Role Playing Menghidupkan Suasana Belajar Siswa

Oleh : Yayuk Susiamah, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan pembelajaran pada umumnya mengandung pemaparan materi, pembahasan, evaluasi soal, dan lainnya. Tentu saja pembelajaran dilakukan secara berulang, dimana siswa harus mendapatkanya pemaparan setiap harinya dengan jumlah beberapa mata pelajaran. Tentu saja apabila materi tersebut bila disampaikan dengan sama tanpa menggunakan metode menarik akan terasa sangat membosankan.

Kebosanan siswa tidak bisa dihindari. Namun kebosanan tersebut dapat diatasi dengan beberapa metode yang lebih menarik. Metode menarik yang dapat dilakukan yaitu menggunakan metode role playing. Metode tersebut membuat siswa lebih interaktif dalam kelas.

Role playing atau menirukan suatu objek merupakan suatu metode pembelajaran dimana mengedepankan pengembangan imajinasi dan penghayatan siswan. Pengahayatan tersebut dilakukan dengan cara memerankan atau menggambarkan objek, tokoh hidup atau hal lainnya yang berkaitan dengan materi.

Role playing juga dapat dilakukan dengan pengahayatan dengan menunjukan karakteristik yang harus ditunjuk melalui imajinasi masing-masing siswa. Metode role playing menjadi sangat menarik dan interaktif apabila diterapkan dalam penyampaian materi. Hal tersebut juga sesuai dengan pengertian role playing yaitu suatu model penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa (Komalasari, 80 : 2014). Selain itu siswa juga dapat bebas mengekspresikan diri sesuai degan pemahaman mereka masing-masing.

Baca juga:   Peningkatan Belajar Siswa Kelas I melalui Pembelajaran Tematik

Beberapa cara dalam mengekspresikan metode role playing antara lain yaitu dengan menirukan karakteristik dari materi yang disampaikan. Namun selain menirukan, hal yang dapat dilakukan yaitu mendiskripsikan dengan cara yang kreatif atau dengan melakukan penggambaran.

Sehingga dapat dikatakan bahwa role playing tidak membatasi bagaimana cara siswa dalam menggambarkan suatu bentuk atau materi yang mereka dapatkan.
Implementasi yang cukup mudah dipahami dan diterapkan dalam kelas adalah dengan cara pembagian sederhana. Contohnya pada kelas 2 SD Negeri Bawang 1 dimana materi yang akan diberikan mengenai jenis-jenis pekerjaan. Maka dapat dilakukan pembagian kelompok yang dibagikan jenis pekerjaan bagi tiap kelompok.

Kemudian tiap kelompok mengekspresikan pekerjaan tersebut dan kelompok lain dapat menebak. Mendapatkan poin apabila benar dalam menebaknya pekerjaan yang digambarkan.

Suasana diskusi dan pemaparan materi setelah adanya metode role playing ini akan terasa lebih aktif. Siswa akan lebih sering melakukan diskusi dengan kelompoknya khususnya ketika menebak kelompok lain. Selain itu siswa dapat lebih ekspresif dalam menggambarkan serta menghayati materi yang diberikan.

Baca juga:   Metode Iqro adalah Belajar BTA dengan CBSA

Role playing pada dasarnya metode yang sangat interaktif dan sederhana. Sehingga metode ini sangat cocok diterapkan ketika guru menjelaskan mengenai sebuah materi. Dengan metode role playing kebosanan siswa teratasi dan suasana pembelajaran siswa lebih aktif. (ms1/lis)

Guru SDN Bawang 1

Author

Populer

Lainnya