playing Tingkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa

Model permainan menggunakan alat bantu karet gelang ini dikatakan efektif apabila indikator yang diharapkan tercapai. Adapun indikator keberhasilan tindakan yang dapat dirumuskan sebagai berikut, proses pembelajaran pada gerak dasar lompat tinggi, menjadi menyenangkan bagi siswa.

Suasana berupa keaktifan siswa dan kemampuan dalam melakukan gerak dasar lompat tinggi, serta ketekunan dalam pembelajaran, dapat mencapai hasil yang maksimal sesuai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Karena penggunaan alat berupa karet gelang, siswa dapat melakukan lompatan setinggi tingginya tidak berbahaya.

Siswa belajar melakukan gerak dasar lompat tinggi secara mandiri, ketika jam istirahat mereka gunakan untuk permainan lompat tali dengan menggunakan karet gelang. Sehingga keterampilan pembelajaran PJOK materi gerak dasar lompat tinggi pada siswa kelas V SDN 2 Margosari menjadi lebih baik. Harapan pendidik, siswa mendapat juara ketika mengikuti lomba cabang olahraga atletik. (fkp2/ton)

Guru SDN 2 Margosari Kec. Limbangan Kab. Kendal

Author

Populer

Lainnya