Tingkatkan BDR Tematik Melalui Model Cooperative Scrip

Oleh : Tanti Rudi Siswanti, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan saat ini terdampak imbas besar di masa pandemi, Pembelajaran tatap muka (PTM) belum boleh dilaksanakan secara normal. Guru dituntut berpikir kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran secara daring, sehingga siswa tidak jenuh dalam menerima pembelajaran tersebut, bagaimana tingkat pemahaman siswa atas materi materi yang telah diberikan guru secara daring.

Melalui dialog interaktif antara guru dan siswa, menimbulkan tingkat pemahanan materi yang baik. Siswa harus belajar secara virtual, sedangkan dialog interaktif antara guru dan siswa tidak semudah kalau secara tatap muka.

Pembelajaran yang dilakukan antara guru dan siswa hendaklah mengacu pada peningkatan aktivitas dan partisipasi siswa. Di masa pandemi ini guru diharapkan mampu membawa siswa untuk aktif dalam berbagai bentuk belajar, melalui daring berupa belajar mandiri, belajar memecahkan masalah, dan sebagainya.

Hasil belajar siswa selain dipengaruhi oleh metode pembelajaran juga dipengaruhi oleh partisipasi siswa. Jika siswa aktif dan berpartisipasi dalam pembelajaran, maka tidak hanya aspek prestasi saja yang diraihnya namun ada aspek lain yang diperoleh yaitu aspek afektif dan aspek sosial.

Tingkat pemahaman siswa atas materi yang diberikan oleh guru secara daring tentu berbeda-beda. Banyak yang tingkat pemahaman kurang, karena ketidaksungguhan dalam proses pembelajaran. Begitu yang dialami oleh siswa kelas 3 SDN Mangkukusuman 3 Kota Tegal pada materi Tema 1, Sub Tema Ciri-ciri Mahluk Hidup.

Baca juga:   Serunya Belajar Materi ASEAN dengan Metode TGT

Guru memilih menggunakan metode Cooperative Scrip karena sangat cocok untuk dipraktikkan dalam pembelajaran daring. Menurut Sudrajat (2007), model pembelajaran Cooperative Scrip (skrip kooperatif) adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang di pelajari.

Metode Cooperative Script menurut Departemen Nasional yaitu di mana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian materi yang dipelajari.

Jadi pengertian dari Cooperative Script adalah metode belajar di mana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi Pendidikan Agama Islam yang dipelajari (Online, Media pembelajaran dikaitkan-dengan metode cooperative script: 2012).

Langkah-langkah BDR melalui model pembelajaran Cooperative Scrip yaitu dengan grup whatsapp. Guru terlebih dahulu memberikan materi kepada siswa untuk membaca materi dan membuat ringkasan dengan pendampingan orangtua. Kemudian berpasangan siswa dan orangtua, guru menetapkan yang berperan sebagai pembicara orangtua dan anak sebagai pendengar.

Pembicara membacakan ringkasan materi selengkap mungkin, dan anak mendengar, menyimak, mengoreksi dan menunjukkan materi yang kurang lengkap, dan membantu mengingat, menghapal ide-ide pokok yang berhubungan dengan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya, bertukar peran, semula sebagai pembicara di tukar menjadi pendengar dan sebaliknya.

Baca juga:   Permasalahan Pubertas pada Siswa Dapat Teratasi dengan Model CPS

Orangtua di saat pembelajaran daring sangat diperlukan oleh anak, terutama pada siswa tingkat SD. Orang tua dituntut untuk dapat menjelaskan apa yang dijelaskan oleh pengajar dan dapat membantu mengerjakan tugas pekerjaan rumah anak-anaknya. Peran penting orangtua lainnya yang sangat penting memberikan fasilitas seperti handphone, laptop, internet, kuota dan bahan-bahan untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Kelebihan dari pembelajaran model Cooperative Scrip adalah melatih pendengaran siswa, ketelitian siswa dalam mengerjakan tugas, kecermatan dalam membaca. Setiap siswa mendapatkan peran dan melatih mengungkapkan kesalahan dengan lisan.

Pembelajaran model Cooperative Scrip memiliki kekurangan dan kelemahan yaitu dalam pembelajaran model ini hanya digunakan untuk muatan pelajaran tertentu, hanya dilakukan dua orang sehingga koreksi hanya sebatas pada siswa tersebut. (bk1/ton)

Guru SD Negeri Mangkukusuman 3 Kota Tegal

Author

Populer

Lainnya