Menanamkan Pemahaman Lima Pulau Besar di Indonesia dengan Peta Buta

Oleh : Sarju, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Untuk menanamkan pemahaman konsep pelajaran IPS kelas 5 semester 1 menggunakan alat peraga peta buta lima pulau besar di Indonesia. Guru bisa membuat peta buta dari kelima pulau besar tersebut. Yakni Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Alat peraga bagi guru sebagai media dalam menanamkan konsep IPS sehingga dapat memperbaiki mutu pembelajaran. Bagi siswa alat peraga ini dapat memperjelas materi pembelajaran. Menurut Estiningsih, alat peraga merupakan media pembelajaran yang mengandung atau membawakan ciri-ciri konsep yang dipelajari (Sukayati, 2009).

Menurut Sudjana alat peraga adalah alat bantu yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar agar siswa lebih efektif (2008). Alat peraga dalam proses belajar mengajar bukan sebagai fungsi tambahan tetapi mempunyai fungsi tersendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif (Sudjana, 2008).

Peralatan yang digunakan gunting atau cutter, penggaris, dan spidol. Bahan yang digunakan kertas manila atau kardus bekas, kertas asturo, dan double tipe. Cara membuatnya siapkan satu lembar kertas manila atau kardus bekas kemudian dibagi menjadi empat.

Gunting empat bagian kertas manila tersebut sesuai desain. Siapkan pensil dan spidol warna. Gambar desain 5 pulau besar tersebut pada kertas manila putih dengan pensil. Garis tepinya tebalkan dengan spidol warna hitam, termasuk garis batas masing-masing provinsi.

Baca juga:   Pembelajaran Pidato dengan Moda Daring Whatsapp

Warnai gambar 5 pulau besar tersebut dengan warna yang berbeda untuk membedakan antara provinsi yang satu dengan yang lainnya. Gunting gambar 5 pulau besar tersebut. Tempelkan pada kertas karton dengan menggunakan double tipe. Ambil kertas asturo warna. Gunting dan buatlah bentuk bangun balok kecil.

Gunting kertas manila dengan warna lain sebanyak 27 buah. Masing-masing kertas diberi nama provinsi dan nama ibukotanya. Isikan kertas dengan nama provinsi tersebut ke dalam kotak balok.Tempelkan kotak balok secara acak pada peta buta 5 pulau besar tersebut.

Cara penggunaan alat peraga guru menjelaskan materi tentang 5 Pulau Besar di Indonesia. Siswa mengamati gambar Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua yang ada pada atlas yang telah dibawa. Alat peraga ditempelkan pada papan tulis. Siswa dibentuk ke dalam 8 kelompok. Masing-masing kelompok diberi tugas untuk mengisi lembar kegiatan. Kelompok yang selesai lebih dulu, boleh mengambil balok yang tertempel pada peta buta 5 pulau besar (diwakili seorang siswa).

Siswa membawa isi balok kembali pada kelompoknya, kemudian mendiskusikannya. Demikian tadi diulang pada kelompok berikutnya yang bisa menyelesaikan soal terlebih dulu. Setelah semua kelompok selesai diskusi, guru memberi aba-aba untuk salah satu perwakilan kelompok maju menempelkan kertas bertuliskan nama provinsi pada peta buta 5 pulau besar tersebut.

Guru memberi apresiasi kepada 3 kelompok yang tercepat dan benar jawabannya dengan memberi hadiah untuk dibagikan pada kelompoknya. Adapun tugas masing-masing kelompok adalah mencari letak provinsi yang ada di 5 pulau besar tersebut. Meletakkan kotak balok yang berisi nama provinsi di masing-masing pulau, dan menempelkan kotak balok yang belum terisi oleh kelompok lain.

Baca juga:   Discovery Inquiry untuk Pembelajaran Daring

Disamping itu harus disiapkan jobsheet. Jobsheet adalah lembar kerja yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus dikerjakan oleh siswa pada waktu praktik (Eko, 2008).

Jobsheet paling tidak memuat judul, kompetensi dasar yang akan dicapai, waktu penyelesaian, peralatan/bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas, informasi singkat, langkah kerja, tugas yang harus dilakukan, dan laporan yang harus dikerjakan.

Dengan alat peraga peta buta, kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa menjadi meningkat. Sebelum menggunakan alat peraga peta buta 5 pulau besar ini peserta didik selalu kesulitan menemutunjukkan nama dan letak provinsi dan nama ibu kota dari masing-masing provinsi. Dalam pembelajaran lebih aktif, kreatif, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh siswa, secara otomatis hasil belajar siswa akan meningkat.

Awalnya masih ada beberapa anak yang nilainya di bawah KKM, setelah pembelajaran menggunakan alat peraga peta buta 5 pulau besar ini nilai siswa naik di atas KKM. (ms2/lis)

Guru SDN Jogoyasan, Ngablak, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya