Asyiknya Belajar Membaca Teks dengan Metode Make a Match

Oleh : Mustadi, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar bagaimana belajar menjadi perhatian pengamat dunia pendidikan. Istilahnya learning skill, ini menjadi kecakapan belajar siswa dalam mempelajari materi pembelajaran.

Dalam hal ini, keasyikan siswa dalam menggali menjadi cara belajar yang baik. Untuk menciptakan keasyikan belajar ini diperlukan media, metode, pendekatan yang cocok.

Memilah metode atau media pembelajaran perlu kecerdasan dan kejelian tersendiri sehingga tepat digunakan dengan hasil yang sesuai harapan. Walaupun pada penerapannya masih dijumpai beberapa siswa yang kebingungan dan ketidak tuntasan dalam mempelajarinya.

Hal ini sebagaimana dialami oleh penulis pada kelas III (tiga) pada pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia pada materi membaca teks tentang perubahan cuaca.

Fenomena ini menjadi bahan kajian penulis dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Penulis menerapkan metode Make a Match dalam mengajarkan materi teks bacaan tentang cuaca.

Kompetensi dasar dalam materi pembelajaran ini memuat menggali informasi tentang perubahan cuaca dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia yang disajikan dalam bentuk lisan, tulis, visual, dan/atau eksplorasi lingkungan serta menemukan kata/istilah khusus yang berkaitan dengan pengaruh perubahan cuaca terhadap kehidupan menusia yang terdapat dalam teks bacaan dengan benar.

Indikator pencapaian kompetensi siswa mampu menyajikan hasil penggalian informasi tentang konsep perubahan cuaca dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia dalam bentuk tulis menggunakan kosakata baku dan kalimat efektif.

Baca juga:   Kantong Koala Mudahkan Belajar Benua Australia Cara Jigsaw

Siswa mampu menampilkan pokok-pokok informasi yang berkaitan dengan pengaruh perubahan cuaca terhadap kehidupan manusia dengan menggunakan bahasa sendiri dengan lengkap dan tepat.

Menurut Joyce & Weil dalam Huda, (2013 : 73), bahwa Model pembelajaran sebagai rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum, mendesaian materi-materi instruksional, dan memandu proses pengajaran di ruang kelas atau disetting yang berbeda.

Menurut Tarmizi dalam Novia (2015 : 12) menyatakan bahwa model pembelajaran make a match artinya siswa mencari pasangan setiap siswa mendapat sebuah kartu (bisa soal atau jawaban) lalu secepatnya mencari pasangan yang sesuai dengan kartu yang ia pegang.

Berikut penerapan model pembelajaran make a match dalam materi pembelajaran membaca teks dikelas III (tiga), pertama, guru memberikan apersepsi dalam bentuk penayangan video motivasi belajar yang menarik dan menyenangkan.

Kemudian, guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa ide utama, informasi –informasi tertentu, topik bacaan teks berkaitan perubahan cuaca dengan ketentuan di kartu tersbeut terdapat satu sisi berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban. Hal ini untuk mudah direview. Setelah itu, setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang.

Baca juga:   Google Sites, Solusi Belajar dari Rumah

Selanjutnya, Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal atau kartu jawaban). Langkah berikutnya, siswa yang dapat mencocokan kartu nya sebelum batas waktu diberi poin atau penghargaan nilai. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya sampai semua siswa bisa memahaminya bacaan teks tentang perubahan cuaca.

Sehingga siswa dapat merasakan pengalaman membaca dan terlibat dalam penggalian informasi dari kartu. Terakhir, guru memberikan evaluasi dan kesimpulan pembelajaran. Tahap terakhir ini guru akan mengetahui dan mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami teks bacaan dengan metode make a match.

Manfaat metode make a macth dalam pembelajaran membaca teks bacaan tentang perubahan cuaca ini kelas menjadi aktif dan menyenangkan, materi pembelajaran yang disampaikan lebih menarik perhatian siswa, mampu meningkatkan hasil belajar siswa mencapai taraf ketuntasan belajar, suasana kegembiraan akan tumbuh dalam proses pembelajaran, kerja sama antar siswa terwujud dengan dinamis serta munculnya dinamika gotong royong yang merata diseluruh siswa. (ce2.2/ton)

Guru Kelas 3 SDN 01 Rowokembu

Author

Populer

Lainnya