Lebih Bersemangat Belajar Materi Peredaran Darahku Sehat dengan Kooperatif Jigsaw

Oleh : Untung Riyadi, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran dengan model daring selama pandemi Covid-19 menjadikan siswa bosan. Siswa merindukan belajar di sekolah, bertemu dengan guru dan teman-teman sekelasnya. Sehingga saat mendengar sekolah segera menerapkan model pembelajaran tatap muka (PTM), siswa menyambutnya dengan senang hati.

Hal tersebut terjadi pula pada kelas V SDN 04 Randudongkal. Pada kegiatan PTM materi “Peredaran Darahku Sehat” guru memilih menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Dengan harapan pembelajaran yang berlangsung dapat lebih meningkatkan hasil belajar siswa.

Menurut Hisyam Zaini dalam bukunya Strategi Pembelajaran Aktif (2008: 56) dijelaskan model pembelajaran jigsaw merupakan strategi yang menarik untuk digunakan. Materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian.

Kelebihan strategi ini dapat melibatkan seluruh peserta didik dalam belajar dan sekaligus mengajarkan kepada orang lain. Sedangkan menurut Akhmad Sudrajat dalam bukunya Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik dan Model Pembelajaran (2008:1) menjelaskan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya.

Baca juga:   NHT Meningkatkan Hasil Belajar Sistem Koordinasi

Ada beberapa manfaat pembelajaran model kooperatif tipe jigsaw menurut Abdau (2016) antara lain meningkatkan kemampuan diri tiap individu, saling menerima kekurangan terhadap perbedaan individu yang lebih besar. Konflik antar pribadi berkurang, sikap apatis berkurang.

Pemahaman yang lebih mendalam, motivasi lebih besar, hasil belajar lebih tinggi, retensi atau penyimpanan lebih lama. Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi. Dan cooperative learning dapat mencegah keagresifan dalam sistem kompetensi dan keterasingan dalam sistem individu tanpa mengorbankan aspek kognitif.

Langkah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw menurut Rusman dalam bukunya Model – Model Pembelajaran (2012: 218) pertama siswa dikelompokkan dengan anggota kurang lebih 4-5 orang. Kedua, tiap siswa dalam tim diberikan materi atau tugas yang berbeda.

Ketiga anggota dalam tim yang berbeda dengan penugasan yang sama membentuk kelompok baru (kelompok ahli). Keempat setelah kelompok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan menjelaskan kepada anggota kelompok tentang sub bab yang mereka kuasai. Kelima tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi. Keenam pembahasan, dan penutup.

Baca juga:   Peran Pendidikan dalam Pembentukan Karakter

Kelebihan dan kelemahan dalam pembelajaran kooperatif tipe jigsaw menurut Widaningsih (2012: 47) sebagai berikut : memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan berlatih komunikasi. Adanya interaksi sosial yang baik dalam kelompok. Membuat siswa lebih aktif dan kreatif. Dengan adanya penghargaan yang diberikan pada kelompok mencapai prestasi yang baik.

Adapun kelemahan pertama diperlukan kesadaran siswa untuk memaksimalkan kinerjanya. Kedua memerlukan waktu yang cukup lama dan persiapan yang matang dalam pembuatan bahan ajar. Ketiga membutuhkan biaya yang cukup besar.

Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN 04 Randudongkal. Karena metode tersebut dapat mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam memahami materi “Peredaran Darahku Sehat” pada pembelajaran tatap muka (terbatas) yang dilaksanakan di SDN 04 Randudongkal tempat penulis melaksanakan tugas mengajar sehari-hari. (ms1/lis)

Guru Kelas V SDN 04 Randudongkal, Pemalang

Author

Populer

Lainnya