Pengaruh Metode QSH, Pusatkan Perhatian Siswa dalam Belajar

Oleh : Diyah Erwati, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran yang tidak memperhatikan perbedaan individu pada anak dan didasarkan pada keinginan guru, akan menjadi tantangan untuk dapat menggiring siswa menuju pencapaian tujuan pembelajaran. Salah satu penerapan daripada pembelajaran aktif adalah strategi penerapan Question Students Have (pertanyaan dari siswa).

Penulis melakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bentuk, langkah, kekuatan dan kelemahan strategi pembelajaran Question Students Have, serta bagaimana model pelaksanaan pembelajaran RPP pada mata pelajaran Tematik SDN 01 Bukur kelas 5 materi tema 7 subtema 3.

Penulis menerapkan metode ini atas dasar pengalaman dari sebelum masa pandemi. Question Students Have adalah pertanyaan dari siswa. Metode questions students have adalah metode yang digunakan untuk mempelajari tentang keinginan dan harapan anak didik sebagai dasar untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki.

Metode ini menggunakan sebuah teknik untuk mendapatkan partisipasi murid melalui tulisan. Hal ini sangat baik digunakan pada murid yang kurang berani mengungkapkan pertanyaan, keingingan, dan harapan-harapan melalui percakapan.

Menurut Mc Kachie di dalam Martinus Yamin ada beberapa aspek yang dapat menyebabkan terjadinya keaktifan siswa yaitu: partisipasi siswa dalam menetapkan tujuan kagiatan pembelajaran, tekanan pada aspek afektif dalam belajar, partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran, terutama yang berbentuk interaksi antar siswa, kekompakan siswa sebagai kelompok belajar, kebebasan belajar yang diberikan kepada siswa dan kesempatan untuk berbuat serta mengambil keputusan penting dalam proses pembelajaran.

Baca juga:   Membangun Toleransi di Kalangan Pelajar dalam Heterogenitas Indonesia

Langkah- Langkah metode Questions Students Have antara lain : Pertama, pada tiap kelas dibagi menjadi 4 kelompok atau sesuai dengan jumlah peserta didik. Kedua, bagikan potongan-potongan kertas (ukuran kartu pos) kepada siswa. Ketiga, minta setiap siswa untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang berkaitan dengan materi pelajaran (tidak perlu menuliskan nama).

Keempat, setelah selesai membuat pertanyaan minta siswa untuk memberikan pertanyaan kepada teman disamping kirinya. Sesuaikan dengan posisi duduk siswa sebab jika posisi duduk melingkar pertanyaan akan mengikuti arah jarum jam. Asalkan semua siswa mendapat pertanyaan dari temannya.

Kelima, sesudah mendapat kertas pertanyaan dari teman disampingnya, minta mereka membaca pertanyaan tersebut. Jika ia juga ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang ia baca suruh memberikan tanda centang (√). Jika tidak suruh untuk langsung memberikan pada teman di sampingnya.

Keenam, setelah kertas pertanyaan kembali pada pemiliknya, minta siswa mengumpulkan kertas yang diberi tanda centang paling banyak dan membacanya. Ketujuh, berikan jawaban kepada masing-masing pertanyaan yang sudah dipilih dengan: dengan memberikan jawaban yang langsung dan singkat, menunda pertanyaan hingga waktu yang lebih tepat, mengemukakan bahwa untuk saat ini anda belum mampu menjawab atau persoalan ini (janjikan jawaban secara pribadi jika memungkinkan).

Baca juga:   Reciprocal Learning Efektifkan Pembelajaran Sikap dan Perilaku Terpuji

Kedelapan, jika waktunya cukup minta siswa untuk membacakan pertanyaan yang tidak mendapatkan suara (tanda centang) paling banyak. Kesembilan, jika jam pelajaran habis minta siswa mengumpulkan semua kertas pertanyaan, karena dapat anda jawab pada pelajaran atau pertemuan yang akan datang.

Dari pengalaman penggunaan metode di atas dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa sekalipun sebelumnya keadaan kelas ramai atau siswanya punya kebiasaan bergurau saat pelajaran berlangsung. Karena siswa dituntut mengembangkan unsur kognitifnya dalam membuat atau menjawab pertanyaan. Hasilnya perolehan nilai belajar peserta didik kelas 5 di atas rata-rata KKM sekolah. (ct3/ton)

Guru Kelas V SDN 01 Bukur Kec. Bojong Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya