Serunya Belajar Lompat dengan Metode Example Non-Example

Oleh : Supriyanto,S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang bersifat menetap melalui serangkaian pengalaman. Untuk membentuk pengalaman yang terbaik pada saat kelas pembelajaran diperlukan alat, media, metode atau strategi yang sesuai. sehingga pengalaman ini akan membekas, mudah dipahami dan mudah dipraktikkan.

Meskipun tidak mudah dalam menerapkannya, sebagaimana penulis mengalami di kelas I (satu) di SD Negeri 01 Klunjukan Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Penulis menemukan masih terdapat siswa yang kesulitan memahami materi dan tidak bersemangat dalam belajar, seperti main sendiri dan ingin cepat pulang.

Metode yang digunakan dalam materi pembelajaran kompetensi melompat yaitu metode example non example, penulis percayai sebagai metode yang seru bila diterapkan di kelas I (satu) pada mata pelajaran PJOK.

Model example, non-example adalah program pembelajaran yang dalam prosesnya memakai instrumen gambar untuk penyajian materi. Kegunaan dari adanya contoh gambar adalah agar siswa bisa menganalisa gambar ke dalam sebuah deskripsi. Deskripsi gambar berupa pemaknaan dan interpretasi siswa mengenai maksud dari isi gambar yang disajikan.

Pembelajaran jenis ini berfungsi agar siswa bisa memahami materi dengan cara berimajinasi. Selain itu model ini juga bermanfaat untuk merangsang siswa dalam berpikir analitis dan kritis untuk menyelesaikan segala masalah.

Baca juga:   Menjaga Kesehatan Tubuh dengan Sarapan Pagi

Kompetensi Dasar pada materi pembelajaran ini memuat memahami prosedur gerak dasar lokomotor sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional serta mempraktikkan prosedur gerak dasar lokomotor sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha, dan keterhubungan dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. adapun indikator pencapaian kompetensi siswa mampu melompat dengan baik dan benar. Siswa mampu memahami dasar melompat.

Example non-examples adalah teknik yang dapat dipakai guru dalam pengajaran dengan tujuan agar siswa bisa lebih paham tentang definisi konsep. Berdasarkan penuturan Huda (2014), pembelajaran examples non-examples merupakan pembelajaran yang memanfaatkan gambar sebagai perangkat untuk penyampaian materi ajar.

Ini bertujuan agar siswa mampu belajar dengan pola pikir kritis dan pola pikir menyelesaikan sesuatu (pemecahan masalah). Karena dengan adanya gambar, siswa bisa terpicu untuk menganalisa dan mendeskripsikan makna atau maksud dari gambar yang disajikan.

Bagaimana langkah –langkah pembelajaran menggunakan metode example non-example pada kecakapan melompat di kelas I (satu), pertama, guru melakukan apersepsi dan memberikan motivasi pembelajaran dengan bentuk menyanyi bersama, guru memilih lagu kelinciku.

Baca juga:   Siswa Berhenti Merokok melalui Layanan Bimbingan Kelompok Model PBL

Sambil menirukan gerakan melompat kelinci. lalu guru menjelaskan materi gerak lokomotor khususnya kecakapan melompat. Setelah itu, guru menyediakan gambar yang cocok dengan misi pembelajaran. Yaitu gambar yang disediakan gambar kuda melompat, kelinci melompat dan kanguru melompat. Selanjutnya, guru akan mempresentasikan gambar pada dinding atau LCD Proyektor. Atau gambar dengan kertas karton untuk ditempel di papan tulis dengan berjarak. Kemudian, guru mengarahkan siswa untuk menyimak gambar dan menganalisanya.

Siswa akan diberi kesempatan berupa waktu untuk memahami gambar dengan cermat. Guru juga bisa memberikan clue agar siswa bisa terangsang dalam memahami gambar. Lalu, guru mengarahkan siswa untuk membuat grup belajar 2 hingga 3 siswa. Yang bertujuan untuk menganalisa gambar lebih lanjut. Lalu analisa tersebut ditulis di kertas yang telah disediakan oleh guru.

Selanjutnya, setiap grup belajar akan diberi waktu untuk menirukan didepan kelas dari diskusi yang telah didapat berdasarkan tampilan video melompat hewan–hewan tersebut. Setelah itu guru memberikan evaluasi pembelajaran secara individu. Langkah terakhir, guru dan siswa melakukan refleksi pembelajaran untuk mengambil kesimpulan bersama berdasarkan pengamalan langsung yang telah dialaminya. (bk1/ton)

Guru PJOK SD Negeri 01 Klunjukan Sragi

Author

Populer

Lainnya