Kelas Online Berbasis Web sebagai Wadah Pembinaan Spiritualitas di Masa Pandemi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, “Change is the only constant in life” (Heraclitus).

Mengutip ungkapan filsuf Yunani yang bernama Heraclitus “Perubahan merupakan satu-satunya hal yang tidak pernah berubah dalam hidup” yang dapat kita korelasikan dengan kehidupan kita saat ini ketika pandemi Covid -19 melanda Indonesia.

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir membawa perubahan, tantangan dan peluang tersendiri dalam berbagai sektor kehidupan. Termasuk dalam pendidikan khususnya penanaman nilai-nilai agama dan budi pekerti.

Sekolah sebagai salah satu wadah pendidikan iman melalui mata pelajaran pendidikan agama dan budi pekerti berkewajiban mengemas dan mendesain program pendidikan agama dan budi pekerti yang menjawab permasalah terkait iman dan spiritualitas di masa pandemi.

Pembelajaran jarak jauh secara daring (dalam jaringan) menjadi pilihan mutlak supaya pendidikan dapat terus berjalan termasuk di dalamnya program pendidikan agama dan budi pekerti.

Kegiatan ibadah ataupun pembinaan karakter yang biasanya dilaksanakan secara langsung kini diadakan dalam kelas-kelas virtual. Contoh shock spiritualitas terjadi ketika doa dipanjatkan dan ibadah dilaksanakan dalam kelas virtual, serasa kurang khusyuk dan kurang khidmat bagi peserta didik. Karena bagi anak-anak aspek jasmani dan simbol bendawi masih dibutuhkan dalam proses pembinaan nilai-nilai spiritualitas.

Pendidikan agama dan budi pekerti diharapkan mampu mengarahkan dan membawa peserta didik pada titik penyadaran diri, menghargai keberadaan dirinya dan menemukan jati dirinya sebagai makhluk ciptaan Sang Khalik.

Baca juga:   Media Interaktif Tingkatkan Belajar Ciri-Ciri Pubertas Remaja

Di masa pandemi ini SMP Negeri 6 Salatiga berkewajiban memberikan pelayanan dan mengemas program pendidikan agama dan budi pekerti dengan sistem daring (dalam jaringan). Melalui e-learning dipilihlah platform pembelajaran berbasis web menggunakan LMS (Learning Management System) Moodle.

Moodle adalah Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment yaitu suatu ekosistem pembelajaran dinamis menggunakan model pengembangan berorientasi objek berbasis web. Teknologi pada LMS Moodle dinilai efektif dalam menyediakan fasilitas pembelajaran yang menarik karena dilengkapi berbagai fitur pembelajaran yang dapat mendukung guru dan siswa berinteraksi secara tidak langsung menggunakan fitur tugas, forum, chat, kuis, games dll.

Salah satu solusi untuk program pembinaan iman dapat dikemas dalam perjumpaan secara virtual melalui kelas online akan menjadi pola baru dalam dunia pendidikan. Butuh waktu dan komitmen untuk beradaptasi hingga pada akhirnya menjadi pola belajar sehari-hari.

Di masa pandemi dibutuhkan pemulihan relasi dengan Allah, sesama, alam lingkungan dan dunia, menyerahkan diri pada kendali Sang Ilahi dan tidak hilang pengharapan, semangat dan tetap setia tekun berdoa. Tetap bertanggung jawab dalam melakukan semua tugas dan kegiatan, saling memberi semangat, saling mendoakan. Peduli dan mulai membiasakan diri dengan kebiasaan baru, adaptasi pada standar kesehatan (pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan, kurangi mobilitas).

Baca juga:   Belajar Pengukuran Makin Asyik dengan Quizizz

Meski di tengah pandemi tetap dilaksanakan program pembinaan asuhan iman dan ketakwaan melalui Jumat religi yang dikemas virtual menggunakan LMS Moodle untuk peserta didik di SMP N 6 Salatiga. Disamping itu didukung penanaman nilai-nilai budi pekerti yang dikemas pula secara virtual dalam platform etika moral. Keduanya bersinergi dalam menunjang implementasi pendidikan agama dan budi pekerti sehingga antara iman, ilmu dan spiritualitas dapat dihayati dan diaplikasikan dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Sehingga pendidikan agama dan budi pekerti di sekolah sebagai asuhan iman sekaligus sebagai perwujudan iman dalam gaya hidup dapat membangun relasi harmonis antara diri sendiri dengan Tuhan, sesama dan seluruh ciptaan.

Nilai sikap spiritual dan sosial, pengetahuan serta keterampilan dan kecakapan hidup dapat tercapai. Dengan iman dan pandangan hidup yang benar pula, pandemi seberat apapun dapat dihadapi dengan keteguhan hati dan percaya ada hikmah di balik setiap musibah yang sedang dihadapi. (pri/lis)

Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SMPN 6 Salatiga

Author

Populer

Lainnya