Menggunakan Loose Parts untuk Pembelajaran Anak PAUD

Oleh: Wagirah S.Pd.AUD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tantangan kehidupan di era sekarang ini yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga diperlukan kemampuan dan ketrampilan sebagai bekal untuk bertahan.

Seseorang harus mempunyai kelebihan dalam berkreasi dan berinovasi karena Siantajani (2020) menyatakan bahwa mereka yang kritis,inovatif dan kreatif adalah manusia yang bisa bertahan di sepanjang zaman.

Mereka yang dapat berkomunikasi dan kolaborasi sebagai manusia akan berhubungan dengan teknologi yang semakin maju. Sebagai upaya yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kualitas pendidikan sejak usia dini.

Beberapa tahun terakhir ini pendidikan abad 21 menjadi fenomena baru yang akan dihadapi oleh bangsa ini. Menurut Redhana (2019), keterampilan abad 21 tidak dibawa mulai dia lahir tetapi ketrampilan didapat dari proses pengalaman, belajar, dan latihan secara terus menerus.

Pendidik memiliki peran penting untuk menyiapkan generasi bangsa yang cerdas, unggul, tidak hanya mempunyai pengetahuan yang tinggi tetapi ketrampilan juga diperlukan pada abad sekarang ini (Nugraheni, 2019).

Pendidik anak usia dini harus mampu bersifat sebagai fasilitator agar pembelajaran berpusat pada anak. Dalam kegiatan sehari-hari anak usia dini lebih senang menggunakan dan bermain alat atau bahan permainan di sekitar misalnya pasir, batu, daun, alat minum dan alat makan. Bahkan anak senang bermain alat permainan ini dibandigkan alat bermain sudah jadi (toys).

Baca juga:   Discovery Learning Tingkatkan Menulis Teks Descriptive

Menurut Puspita (2019) loose parts merupakan alat dan bahan yang memfasilitasi rasa ingin tahu anak secara alami. Haughey (2017) menyebutkan bahwa ada 7 tipe dari loose parts yaitu (1) bahan alam, (2) plastik, (3) logam, (4) kayu dan bambu, (5) benang dan kain, (6) kaca dan keramik, (7) bekas kemasan. Dapat dilihat bahwa komponen-komponen loose parts ada di sekitar lingkungan kita.

Hal ini menunjukkan bahwa mainan dengan komponen loose parts dapat ditemukan dengan mudah tanpa memakan biaya yang mahal dibanding dengan mainan pabrik. Loose parts menciptakan lingkungan yang lebih kaya bagi anak untuk bermain, memberikan anak sumber belajar yang diperlukan untuk bermain. Loose parts tidak memiliki ramuan khusus dan memberikan kemungkinan-kemungkinan yang tak terbatas.

Para guru dan kurikulum yang mulai menggunakan Loose parts di luar ruangan umumnya lebih fleksibel, serta dapat mendorong anak usia dini menggunakan kebebasan mereka dalam bermain untuk mengembangkan kontrol individu dan keterampilan pengaturan diri.

Pembelajaran ini dapat menjadi strategi untuk anak dalam mengembangkan berbagai keterampilan dibandingkan menggunakan mainan buatan pabrik karena lebih menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Sebagai contoh, batu dapat disusun menjadi sebuah rute jalan, tongkat kayu dapat dijadikan sebagai pedang dan cangkul atau sesuai dengan imajinasinya terhadap bahan-bahan tersebut, Sebuah batu misalnya, bagi anak bisa dijadikan mobil, lampu, orang, atau roti.

Baca juga:   Word Square, Belajar IPS lebih Menyenangkan

Flanningan dan Dietze (2017), berpendapat bahwa bermain di lingkungan luar dengan pembelajaran Loose Parst dapat mendukung anak-anak untuk memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi karena memiliki pengaruh positif pada perilaku anak-anak dan perkembangan mereka.

Ada empat manfaat utama apabila anak bermain dengan loose parts, yaitu : 1) mengembangkan keterampilan inkuiri; 2) Mengajarkan anak untuk bertanya; 3) mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak; 4) mengembangkan imajinasi dan kreativitas. Cara yang bisa dilakukan untuk melakukan pembelajaran menggunakan loose parts diantaranya memulai dengan hal-hal yang sederhana, menambah media loose parts, menata loose parts dengan baik agar menarik, invite dan provokasi. (bk1/ton)

TK Aisyiyah Kajen, Kab. Pati

Author

Populer

Lainnya