Microsoft Sway, Tingkatkan Minat Belajar Sains Materi Rangkaian Listrik Sederhana saat Pandemi

Oleh : Nok Urip, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 membawa dampak di berbagai sektor kehidupan seperti ekonomi, sosial, termasuk juga pendidikan.

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada Kamis (5/3) menyatakan bahwa, wabah virus korona telah berdampak terhadap sektor pendidikan.

Hampir 300 juta siswa terganggu kegiatan sekolahnya di seluruh dunia dan terancam berdampak pada hak-hak pendidikan mereka di masa depan.

Di tengah pembatasan sosial akibat wabah Covid-19, kita harus tetap semangat mengejar dan mengajar ilmu pengetahuan. Konsep sekolah di rumah (home-schooling) tidak pernah menjadi arus utama dalam wacana pendidikan nasional.

Meski makin populer, penerapan pembelajaran online (online learning) selama ini juga terbatas pada Universitas Terbuka, program kuliah bagi karyawan di sejumlah universitas dan kursus-kursus tambahan (online courses).

Tapi, kebijakan physical distancing untuk memutus penyebaran wabah, memaksa perubahan dari pendidikan formal di bangku sekolah menjadi belajar dari rumah, dengan sistem online, dalam skala nasional. Para praktisi pendidikan harus melakukan inovasi pembelajaran secara besar-besaran demi mencapai suksesnya tujuan pendidikan Indonesia.

Salah satu inovasi muatan mata pelajaran IPA di SD yang dapat dilakukan oleh seorang guru di tengah merebaknya korona adalah mengolaborasikan model pembelajaran yang interaktif berbasi IT (informasi dan teknologi).

Baca juga:   Matematika Asyik, RME Solusinya

Penulis sebagai guru di kelas VI SD Negeri Maduretno, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang berusaha meningkatkan minat belajar siswa saat pandemi ini dengan memanfaatkan Microsoft sway.
Sway merupakan aplikasi dari Microsoft Office yang dapat digunakan untuk mengumpulkan, memformat, berbagi ide, cerita, dan persentasi di kanvas interaktif berbasis web (BPTIKP, 2016:48).

Dengan menggunakan sway, guru bebas memasukkan teks, gambar, dokumen, video, bagan, atau konten-konten lain yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan dan sway akan membuatnya menjadi tampilan yang menarik.

Menurut Istiqomah (dalam Internasional Journal of Education and Recearch Vol. 4 No. 9 September 2016), kelebihan aplikasi Sway bila dibandingkan dengan aplikasi presentasi lainnya adalah : pertama memiliki fitur desain yang sangat baik untuk mempermudah pengguna mengunggah berbagai konten seperti video dari YouTube, picts, tweet, dan isi multimedia lainnya. Kedua, dapat memilih konten seperti foto dan video yang disimpan di cloud karena Sway App terhubung dengan cloud App.

Ketiga aplikasi Sway akan memformat ulang slide presentasi di saat presenter membukanya melalui smartphone, laptop, atau PC. Keempat, aplikasi Sway dilengkapi dengan aplikasi untuk mempermudah pengguna dalam melakukan kolaborasi dengan pengguna lain dalam membuat proyek Sway.

Baca juga:   Terampil Membaca Pemahaman dengan Metode KPK Horisontal

Penulis menggunakan Microsoft Sway dalam penyampaian materi Rangkaian Listrik Sederhana di kelas VI. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan media pembelajaran dengan aplikasi ini adalah membuka www.sway.com dengan menggunakan akun microsoft office 365. Jika tidak punya, dapat masuk dengan memilih menu “Daftar Gratis”.

Setelah masuk akan muncul fitur-fitur seperti judul, teks, gambar, video, tweet, audio, sematkan, dan juga grup. Kemudian mulailah menyusun tampilan yang akan kita buat dengan mengatur tata letak, skema warna, memasukkan teks, gambar, dan juga mengimpor konten yang sesuai dengan materi pelajaran. Langkah terakhir membagikan link sway melalui google classroom atau WhatsApp grup.

Dengan menggunakan sway sebagai media pembelajaran rangkaian listrik sederhana memudahkan guru menyampaikan materi yang cakupan luas dan dapat menampilkan banyak contoh pemanfaatan rangkaian seri, rangkaian paralel maupun rangkaian campuran. Sehingga dapat memperkaya pengetahuan peserta didik.

Media ini juga dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi di akhir pembelajaran yang menunjukkan sebagian besar peserta didik mendapatkan nilai di atas KKM. (ms1/lis)

Guru SDN Maduretno, Kec. Kaliangkrik, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya