Pameran Virtual Solusi Andal Pembelajaran Seni Budaya

Oleh : Bayu Madyantoro, S.H,S.Sn

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Penyampaian materi pameran pada mata pelajaran seni budaya kepada peserta didik terkendala pandemi. Perlu strategi yang tepat untuk menyampaikan materi pameran kepada peserta didik. Pameran adalah suatu aktivitas yang melibatkan ruangan (galeri), dan memamerkan hasil karya seni seperti lukisan, ukiran, gambar foto, dan karya lainnya (Isabel Briggs Myers).

Sebagai pengajar, penulis mencoba mencari solusi efektif pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 15 Surakarta melalui pameran virtual. Virtual memiliki sinonim mirip atau maya.

Bisa dikatakan pula virtual adalah segala komunikasi yang dilakukan secara maya sudah merambah ke berbagai sendi kehidupan, termasuk pendidikan sebagai metode pembelajaran. Biasanya menggunakan perantara internet, gawai, dan aplikasi (liputan6.com 14-2-2020).

Inovasi dan solusi pembelajaran pameran virtual ini dilaksanakan bersama beberapa mahasiswa Institut Seni Indonesia Surakarta. Ini merupakan pameran kelompok yang juga diikuti guru-guru seni budaya SMP negeri dan swasta di Surakarta, ditujukan pada peserta didik, sebagai strategi penyampaian materi supaya mengapresiasi karya seni dan memberi inspirasi untuk berkarya.

Penulis merupakan peserta dan pengantar pameran kelompok secara virtual. Pameran ini merupakan salah satu langkah awal dalam memajukan kegiatan apresiasi dan pembelajaran terhadap perkembangan pembelajaran seni budaya, di Surakarta, Jawa Tengah.

Baca juga:   Game Quiziz Tingkatkan Hasil Belajar Prakarya

Guru seni budaya menjadi faktor penting dan menjadi fondasi yang memajukan mengembangkan seni budaya khusunya seni rupa di Surakarta. Sehingga melalui pameran virtual diharapkan hubungan keterlibatan dan partisipasi antara seorang guru seni budaya dengan peserta didiknya mampu menumbuhkan apresiasi kesadaran akan nilai-nilai seni yang akan menularkan dan mempublikasikan ke masyarakat lebih luas.

Melalui kegiatan pameran virtual ini akan memberi sebagian kecil solusi penyampaian materi pembelajaran seni budaya yang terkendala karena pandemi yang berlarut-larut terhadap peserta didik maupun masyarakat.

Pada pameran ini, tersaji karya-karya yang secara tematik membahas keadaan pandemi terkini, yang mengharuskan kegiatan kreatif harus bertatap muka secara daring. Hal ini akan kontradiktif dengan keadaan peserta didik yang terbatas jaringan di tempat belajar.

Maka melalui karya seni yang diciptakan berkomunikasi dan mengedukasikan khususnya kepada peserta didik. Selain itu, kecenderungan dalam kekaryaan menggunakan metode edit/manipulasi melalui digital yang secara teknis dengan deformatif atau pengubahan bentuk yang ada. Karakter karyanya pun cenderung mengarah kepada gambar hitam dan putih yang terinspirasi dari sisi hitam saat pandemi.

Ketika ada tawaran untuk mengikuti pameran kelompok secara virtual dari Institut Seni Indonesia Surakarta, penulis sampaikan terima kasih telah diberi kesempatan untuk berpameran secara virtual.

Baca juga:   Flipped Classroom Alternative Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Walaupun dalam keterbatasan, penulis mencoba tetap kreatif dalam menyikapi keadaan. Representasi dari situasi dan kondisi masa kini dalam sudut pandang guru seni budaya. Refleksi dari seorang guru seni budaya yang ingin menjangkau melalui pendidikan dan seni dengan kreativitas keseniannya.

Menumbuhkan kreativitas kepada siswa merupakan salah satu amanat yang harus dijalankan oleh guru seni budaya, dituturkan oleh seorang seniman dan kurator. Sudjut Dartanto (Galeri Nasional) menganjurkan memberi pencerahan untuk guru seni budaya biar menularkan energi kreatif ke anak didiknya. Menurutnya perlu membuat pameran virtual supaya diapresiasi siswa dan guru seni budaya. Dan ternyata pameran virtual ini sangat efektif, peserta didik mudah menangkap materi, sangat senang, terinspirasi ingin berkarya seni dan mengikuti pameran.

Manusia tidak terlepas dari seni dan seni tidak terlepas dari manusia melalui akal dan rasa. Seperti yang diungkapkan seniman asal Jerman sekaligus dosen seni Joseph Beuys bahwa semua manusia adalah seniman. Pablo Picasso mengatakan semua anak kecil adalah seniman, maka melalui pendidikan seni diperlukan untuk membentuk peserta didik yang berkarakter mulia. (pr1/lis)

Guru SMP Negeri 15 Surakarta

Author

Populer

Lainnya