Peran Pendidikan dalam Pembentukan Karakter

Penulis: Erma Rahmawati Ulfa, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN mempunyai peranan penting di dalam membentuk manusia yang beradab dan kehidupan yang berkualitas.

Hal ini sesuai dengan pasal 3 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan nilai perilaku dan sikap seseorang untuk menumbuhkan budi pekerti yang luhur.

Melalui pendidikan karakter, setiap individu akan dididik untuk memiliki nilai dan perilaku yang baik. Maka, dapat dikatakan bahwa pendidikan karakter ialah usaha sadar, terencana dan tanpa paksaan yang dilakukan oleh seseorang atau pendidik untuk membentuk kebiasaan atau habit yang baik pada seseorang, dengan harapan terbangun watak yang baik sesuai norma-norma dalam masyarakat.

Sebagai pendidik sudah sepatutnya menunjukkan komitmen untuk menghasilkan sumber daya manusia yang dapat membawa manfaat bagi terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia tersebut. Istilah karakter dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Inggris yaitu character yang berarti ciri khas permanen yang melekat pada seseorang.

Jadi jika seseorang memiliki karakter jujur misalnya, maka dia akan menampilkan perilaku jujur kapanpun dan dimanapun. Jika karakter jujur itu kuat melekat padanya, maka ia akan tetap jujur dalam kondisi apapun.

Baca juga:   Model Discovery Learning untuk Pembelajaran Pesdik Kelas Atas

Ia tidak akan berubah menjadi pembohong, karena jujur memang sudah menjadi karakternya.Sedangkan makna kata karakter dalam bahasa Arab disebut tabiat. Dalam pemakaiannya, kata tabiat berarti cap atau stempel. Senada dengan makna karakter di atas, cap juga mengandung makna kata permanen.

Menurut Spencer dan Spencer 1993 posisi karakter diibaratkan seperti sebuah bongkahan es di lautan, di mana pada bongkahan es tersebut, terdapat bagian yang terlihat karena berada di atas permukaan laut, dan juga terdapat bagian yang tidak terlihat karena berada dibawah permukaan laut.

Pengetahuan dan ketermapilan berada dipermukaan sehingga lebih mudah terlihat sedangkan konsep diri, ciri diri dan motif tidak terlihat. Pengetahuan dan keterampilan lebih mudah untuk dikembangkan. Motif dan ciri diri lebih sulit untuk di akses dan dikembangkan, sedangkan konsep diri terletak di antaranya.

Pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini, penanaman pendidikan karakter ini menjadi suatu tantangan bagi pendidik untuk bisa mewujudkannya. Keterbatasan ruang dan waktu menjadi penghalang utama dalam prosesnya. Oleh karena itu pendidik dapat bekerja sama dengan orang tua untuk melaksanakan pendidikan karakter, karena pada dasarnya pendidikan karakter itu bermula dari keluarga.

Sudah seharusnya orang tua memberikan bimbingan yang benar sejak dini, didukung dengan konsistensi pendidikan karakter yang terus dikembangkan pada pedidikan formal, maka karakter-karakter baik akan mendarah daging dan terinternalisasi secara kuat pada diri seseorang.

Baca juga:   Permudah Belajar Energi dengan Kincir Angin Kertas

Pendidikan karakter dapat menjadi lebih mudah apabila seluruh stakeholder pendidikan, orang tua, dan masyarakat bisa menjadi role model atau panutan karakter-karakter yang diajarkannya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan pendidikan karakter.

Pertama pendidikan dengan keteladanan yang dianggap sebagai jurus paling ampuh dalam menyelesaikan permasalahan akhlak, spiritual, dan sosial anak. Kedua dengan memberikan nasehat yang dapat membuka wawasan anak tentang hakikat sesuatu sehingga memberi manfaat yang baik untuk anak dan mendorong untuk bersikap lebih baik atau memperbaiki sikap ke arah positif.

Ketiga dengan memberi perhatian pada anak sesuai perkembangan anak. Memberi perhatian ketika anak lalai merupakan tindakan preventif terhadap perilaku buruk anak. Keempat pendidikan dengan hukuman yaitu memberi hukuman yang mendidik dengan cara lemah lembut, menghukum sesuai perilaku kebiasaan anak, dan menghukum dengan cara bertahap mulai dari yang paling ringan hingga paling berat.

Kelima pendidikan dengan pembiasaan. Melakukan kebiasaan baik sehingga melekat pada diri seseorang dalam kehidupan sehari-hari sekaligus sebagai sumber kekuatan positif. Dengan usaha-usaha tersebut di atas diharapkan kita dapat mewujudkan pendidikan karakter untuk kemajuan bangsa dan negara. (ra2/bas)

Guru Kelas SD Negeri Cebongan 02 Salatiga

Author

Populer

Lainnya