Semangat Menyambut Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Oleh: Yuliah, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi telah berlangsung hampir dua tahun. Dunia pendidikan seakan telah mengalami perubahan yang signifikan. Siswa dan orangtua terkena dampak. Mulai dari penggunaan teknologi hingga penggunaan beberapa media online yang lain.

Seiring berjalannya waktu ada kejenuhan yang dialami oleh siswa maupun orangtua. Ketika setiap hari orangtua harus mendampingi anak dalam belajar. Ataupun yang dialami siswa sendiri yaitu dalam menyelesaikan tugas dari guru.

Sekolah tempat penulis bertugas yaitu SD Negeri Kebonsari pun mengalami hal yang serupa. Ada beberapa wali murid yang menyatakan kegelisahannya mengenai perilaku anaknya karena tidak masuk sekolah.

Mereka ingin segera dapat belajar secara normal atau tatap muka. Berharap agar pemerintah segera dapat membuka sekolah. Apakah pembelajaran tatap muka itu? Kapan akan dapat dilaksanakan kembali?

Menurut Jumeri, direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar,dan Pendidikan Menengah pembelajaran tatap muka bakal diselenggarakan di sekolah-sekolah yang wilayahnya masuk dalam PPKM level 1 hingga 3 (itjen.kemendikbud.go.id, September 2021)

Berdasarkan pertimbangan, karena transmisi penularan virus korona di daerah tersebut relatif rendah, begitu pula catatan kasus positif dan angka kematian.

Sedangkan menurut Heru Purnomo, sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) pendapat bahwa tanpa ditunjang vaksinasi, maka berisiko menimbulkan klaster Covid-19. Heru merekomendasikan Kemendikbudristek agar memakai syarat minimal vaksinasi 70 persen di tiap satuan pendidikan jika ingin menerapkan pembelajaran tatap muka. Acuan ini lebih jelas dibandingkan menggunakan level 1 sampai 3.

Baca juga:   Menguatkan Kaos Berbasis Proyek melalui Pembelajaran PPKn

Pakar kebijakan publik UGM Agustinus Subarsono mengemukakan pendapatnya bahwa diperlukan persiapan matang sebelum rencana pembelajaran tatap muka bisa dijalankan. Dikatakan bahwa orang itu merupakan makhluk sosial, sehingga ada keinginan bertemu dengan teman, guru, bukan sekadar untuk sekolah tapi juga untuk berinteraksi (Kompas.com).

Berkaitan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka, ada beberapa syarat yang harus diikuti oleh sekolah. Salah satunya seluruh tenaga pendidik harus sudah melaksanakan vaksin. Untuk hal tersebut di sekolah penulis semua guru sudah mengikuti vaksin.

Persyaratan lain untuk persiapan pembelajaran tatap muka yang tidak kalah penting adalah beberapa sarana kebersihan yang sesuai standar. Hal-hal lain yang juga perlu diperhatikan antara lain koordinasi dengan dinas terkait. Sekolah harus mendapatkan izin dari Dinas Pendidikan melalui pemerintah daerah. Kemudian diadakan sosialisasi kepada wali murid.

Hal ini diperlukan agar orangtua paham akan pentingnya memperhatikan kesehatan anaknya yang akan mengikuti sekolah secara tatap muka. Kemudian sekolah juga mempersiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan. Antara lain menyediakan masker yang memadai dan alat pengukur suhu tubuh (thermo gun).

Baca juga:   Peranan Pendidikan Karakter di dalam Pendidikan

Sekolah SD Negeri Kebonsari, Borobudur juga sedang mempersiapkan pembelajaran tatap muka. Menambah jumlah tempat cuci tangan di setiap depan kelas. Kemudian menata tempat duduk siswa secara berjarak sesuai standar berjarak satu setengah meter.

Di depan sekolah juga dipersiapkan tempat khusus untuk pengantar dan penjemput siswa. Artinya orang yang mengantar tidak diperkenankan masuk lokasi sekolah. Ini dimaksudkan untuk mencegah kontak seminimal mungkin dengan orang lain. Sekolah juga mempersiapkan dan menambah tempat sampah di luar dan di dalam kelas.

Bahkan tempat sampah harus yang ada tutupnya. Handsanitizer dipersiapkan lengkap dengan tisu. Rute siswa untuk masuk dan keluar sekolah juga diatur agar tidak berpapasan antara siswa yang satu dengan lainnya.

Semoga dengan semua persiapan yang matang siswa akan dapat kembali belajar dengan semangat baru. Pembelajaran tatap muka yang ditunggu oleh siswa maupun orang tua akan segera terwujud untuk kemajuan pembelajaran. (pm2/lis)

Guru SDN Kebonsari, Borobudur, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya