Belajar Menyenangkan dengan Pembelajaran Model Kooperatif STAD

Oleh : Tutur Kustianah S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN inovatif dan kreatif seyogyanya dikembangkan dalam pembelajaran,untuk mendorong siswa belajar Matematika lebih bersemangat dan menyenangkan.

Tujuan pembelajaran matematika yaitu melatih cara berpikir dan bernalar, mengembangkan aktivitas kreatif, mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengomunikasikan gagasan.

Sehingga matematika merupakan bidang ilmu yang strategis untuk membentuk generasi yang siap menghadapi era globalisasi yang penuh dengan kompetitif tersebut.

Pembelajaran Matematika sebagai disiplin ilmu turut andil dalam pengembangan dunia teknologi yang kini telah mencapai puncak kecanggihan dalam mengisi berbagai dimensi kebutuhan hidup manusia. Era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi informatika, industri otomotif, perbankan, dan dunia bisnis lainnya, menjadi bukti nyata adanya peran matematika dalam revolusi teknologi.

Dalam hal ini betapa besar peran pembelajaran matematika dalam kehidupan manusia. Bbahkan masa depan suatu bangsa, maka sebagai guru di Sekolah Dasar yang mengajarkan dasar-dasar matematika merasa terpanggil untuk senantiasa berusaha meningkatkan pembelajaran dan hasil belajar matematika.

Apalagi kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar matematika selalu berada di tingkat bawah dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil ulangan harian matematika yang pertama pada kompetensi dasar operasi hitung hanya mencapai rerata 58,2 dan hanya 50 persen siswa mencapai nilai 60 atau >60 . Padahal idealnya minimal harus mencapai 100 persen siswa mendapat 60 atau >60.

Baca juga:   Memakai Masker Solusi Pelajaran Tematik di Masa Pandemi

Sedangkan operasi hitung merupakan dasar bagi kompetensi dasar berikutnya seperti menghitung luas bangun, volum bangun, dan sebagainya. Kondisi tersebut disebabkan oleh kenyataan sehari-hari yang menunjukkan bahwa siswa kelihatannya jenuh mengikuti pelajaran matematika.

Untuk Menyikapi kondisi tersebut ,sebagai guru kelas IV SDN Gumawang 01 yang harus menyiapkan peserta untuk siap dan mampu menghadapi ANBK di kelas V, selalu berusaha memperbaiki pembelajaran dengan mengondisikan pembelajaran yang memudahkan, mengasyikkan, dan menyenangkan bagi siswa. Usaha tersebut diwujudkan dalam suatu pembelajaran yang menerapkan model pembelajarankooperatif STAD.

Pembelajaran Model kooperatif STAD (Student Team Achievement Devision) adalah salah satu pembelajaran kooperatif yang dikembangkan berdasarkan teori belajar kognitif-konstruktivis yang diyakini oleh pencetusnya Vygotsky memiliki keunggulan yaitu fungsi mental yang lebih tinggi akan muncul dalam percakapan atau kerjasama antar individu.

Pembelajaran model kooperatif STAD juga memiliki keunggulan bahwa siswa yang dikelompokkan secara heterogen berdasarkan kemampuan siswa terhadap matematika akan terjadi interaksi yang positif dalam menyelesaikan masalah, seperti tutor sebaya dan lain-lain. Jika sebelumnya tidak ada interaksi antarindividu, maka dalam STAD siswa dapat bekerja sama dalam menyelesaikan masalah sampai semua anggota kelompok dapat menyelesaikan masalah.

Baca juga:   Terampil Melakukan Lompat Tinggi dengan Permainan Karet Gelang

Kelompok ini dikatakan tidak selesai jika ada anggotanya belum selesai. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Belajar belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pembelajaran. Pembelajaran model kooperatif STAD dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun lebih bersemangat. Siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menarik, menyenangkan, dan mengasyikkan. (rs1/ida)

Guru SDN Gumawang 01

Author

Populer

Lainnya