Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris dengan Metode Role Playing

Oleh : Ratna Hikmawati, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Speaking atau berbicara merupakan satu dari empat ketrampilan berbahasa yang sangat penting selain membaca, mendengarkan dan menulis. Berbicara adalah proses penyampaian informasi dari pembicara kepada pendengar dengan tujuan terjadi bahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pendengar sebagai akibat dari informasi yang diterima.

Menurut Tarigan, 1993: 15) mengatakan bahwa berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekpresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan.

Keterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi dasar bahasa Inggris kelas VII. Pada saat pembelajaran berbicara guru menemukan siswa kesulitan untuk mengungkapkan ide, gagasan dan perasaannya sehingga mereka cenderung diam. Untuk mengatasi kesulitan siswa di atas maka kami memilih role playing sebagai metode pembelajaran. Setelah terjadi pandemi virus (covid 19), SMP N 2 Ulujami tidak menyelenggarakan pembelajaran tatap muka sehingga penerapan metode ini dilakukan dengan cara daring.

Role playing atau dikenal dengan bermain peran merupakan salah satu bentuk drama. Dalam metode ini, siswa diminta untuk bermain suatu drama secara spontan,untuk memperagakan peran – perannya dalam berinteraksi. Kartini (2007) menyatakan bahwa metode bermain peran merupakan suatu cara yang digunakan untuk meniru cara bertingkah laku seseorang dalam sebuah drama.

Baca juga:   Media Belajar Biologi melalui Kliping Artikel Penyakit

Langkah – langkah yang diterapkan sesuai langkah-langkah metode pembelajaran ini. Pertama, guru memberikan contoh dan menyusun ungkapan – ungkapan apa yang akan digunakan kemudian guru membimbing siswa untuk menyiapkan ungkapan – ungkapan tentang skenario yang akan ditampilkan. Dilanjutkan guru membentuk siswa dalam kelompok kecil dan mengarahkan siswa dalam kelompok untuk membuat dialog yang bagus sesuai dengan tema pada saat pembelajaran.

Langkah selanjutnya guru memberikan motivasi agar mereka berlatih dalam kelompoknya supaya bisa menampilkan dialog dengan baik kemudian mereka mulai memperagakan dialog dalam kelompoknya. Guru mengamati melalui hasil video yang dikirim oleh siswa pada saat kelompok mereka sedang mempresentasikan dialog, serta meminta masing – masing kelompok untuk mempresentasikan tugasnya kemudian mengirim hasil rekamannya.

Hasil presentasi dialog masing-masing siswa dikirim atau dishare melalui Whatsapp group dan presentasi mereka ditanggapi oleh siswa lainnya. Setelah masing-masing kelompok mengirimkan videonya, guru meminta masing – masing kelompok untuk mengevaluasi ungkapan ungkapan yang muncul dari kelompok lain tentang pengucapan, intonasi, ekspresi dan gaya teman-teman mereka.

Baca juga:   Mading Sebagai Sarana Penumbuh Minat Tulis Siswa

Berdasarkan hasil kiriman video di atas guru mengevaluasi hasil belajar siswa. Penerapan metode role playing pada pembelajaran berbicara saat pandemi membuat variasi dalam belajar dan mengatasi rasa jenuh siswa sehingga siswa antusias untuk meningkatkan kemampuan berbicara dalam kelompok mereka. (ct2/ton)

Guru SMP N 2 Ulujami

Author

Populer

Lainnya