Bertambah Semangat Belajar BTA dengan Metode Kartu Kata

Oleh : Fitriati S.Ag

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam menyelenggarakan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti, berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri. Hintzman menyatakan, belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme (manusia atau hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut.

Permasalahannya yang sering dihadapi oleh guru adalah beberapa siswa kelas 1 dan 2 SDN Samborejo tidak memberikan respon yang baik terhadap guru dalam menyajikan materi pelajaran. Hendaknya guru terus meningkatkan kompetensi yang dapat digunakan untuk mendukung proses dan hasil kegiatan pembelajaran. Menerapkan berbagai model pembelajaran yang kreatif, variatif, inovatif dan sesuai dengan materi, sehingga pembelajaran lebih kondusif, menarik siswa untuk belajar, dan mempermudah siswa memahami mater dan siswa tidak merasakan kebosanan.

Tiap proses belajar mengajar tentu harus menggunakan suatu media tertentu agar dapat berjalan efektif dan lancar. Adanya media pembelajaran sangat penting agar proses belajar mengajar bisa tersampaikan dengan baik, dari guru ke murid. Media pembelajaran menurut Azhar (2011), adalah alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun di luar kelas. Lebih lanjut dijelaskan bahwa media pembelajaran adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi intruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

Baca juga:   Pendekatan Realistic Mathematic Education dalam Belajar Volume Kubus

Kartu Kata atau flash card terpilih sebagai alat bantu pembelajaran di kelas. Materi Melafalkan Surat An-Nas adalah suatu cara memperkenalkan benda atau objek kepada anak sekaligus mengasah keterampilan membacanya. Kartu Kata, diperkenalkan setelah anak memiliki kemampuan dasar membaca atau mengeja, sehingga mudah dalam pengaplikasiannya. Berikut adalah alat dan bahannya, karton, penggaris, pensil, penghapus, lem kertas, majalah, brosur, koran, dan lainnya.

Cara membuatnya antara lain, pertama, buat pola pada karton dengan ukuran 24×8 sentimeter lalu gunting. Kedua, untuk membuat saku kartu, rekatkan dua pola karton yang sudah digunting menggunakan lem, sehingga ukuran kartunya tebal. Ketiga, gunting gambar yang akan ditempel pada bagian depan kartu, lalu ambillah gambar dari browsing atau majalah/koran. Keempat, pada sisi berikutnya, tulislah nama gambar tersebut. Kelima, rapikan setiap sudut kartu agar tidak terlalu lancip menggunakan gunting. Keenam, ulangi pembuatan kartu samapai habis. Cara penggunaannya adalah, kartu ditumpuk bagian gambar berada di atas, kemudian siswa diminta untuk mengambil satu kartu yang telah dikocok. Mintalah siswa untuk membuka lalu membacanya.

Baca juga:   Pembelajaran Alquran melalui Jaringan Internet

Bermain dengan flash card dapat membantu stimulasi dan merangsang daya ingat anak agar menjadi lebih kuat dibanding orang dewasa. Selain itu, anak juga dilatih berkonsentrasi saat bermain. Oleh karena itu, permainan ini dianggap sangat efektif untuk membantu si kecil bermain dan belajar. Bahkan dari beberapa sekolah bayi, metode bermain Flash Card ini sudah diterapkan dan menjadi metode andalan dengan berbagai tema. (ct1/ida)

Guru PAI SDN Samborejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya