Saintifik Dalam Pembelajaran Agama Katolik dan Budi Pekerti

Oleh : Yohana Mardiati, S.Ag.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Perubahan sikap perilaku sosial religius atau sosial keagamaan remaja padazzaman sekarang ini berkembang sangat pesat. Ini seiring dengan perkembangan zaman sehingga dapat mempengaruhi mental spiritualitas siswa pada umumnya. Bagi siswa yang lemah pengetahuannya akan mudah terseret oleh arus perubahan zaman yang terkadang lebih cenderung ke dampak negatif daripada ke dampak yang positif.

Menurut buku pedoman Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di sekolah negeri dan umum (Kemen Dikbud RI Revisi 2016), sekolah melalui pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti secara jelas bertujuan untuk membentuk/membangun karakter siswa, untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengetahuan dalam memperdalam iman kristiani dalam kehidupan pribadi dalam bergaul di masyarakat berbangsa dan bernegara.

Di SMP Negeri 17 Surakarta, siswa-siswinya masih dalam kategori remaja yang tidak luput dari pengaruh perubahan perkembangan zaman. Kondisi karakter sosial religius siswa masih sangat rendah. Secara individu rata-rata belum mengerti pendidikan agama Katolik dan budi pekerti adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan siswa untuk memperteguh iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai Kompetensi Dasar 3.9.

Baca juga:   Pembelajaran Desain Poster melalui Digital di Musim Pandemi

Hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan penghormatan terhadap agama lain dalam membangun kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. Secara tegas dapat dikatakan bahwa pendidikan agama Katolik di sekolah merupakan salah satu usaha untuk membantu siswa berinteraksi melalui pemahaman, pergumulan dan penghayatan iman. sesuai dengan Iman Katolik.

Pandangan mengenai Kerajaan Allah diharapkan membuat iman siswa semakin diteguhkan. Kompetensi Dasar 3.1. Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti bertujuan agar siswa memiliki kemampuan untuk membangun hidup beriman kristiani yang berarti membangun kesetiaan pada Injil Yesus Kristus yang memiliki keprihatinan tunggal yaitu Kerajaan Allah. Kompetensi Dasar 3.9, peristiwa penyelamat dan perjuangan untuk perdamaian, keadilan, kebahagiaan, kesejahteraan dan kesetiaan, kelestarian lingkungan hidup yang dirindukan oleh setiap orang dari berbagai agama dan kepercayaan.

Dalam pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kurikulum 2013 di SMP Negeri 17 Surakarta menggunakan pendekatan Saintifik. Dalam pembelajaran Pendidikan agama Katolik dan Budi Pekerti lebih menekankan pada pengalaman aktual, sering disebut pendekatan kateketis berorientasi pada pengetahuan yang tidak lepas dari pengalaman, yakni pengetahuan yang menyangkut pengalaman hidup siswa. Pengalaman diproses melalui refleksi pengalaman hidup selanjutnya menjadi internalisasi pembentuk karakter siswa.

Baca juga:   Pembelajaran Penampakan Alam pada Peta dengan Google Map

Pengetahuan iman tidak akan mengembangkan diri siswa jika ia tidak mengambil keputusan, itulah yang menjadi tahapan kritis sekaligus sentral dalam pembelajaran pendidikan agama Katolik tentang pokok pewartaan Yesus yaitu Kerajaan Allah Kompetensi Dasar 3.9. Pendekatan kateketis adalah.menggali informasi dari terang kitab suci tentang peristiwa yang berkaitan dengan sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus. Merumuskan nilai-nilai baru yang ditemukan dalam proses refleksi sehingga terdorong mengintegrasikan dalam hidup dan mewujudkan nilai – nilai Kerajaan Allah melalui kata dan perbuatan, tindakan dalam hidup sehari – hari.

Merefleksikan pengalaman dirinya berkaitan dengan teladan Yesus Kristus yang rela sengsara, wafat, dan bangkit demi menegakkan nilai – nilai Kerajaan Allah. Pendekatan saintifik dalam pembelajaran Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk kelas VIII semester genap SMP Negeri 17 Surakarta dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada Kompetensi Dasar 3.9. (pr1/ton)

Guru Pendidikan Agama Katolik SMP Negeri 17 Surakarta

Author

Populer

Lainnya