Asyiknya Belajar Debit dengan Media Kalong

Oleh : Dewi Pertiwi Subekti, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 sudah mulai reda. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah masuk level 2. Bahkan sudah ada yang di level 1. Dalam dunia pendidikan sudah berhembus angin segar bahwa Pembelajaran Tatap muka (PTM ) akan segera diberlakukan. Namun pada kenyataannya belum semua sekolah diperbolehkan mengadakan PTM.

Hanya sekolah yang mendapatkan izin /SK bupati yang diperkenankan mengadakan PTM. Itu pun masih dibatasi baru 50 % dari jumlah peserta didik, jika itu berjalan lancar maka prosentase peserta didik yang PTM akan ditambah secara bertahap.

Menyikapi hal tersebut maka beberapa sekolah kemudian mengadakan PTM mandiri secara terbatas, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Hal ini terjadi karena desakan orang tua /wali peserta didik yang sudah merasa capek menjadi guru bagi putra-putrinya, dan merasa kesulitan untuk mengajarkan materi yang sulit, utamanya untuk mata pelajaran matematika.

Pelajaran Matematika utamanya pada materi debit sering kali membuat siswa bingung dan takut. Hal ini juga terjadi pada siswa kelas V SD Negeri Ngluwar 1, Kec.Ngluwar, Kab.Magelang. Guru berperan penting untuk mengubah rasa takut siswa menjadi rasa ketertarikan.

Menurut penulis, pembelajaran eksperiental adalah solusinya. Pembelajaran eksperiental pada hakikatnya merupakan proses membangun relasi antara lingkungannya (pengalaman) dan pikiran serta tindakannya (refleksi). Bogner ( dalam Miftahul Huda,M.Pd., 2015; 39 ) mengatakan “Pembelajaran dihasilkan melalui refleksi terhadap pengalaman ”.

Baca juga:   Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Untuk memperjelas materi debit penulis menggunakan pembelajaran eksperiental dengan media kalong. Kalong adalah media pembelajaran yang tepat digunakan untuk peserta didik kelas V SD pada materi debit. Kalong merupakan singkatan dari kaleng bolong (dalam bahasa Indonesia kaleng/wadah berlubang). Media kalong bertujuan agar peserta didik dapat berpikir kreatif matematis dalam menyelesaikan soal debit.

Langkah -langkah pembuatan media kalong adalah sebagai berikut : Pertama, siapkan kaleng/wadah cat 5 kg-an sebanyak 4-5 buah (sesuai kebutuhan ). Kedua, dengan menggunakan bor, lubangilah ember tersebut kurang lebih 5 cm dari dasar kaleng/ember. Ketiga, kaleng bolong /berlubang siap digunakan sebagai alat peraga.

Dibutuhkan kerjasama peserta didik dalam menggunakan media kalong. Dengan menggunakan gayung peserta didik mengisi kalong tersebut dengan air. Bersamaan dengan itu peserta didik lain menggunakan stopwatch /jam untuk menghitung waktu yang dibutuhkan untuk mengalirkan air dalam kalong tersebut sampai habis, Peserta didik lainnya akan mencatat hasil pengamatan mereka.

Kemudian berdasarkan data yang diperoleh, peserta didik menghitung debit dengan cara membagi volume air dalam kalong tersebut dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengalirkan air itu sampai habis. Dengan demikian peserta didik akhirnya dapat menyimpulkan bahwa rumus debit adalah volume aliran dibagi waktu atau debit merupakan perbandingan antara volume dan waktu.

Baca juga:   Tingkatkan Prestasi Melalui Gerakan Literasi 

Adapun ilustrasi pembelajaran dengan menggunakan media kalong adalah: Pertama, guru mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan ketika pembelajaran, seperti kaleng/ember yang sudah dilubangi, gayung, stopwatch/jam. Kedua, guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil (1kelompok bisa 3-4 orqng.). Ketiga, guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai serta cara kerja penggunaan media kalong. Keempat, dengan bimbingan guru, peserta didik mempraktikkan menghitung debit/ kecepatan air mengalir di kaleng. Kelima, dengan bimbingan guru peserta didik menyimpulkan rumus untuk menghitung debit.

Melalui media kalong ini, penulis menyimpulkan bahwa peserta ddik merasa lebih tertantang untuk meningkatkan pemahaman matematika dalam materi debit, selain itu pembelajaran terasa lebih santai, menyenangkan, dan tidak membosankan. Media kalong juga mampu mengekspresikan diri, menambah rasa percaya diri serta memupuk kerja sama antar peserta didik. (ms1/ton)

Guru kelas V SD Negeri Ngluwar 1, Kec. Ngluwar, Kab. Magelang

Author

Populer

Lainnya