Pemanfaatan IT dan Pembuatan Video Pembelajaran Beranimasi Tingkatkan Kompetensi Guru SD

Oleh : Khusnul Khotimah, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Setahun lebih setelah pandemi, anak dan remaja di Indonesia menghadapi tantangan ‘kenormalan baru’. Pandemi memiliki dampak sekunder yang luas terhadap 80 juta anak Indonesia dan kehidupan sehari-hari mereka.

Pendidikan jutaan anak dan remaja terganggu, akses layanan kesehatan, gizi, dan perlindungan terdampak begitu besar. Keluarga harus berjuang untuk dapat bertahan secara finansial. Ketimpangan semakin memburuk, terutama yang terkait dengan gender, kemiskinan, dan disabilitas.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengakui pembelajaran tatap muka merupakan skema pembelajaran yang paling ideal. Menurut Nadiem Makarim pembelajaran tatap muka memberikan manfaat yang paling optimal untuk siswa. “Kita ingin semua anak-anak tetap tatap muka sekolah. Karena itu yang paling ideal itu yang paling optimal buat anak-anak,” ujar Nadiem.

Pembelajaran tatap muka sampai saat ini menjadi harapan semua lapisan masyarakat baik orang tua, guru, dan siswa yang merupakan pihak berhubungan langsung dengan proses pembelajaran. Namun harapan itu harus ditepis dengan adanya aturan protokol kesehatan demi menjaga keselamatan dan kesehatan bersama.

Salah satu upaya yang ditempuh oleh pemerintah dalam menangani wabah Covid pada dunia pendidikan adalah dengan meniadakan kegiatan pembelajaran tatap muka. Nadiem mengatakan pemerintah terpaksa menetapkan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi untuk menghindari penyebaran virus korona.

Baca juga:   Pembelajaran TKRO Sistem Suspensi Menggunakan Model Kontekstual

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah tersebut sangat mengejutkan pemangku pendidikan. Karena sadar maupun tidak guru selaku pelaksana pendidikan di tingkat paling bawah belum siap untuk menghadapi kebijakan yang diambil oleh pemerintah tersebut.

Namun guru tidak hanya berpangku tangan dalam menghadapi masalah tersebut. Sehingga forum guru di tingkat paling bawah berupaya pembelajaran tatap muka yang ditiadakan diharapkan tetap dilaksanakan. Agar tidak merugikan siswa pada khususnya, maupun dunia pendidikan pada umumnya.

Forum K3S ”Kresna” Kecamatan Tersono, menempuh salah satu cara yaitu dengan mengadakan kegiatan bimtek IT dan pembuatan video pembelajaran beranimasi.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan di seluruh wilayah Kecamatan Tersono. Bimtek IT dan pembuatan video pembelajaran beranimasi mendapat dukungan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang. Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kasi Tenaga Pendidik Kependidikan Kabupaten Batang.

Bimtek untuk meningkatkan kompetensi bagi tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan di bidang IT dan pembuatan video pembelajaran beranimasi. Bimtek dilaksanakan selama 3 hari mulai 9 sampai 11 Februari 2021 di SD Negeri Tersono.

Baca juga:   Meningkatkan Minat Baca Anak melalui Metode Dongeng

Adapun materi yang dipaparkan adalah pembuatan pertama google form. Dalam pembuatan google form meliputi pengenalan dan manfaat google form, google form sebagai alat evaluasi, dan praktik mandiri pembuatan google form. Kedua google classroom.

Meliput pengenalan dan manfaat google classroom, google classroom sebagai kelas maya, mengelola google classroom untuk PJJ, dan praktek mandiri google classroom. Ketiga, aplikasi zoom cloud meeting meliputi pengenalan dan manfaat zoom, zoom sebagai alat video pembelajaran, membuat jadwal meeting, dan praktik mandiri zoom dengan peserta didik.

Empat, pembuatan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik). Meliputi pengenalan dan manfaat LKPD, LKPD untuk PJJ di masa pandemi, dan praktik mandiri LKPD. Kelima, video pembelajaran beranimasi meliputi penulisan rencana/scripting, rencana animasi/storyboarding, pengenalan alat dan software, pengamabilan video/shooting, mendesain aset animasi, proses composting dan rendering, serta final project. Dengan kegiatan tersebut wawasan dan pengetahuan guru SD akan semakin bertambah sehingga diharapkan kompetensi guru SD dapat meningkat. (fkp1/lis)

Guru SD Negeri Gondo 01, Kec.Tersono, Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya