Tepat, Model Clearest Point Refleksi Guru terhadap Penguasaan Materi Siswa

Oleh :Ary Yuliastuti, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembentukan kemampuan siswa di sekolah dipengaruhi oleh proses belajar yang ditempuhnya.

Proses belajar akan terbentuk berdasarkan pandangan dan pemahaman guru tentang karakteristik siswa dan juga hakikat pembelajaran. Untuk menciptakan proses belajar yang efektif, hal yang harus dipahami guru adalah fungsi dan peranannya dalam kegiatan belajar mengajar.

Yaitu sebagai pembimbing, fasilitator, narasumber, atau pemberi informasi. Proses belajar yang terjadi tergantung pada pandangan guru terhadap makna belajar yang akan mempengaruhi aktivitas siswa-siswanya.

Dengan demikian, proses belajar perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan pemahaman para guru mengenai karakteristik siswa dan proses pembelajarannya, khususnya di SD kelas rendah.

Untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar peserta didik kelas VI di SDN 01 Legokclile Bojong maka penulis menggunakan metode atau pendekatan yang menguntungkan bagi siswa. Pada tema “Ayo selamatkan hewan dan tumbuhan”, terutama mata pelajaran yang bermuatan bahasa Indonesia.

Peserta didik masih bingung menentukan gagasan/kalimat utama/ kalimat penjelas sehingga model ini bertujuan agar siswa mudah memahaminya.

Baca juga:   Meningkatkan Minat Baca melalui Gerakan Sepatu Kaca

Model pembelajaran clearest point merupakan model yang digunakan untuk mengetahui topik yang belum dikuasai siswa dan akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

Model ini juga digunakan untuk memantapkan penyampaian materi pelajaran yang belum dipahami dengan cara meminta siswa menulis pertanyaan tentang materi apa yang belum dipahami oleh masing-masing siswa dan akan dijadikan acuan untuk pembelajaran selanjutnya.

Tujuannya untuk mengetahui tingkat pemahaman dan penguasaan terhadap topik/materi yang sudah disampaikan dalam proses pembelajaran dan sebagai acuan untuk pembelajaran selanjutnya.

Dalam proses belajar mengajar teknik merupakan cara yang dilakuakan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Jadi teknik merupakan cara yang dilakukan untuk menunjang penggunaan strategi dalam mencapai tujuan proses kegiatan belajar mengajar.

Langkah-langkah pembelajaran yang harus ditempuh adalah : pertama, guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan apersepsi. Kedua, guru menyampaikan materi pelajaran seperti biasa. Ketiga, pada akhir pembelajaran guru membagikan ketas kosong untuk siswa.

Keempat, siswa diminta untuk menulis pertanyaan penting yang belum dikuasai atau menulis pertanyaan mereka yang belum terjawab pada secarik kertas.

Baca juga:   Peran Pendidikan dalam Pembentukan Karakter

Kelima, siswa diberikan kesempatan beberapa menit untuk menjawabnya, kemudian dikumpulkan. Keenam, guru mengumpulkan kertas yang telah diisi dan memeriksa secara sekilas untuk mengetahui permasalahan siswa.

Ketujuh, guru menugaskan siswa untuk mempelajarai hal-hal baru yang masih belum dipahami utuk dibahas pada pertemuan selanjutnya. Kedelapan, guru mengakhiri kegiatan pembelajaran.

Keterlaksanaan pembelajaran materi dengan model clearest point/poin penjelas dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dan dapat meningkatkan kualitas proses hasil belajar siswa pada pembelajaran Tematik telah mencapai hasil belajar yang memuaskan, rata-rata dapat tercapai KKM yang telah ditentukan. (ct3/lis)

Guru Kelas VI SDN 01 Legokclile, Kec. Bojong, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya