Tingkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh melalui Permainan Sunda Manda

Oleh : Arifin, S.Pd. Jas

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Meningkatnya hasil belajar siswa sangat diharapkan oleh semua penyelenggara pendidikan. Baik pemerintah, orang tua, guru, sekolah, maupun masyarakat. Prestasi belajar merupakan hal yang sangat penting karena dengan hasil belajar dapat diketahui keberhasilan belajar siswa.

Perlu diketahui pendidikan jasmani di sekolah merupakan suatu upaya pendidikan yang dilakukan terhadap peserta didik agar mereka dapat belajar bergerak dan belajar melalui gerak, serta berkepribadian tangguh sehat jasmani dan rokhani (Bhektiaji 2005:14).

Lingkungan belajar didesain sedemikian rupa, diatur secara saksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, baik kognitif, afektif maupun psikomotor. Akan tetapi pada pelaksanaannya di lapangan (dalam pembelajaran) tidaklah seideal karakteristik tujuan yang ada. Slameto (2003) menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar meliputi faktor internal, faktor ekternal, dan faktor situasional.

Permasalahan nyata dalam pembelajaran jasmani di SMP Negeri 2 Kandangan, Temanggung adalah pada standar kompetensi permainan dan olah raga, Kompetensi Dasar Mempraktikkan olahraga atletik, materi lompat jauh. Lompat jauh adalah salah satu nomor lompat pada olahraga atletik yang memiliki kerumitan teknik tersendiri dibandingkan dengan nomor-nomor yang lain. Untuk itu salah satu alternatif yang bisa digunakan adalah dengan penggunaan media pembelajaran berupa permainan Sundah Manda.

Baca juga:   Transformasi Media Pembelajaran PJOK pada Masa Pandemi

Secara garis besar jenis dan bentuk permainan Sunda Manda di kalangan masyarakat Jawa (khususnya Temanggung) terdiri dari 2 macam yaitu Sunda Manda Gunung dan Sunda Manda Tempe. Secara umum cara bermain Sunda Manda hampir sama baik Sunda Manda Gunung maupun Tempe. Pada mulanya Sunda Manda dipermainkan untuk mengisi waktu luang anak-anak, dilakukan di halaman rumah yang luas.

Skenario pembelajaran yang dilaksanakan diawali dengan memberikan apersepsi mengenai lompat jauh. Dilanjutkan pemanasan berlari keliling lapangan dengan kecepatan sedang, kegiatan berlari keliling di lapangan diselingi dengan sesekali jingkat (ingkling/engklek) dengan aba-aba peluit panjang. Setiap ada peluit panjang siswa melakukan jingkat dengan kaki yang terkuat dan diakhiri dengan kedua kaki jatuh bersamaan.

Selanjutnya siswa dikelompokkan dan masing-masing kelompok mempraktikkan permainan Sunda Manda Tempe dengan rangkaian terdiri atas 9 petak masing-masing petak 1 meter persegi. Dimulai dari awalan di tempat dengan tumpuan kaki terkuat dilanjutkan dengan jingkat pada petak pertama. Kemudian melangkah menuju petak ke 2 dan diakhiri dengan melompat pada petak ke 3 dan diakhiri dengan pendaratan dengan 2 kaki bersama sama.

Baca juga:   Raket Tonnis, Alternatif Pengganti Tongkat Kasti

Langkah selanjutnya siswa dialihkan menuju lapangan lompat jauh untuk melakukan latihan lompatan, yang sebelumnya diberi penjelasan secukupnya berkaitan dengan teknik lompat jauh. Yaitu mulai dari cara mengambil awalan, tolakan, gaya di udara serta diakhiri dengan pendaratan.

Siswa diberi kesempatan untuk melakukan latihan sebanyak-banyaknya akan tetapi pelaksanaannya harus dikondisikan tertib untuk mengurangi risiko cedera ataupun kecelakaan. Berdasarkan hasil pembelajaran materi lompat jauh menggunakan media permainan Sunda Manda ternyata sangat menarik perhatian siswa. Terbukti dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan, semua siswa terlibat secara aktif.

Baik dalam permainan maupun pada aktivitas lompat jauh. Pemanfaatan media permainan ini diharapkan bisa memberi sesuatu hal yang baru dan meningkatnya prestasi belajar bagi siswa sehingga semakin bersemangat. Serta mampu meningkatkan keterampilan mengajar guru dalam pembelajaran dengan penggunaan berbagai media. (pm2/lis)

Guru PJOK SMPN 2 Kandangan, Kabupaten Temanggung

Author

Populer

Lainnya