Belajar Perkalian Asyik selama Daring dengan Mencongak

Oleh: Suharyani, S.Pd. SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 sudah mulai reda. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sudah masuk level 2, bahkan ada yang level 1. Dalam dunia pendidikan sempat berhembus angin segar pembelajaran tatap muka (PTM) segera diberlakukan. Namun rupanya belum semua sekolah bisa melaksanakan. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring masih menjadi pilihan. Termasuk di SD Negeri Menayu 1 Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Selama daring, pembelajaran perkalian di kelas 6 masih mengalami kendala. Siswa belum memahami perkalian dengan benar. Mereka sekadar menyelesaikan tugas, tanpa mendalami lebih jauh makna dari perkalian tersebut. Pembelajarannya pun hanya dapat dilakukan melalui WA grup kelas, dikarenakan handphone yang dipakai siswa sebagian besar milik orang tuanya.

Meski terkendala handphone, siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran melalui grup WA kelas dengan asyik. Menurut Thorndike, belajar merupakan proses koneksi antara stimulus respons yang berujung kepada perubahan tingkah laku.

Hubungan stimulus respons ini menurut Thorndike dapat diperkuat dengan adanya kesiapan dalam menerima perubahan tingkah laku tersebut (Law of Readiness), diberikan pengulangan (Law of Exercise) dan diberikan penghargaan (Law of Effect). Menurut Soekidjo Notoatmodjo (2003:68) tujuan dari pendidikan adalah menanamkan tingkah laku atau kebiasaan yang baru.

Baca juga:   Google Play Meningkatkan Minat Belajar Siswa

Untuk mendalami perkalian yang mudah, penulis mencoba dengan cara mencongak setiap hari. Mencongak adalah menghitung di luar kepala (dengan ingatan saja, yang ditulis hanya hasilnya). Caranya, setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai dengan daring melalui grup WA, penulis memberikan soal perkalian empat buah secara cepat di grup. Siswa diminta menjawab dengan spontan. Setiap soal, waktunya maksimal 30 detik. Sehingga dibutuhkan waktu dua menit untuk menyelesaikan empat soal secara cepat dengan mencongak tersebut.

Terdapat keasyikan tersendiri ketika siswa menjawab soal mencongak. Peserta didik menjawab secara langsung diketik di grup WA kelas. Akan terlihat siswa yang aktif dan pasif dalam merespons soal. Siswa yang sudah hafal dengan perkalian akan menjawab lebih cepat. Sebaliknya, siswa yang belum hafal akan lebih tertantang untuk menjawab dengan benar. Hal tersebut dilaksanakan secara rutin dan terus menerus setiap hari. Dengan soal yang hanya sedikit dan angkanya dimunculkan terus selang seling akan merangsang siswa untuk mudah mengingat perkalian.

Siswa terlihat antusias dengan adanya teman yang selalu aktif menjawab dengan benar. Siswa yang semula hanya pasif tidak mau menjawab soal, akhirnya akan ikut andil dalam mencongak. Penulis akan selalu memberi reward bagi siswa yang benar menjawab dan aktif.

Baca juga:   Amcerda Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa

Penulis juga akan memberi punishment bagi siswa yang sama sekali belum mau ikut menjawab soal mencongak. Meski terdapat siswa yang menjawab salah semua, atau hanya betul satu soal pun penulis tetap memberi semangat agar terus belajar pantang menyerah. Dengan motivasi dari guru dan teman-teman sekelasnya, siswa akan semakin semangat belajar.

Dengan mencongak yang dilakukan terus-menerus ternyata dapat meningkatkan semangat belajar siswa. Terutama materi perkalian yang dianggap sulit dan membosankan bagi siswa. Dalam hal ini, bisa karena terbiasa menjadi kalimat yang tepat dalam pembelajaran mencongak materi perkalian selama daring. (ms1/aro)

Guru SD Negeri Menayu 1, Kec. Muntilan, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya